
waktu menunjukan pukul 06.00 wib.
itu merupakan waktu yang masih sangat pagi untuk orang masuk kantor...
tapi itulah yang dilakukan oleh dava selang beberapa hari semenjak kepergian freya dari kehidupannya.
dengan cara itulah dava sedikit bisa mengusir rasa hampa yang tengah ia rasakkan saat ini.
dava menidurkan dirinya di sofa panjang kantornya ...
tanganya terus sibuk menghubungi satu nomber yang sudah ia panggil puluhan kali meskipun ia tau nomber yang ia hubungi itu sudah tidak aktip lagi.
sejenak dava memejamkan matanya pelan dan memijat kecil pelipis keningnya ..
"frey kamu dimana..?" tanya nya pada dìri sendiri..
krinngggggg!!!
dava menoleh ke arah telpon yang ada di meja kerjanya..
tapi bukanya diangkat dia malah mengabaikanya dan kembali menutup matanya
krinngggggg..!!!!
lagi suara telepon yang berada di atas mejanya kembali berdering hingga beberapa kali
dava yang merasa sangat terganggu dengan bunyi telpon itu pun akhirnya menyerah.
dengan perlahan ia bangkit dari tidur nya dan melangkah mendekati meja kerja yang berada beberapa meter dari tempatnya ia diam
kini dava sudah berada dekat dengan telpon yang sejak tadi terus berbunyi
dengan malas dava menagangkat telpon itu .
" kenapa jam segini kamu udah di kantor ?" pertanyaan yang mengandung sedikit penyelidikan itu seakan membuka pembicaraan antara dava dan clara
"ia ada beberapa dokumen yang harus aku bereskan seblum jam 9 ..
kamu ada apa?"
"tadi aku ke apartemen kamu pas kesana kamunya udah gaada. ko kamu ga bilang si ke aku klo km ada kerjaan sepagi itu "
__ADS_1
"ia maaf ini juga ngedadak "
"ywdah kalo gituh sebentar lagi aku on the way kesana yah..sekalian aku bawain sarapan buat kamu,mamah yang bikinin " ucapan clara menyudahi percakapan antara mereka ...
dava yang mendengar kabar clara akan kesini pun hanya diam dan meletakna kembali teleponya .
perlahan dava melangkah kan kaki nya 2 langkah ke depan
kini ia tengah berdiri tepat di depan jendela ..
disana ia bisa melihat seluruh pemandangan kota bandung dari atas
tampak embun yang masih setia menyelimuti pagi itu
tapi tetap saja pikirannya terhadap freya tidak hilang..
ia mencoba menyadari dengan semua yang telah terjadi antara dirinya dan freya.
dalam hatinya masih terus berdetak mengucapkan nama freya.
bahkan dalam pikiranya masih terus mengalir ingatan tentang freya..
sampai saat clara tiba tiba masuk tanpa sepengetahuan dava ...
******
"kamu lagi mikirin apa sih dav ko aku panggil dari tadi kamu ga nyaut.." ketus clara sesaat dava menengok ke arah clara yang masih berdiri di ambang pintu.
"aku ga lagi mikirin apa apa ..aku cuma kecapean ajah .." jawab dava yang sambil berjalan wenuju ke arah clara
"kamu ko kesini ...?" tanya dava
"emangnya ga boleh kalo aku kesini ?"
jawab clara dengan ada penekanan.
"ia bukanya gitu ..aku kan cuma nanya frey" sekilat lidah dava terhenti di ujung rongga mulutnya.dengan tanpa sengaja tiba tiba saja ia mendaratkan nama freya di depan clara
clara yang mendengar dava mengucapkan nama freya didepanya pun geram
hatinya yang memanas secara tiba tiba itupun dengan cepat naik ke otaknya .
__ADS_1
"seinget aku.. aku belum ganti nama jadi freya dav." ucap clara sinis
dava yang melihat clara sudah terlihat tampak marah pun langsung melangkah dan mendekati clara yang berada di dekat meja kerjanya
perlahan dava meraih kedua lengan clara lalu ia memandangi wajah clara yang kini sudah tampak berubah dari sebelumnya.
" maafin aku clara.. maksud aku itu tadi.."
" tadi apa..maksud kamu tadi kamu sebut sebut nama dia depan aku itu maksudnya kamu belum bisa lupain dia gituh.
apa kamu mau bilang kalo sebenernya kamu itu emang masih cinta sama dia gitu dava!! " ucap clara panjang lebar memotong pembicaraan dava yang belum selesai itu.
"engga sayang.. engga maksud aku..
" kenapa kamu ga sekalian ajah tinggalin aku dan biarain aku mati dav.
kenapa waktu itu kamu bilang kamu pilih aku dan bakalan lupain dia,tapi ternyata sekarang kamu masih ga bisa lupain dia.." tekas clara kini dengan nada sedikit keras..
dava diam sejenak ia menghela nafasnya sejenak ...mencoba untuk menenangkan pikiranya.
karena dava tau betul sifat clara masalah sekecil apapun akan ia besar besarkan sesukan hatinya ...
"ok aku minta maaf sayang ..." ucap dava dengan nada pelan.
dengan susana masih dalam kemarahan pun clara mulai sedikit tenang lalu ia menoleh ke arah dava yang kini tengah dihadapanya
"aku cuma mau kamu kembali ke dava yang dulu.. dimna dihati kamu itu cuma ada aku dav."ujar clara lirih
"im so so so sory honey
tolong kasih aku sedikit waktu lagi buat ngembaliin semuanya seperti dulu." jawab dava pelan.
keadaan pun hening sejenak keadaan yang tadinya memanas kini sudah sedikit aga tenang..
" kamu janji bakalan lupain dia buat aku..?" tanya clara mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa dava memang benar benar mau melupakan freya dalam hidupnya
"janji ...aku akan berusaha buat lupain dia buat kamu."jawab dava berat seakan tidak tau apa yang harus ia jawab
karena jujur dalam hatinya ia malah merasakan yang sebaliknya.semakin dia melupakan freya semakin kuat juga hatinya untuk freya.
"love you ..." jawab clara senang dengan senyumnya yang kecil
__ADS_1
*******