
sore itu dava duduk dengan menyandarkan kepalanya sambil memejamkan matanya rapat rapat di sofa panjang yang berada dipojok ruangan kantornya
kejadian yang ia lihat tadi siang seolah terus membayangi pikirannya
'apakah freya memang benar kembali lagi pada arga ..'
pertanyaan itulah yang ingin dia tanyakan saat ini pada freya
dava mengusap wajahnya dengan telapak tanganya lalu menarik nya ke arah belakang kepalanya
perlahan ia membuka matanya dan melihat ke arah ponselnya ..
****
sedangkan di tempat lain
sore itu freya sedang sibuk membereskan semua barang barang yang ada di kamarnya.
dering telpon yang terdengar dari ponselnya
membuat freya menghentikan aktipvitasnya
freya menoleh dan segera berjalan menuju ke arah meja riasnya.
dan ..
"dava calling "
nama yang muncul dari layar depan ponselnya suskses membuat ia terdiam.
dengan ragu freya memencet tombol hijau di ponselnya ...
" ia halo..." sapa freya pelan
"halo frey.."
dan sekali lagi suara yang ia dengar dari sebrang sana sukses membuat hatinya seakan berhenti berdetak..
__ADS_1
"ia dav.. ada apa.."dengan sisa sisa kekuatan hati yang masih dimiliki freya berusaha bertanya pada dava
" selamat yah akhirnya kamu lulus "ujar dava memberi selamat pada freya
"ia makasih .." jawab freya pelan
keduanya sejenak terdiam seakan teringat akan janji janji mereka berdua yang kala itu memang sudah tidak ada harapan lagi untuk bersatu.
"maapin aku frey, pada akhirnya aku ga bisa nepatin janji aku sma kamu." tiba tiba ucapan dava terlontar begitu datar di telinga freya
freya diam dia mulai merasakan matanya mulai membasah..
"aku gapapa ko dav..aku udah lupain semuanya, " jawab freya
dava yang mendengar jawaban freya pun diam dia merasakan ada hal yang begitu sakit dalam hatinya .
'secepat itu kamu lupain semuanya frey' gumam dava dalam hati..
dan pikiranya pun tertuju pada hal dimana saat siang tadi dava melihat freya sedang berdua dengan arga di depan sekolah nya.
"kamu mungkin sekrang lebih bahagia bersama dia frey"ucap dava
" aku tau.. kalau disisi kamu skarang sudah ada orang lain frey.."
freya diam berusaha mencerna perkataan dava
dan ia berusaha keras mengingat kembali kalau tadi siang dia hanya bersama temannya
dan.......
terlintaslah pikiran tentang arga..
yah dia ingat kalau tadi selain bersma teman temanya freya juga bersama arga.
"maksud kamu arga.?"
dava diam saat mendengar mulut freya mengucapkan nama arga tepat ke telinganya.
__ADS_1
kini hanya ada hening disana..
"kamu bahagia..?" tanya dava selang bberapa saat kemudian
freya pun masih diam bingung dengan apa yang harus ia jawab ...
sesungguhnya dalam hatinya masih ada perasan yang besar terhadap dava.
sesungguhnya freya tidak pernah menginginkan perpisahan yang harus mereka alami saat ini.
tapi bagaimanapun juga freya mengelak sekeras apapun freya menolak nya ini mungkin adalah takdirnya..
sesuatu yang harus ia lakukan sebagai bentuk balas budi terhadap pa wisnu orang yang dulu sudah menyelamatkan perusahaan mendiang ayahnya ...
"dav aku mohon jangan pernah menanyakan tentang kebahagiaan sma aku" jawab freya dengan sedikit terbata
"kenapa ??"tanya dava
"udah dav aku mohon jangan pernah mempermaslahkan ini lagi. kmu udah tau kan apa yang jadi alesan kita harus kaya gini..
karena,sekeras apapun kita pada akhirnya kita emang gaakn pernah bisa bersatu.. itu kerena tuhan memang ga nakdirin kita sebagai dua orang yang berjodoh."
"kamu yang membuat kita seakan tidak berjodoh frey..
kamu yang membuat aku dengan terpaksa tetap harus memilih clara.
kamu yang ga pernh mau berjuang memperjuangkan semuanya..."jawab dava tegas
sedangkan freya yang mendengar jawaban dava pun hanya diam..
dalam hatinya membenarkan bahwa apa yang ia katakan itu semuanya adalah benar ..
tanpa terasa matanya kini tengah membasah dan air matapun tengah memenuhi pelupuk matanya
" aku minta maaf dav " ucap freya lirih tanganya sambil mengusap air matanya yang kini tengah menetes di pipinya.
"aku sayang sma kamu frey.." ucap dava mwngutarakan hatinya
__ADS_1
sedangkan freya ia hanya bisa menangisibapa yang ia dengar dari mulut dava ..
****