
keesokan harinya freya kembali ke sekolah seperti biasanya
saat teman temannya asyik mengobrol
bercanda tawa di kelas
freya malah diam dan bermalas malasan
dia hanya diam dan membenamkn wajahnya di atas meja.
malla yang melihat freya seperti itu pun tidak tega apalagi saat mendengar cerita dari meta kalo kemarin arga sempat menelponnya kembali
" frey udahlah elo ga usah mikirin dia lagi..
gada gunanya elo mikirin dia " ucap mala sedikit menghibur ..
freya pun menoleh ke arah mala namun wajahnya masih terbenam ke meja
rasanya ia sangat malas untuk menjawab semuanya..
usaha nya selama 6 bulan untuk melupakan arga dan membiasakan hidupnya tanpa argaPUN seakan semuanya runtuh, seakan semuanya terasa sia sia saat
orang yang telah melukainya itu dengan secara tiba tiba kembali menghubungi nya.
keempatnya terdiam dan suasana disana pun hening
tak ada yang bisa dilakukan oleh temn teman freya selain memberi suport pada sahabatnya itu.
****
siang itu cuaca cukup cerah dava yang daritadi sibuk mengerjakan segala pekerjaanya pun berhenti dan melihat jam kalo waktu menunjukan pukul 1.
"waktunya makan siang " gumam dava pada dirinya sediri..
dava pun beranjak dari kursi nya memutuskan keluar untuk makan sendirian karena hari ini clara sedang ada acara ritual shooping bersama teman teman kuliahnya.
namun belum sampai kakinya melangkah keluar ruangan, tiba tiba langkahnya terhenti dia melihat buku novel yang ada diatas meja yang terletak persis di sebelah kiri pintu kantornya
ia menghentikan langkahnya dan membawa novel itu keluar sekalian dengan tas kerjanya ..
drrtt..... drrrtt....
suara getar ponsel freya..
meta yang melihat ponsel freya menyala pun laangsung mengangkatnya...
" hallo .." sapa meta
" ia maaf freya nya ada?" tanya seseorang dari sebrang sana
" hmmm sori ini siapa yah ?" tanya balik meta pada orang di dalam telpon
dava yang mendengar pertanyaan itu pun hanya diam dan berpikir kalo ternyata freya memang belum menyimpan nomber nya di kontak ponselnya.
" halloooo sori ini siapa ?" tanya meta penasaran
dava pun sadar dari lamunanya " ohh sori kalo boleh tau freya kemana yah ...?"
" freya lagi ke toilet sebentar .. ada yang bisa dibantu, nanti gua sampein sma freya " ucap meta
" ohhh ywdah nanti aku telpon balik " jawab dava
" hmmmm ... ok "
klikk suara telpon pun berkahir
meta yang penasaran pun hanya terdiam
dan tak lama saat telpon di tutup ponsel freya kembali bergetar namun kali ini bukan panggialn telpon melainkan sebuah pesan.
tak lama freya datang dan duduk kembali di sebelah kanan meta ..
meta pun memberikan ponsel freya padanya
"tadi pas elo ke toilet ada telpon dari cowo "ucap meta
freya diam dan melihat ke arah meta, dengan seketika rasa penasaran langsunng menghampiri nya.
dan freya pun membuka sebuah pesan
__ADS_1
" sebagai hukuman karena kamu tidak menyimpan nomberku di kontak ponsel mu,
kamu aku tunggu 100 detik dari sekarang di depan gerbang sekolah"
seketika mata freya terbelalak lebar dia mengernyitkan dahinya karena kaget melihat isi dari pesan yang diterimanya..
freya langsung bangkit dari duduknya dengan cepat dia membereskan semua buku buku yang masih tergeletak di meja dan memasukannya ke dalam tas.
ketiga temannya yang kaget karena ulahnya hanya diam dan menatap freya ..
" temen temen sori gue ada urusan, kalo boleh gue pamit duluan yah.
bye....." ucap freya meminta izin pada sahabat sahabatnya sambil berlalu pergi..
mala meta dan rani hanya saling pandang dan mereka hanya diam sambil membiarkan freya pergi..
di lorong sekolah freya trus berlari..
mengejar kesempatan 100 detik yang dava berikan pada freya..
entah apa yang membuat freya hingga mau menuruti perintah dava saat itu.
yang jelas dalam hatinya freya tidak mau sampai terlambat untuk sampai di depan gerbang sekolah.
dari kejauhan dava melihat freya berlari kecil..
ia memperhatikan setiap langkah kecil dari kaki freya, dengan sesekali freya berlari sambil membenarkan tas gandongnya yang hanya ia selipkan di satu tangan kirinya dan ia pegang oleh tangan kananya di depan tubuhnya.
freya pun sampai ...
dengan nafas yang masih terengah engah freya berhenti tepat di depan dava..
ia sedikit membungkuk sambil memegang kedua lututnya dan sedikit terbatuk batuk..
dava yang melihat freya seperti itupun tertawa sambil menyodorkan sebotol air pada freya .
" setidaknya dengan kamu berlari kecil seperti itu beban hati kamu berkurang 20%"
ucap dava yang sekarang ikut ikutan membungkuk dan bicara tepat dihadapan muka freya ...
freya terdiam.
" kamu sengaja ngerjain aku?" tanya freya dengan gaya memegang pinggang meskipun nafasnya masih sedikit ngos ngosan
dava pun hanya tersenyum melihat kelakuan freya ..
sedangkan freya hanya menatap dafa sedikit sinis namun masih memberikan kesan senyuman kecil.
" temani aku makan siang nanti aku kasih hadiah" ucap dava sambil membopong freya memasuki mobilnya ...
setelah 30 menit di perjalanan ..
akhirnya keduanya sampai di sebuah tempat makan ..
keduanya turun dari mobil dan memasuki cafe yang beraksen sedikit eropa itu.
dava melangkah mendekati freya
dan tanganya menggenggam tangan kanan freya
entah itu disadari keduanya atau tidak namun yang jelas saat mereka menemukan tempat duduk keduanya saling bertatapan melihat kalau tanganya sudah saling menggenggam .
freya yang sadar akan hal itu langsung melepaskan tanganya.
dava pun hanya tersenyum dengan senyuman melankolisnya..
" ini sebenarnya ada acara apa kamu bawa aku kesini?" tanya freya.
sambil membenahkan diri dari posisi duduknya
dava yang sudah duduk dengan nyaman pun hanya tersenyum
" udah ga usah banyak tanya sekarang kamu pesan makanan yang banyak biar kurusnya kamu ilang" jawab dava.
freya yang mendengar jawaban dari dava pun seketika menutup mulutnya
dan mulai memikirkan ucapan dava.
kalo beberapa bulan ke belakang memang bb nya turun drastis
__ADS_1
dan ia sadar itu terjadi setelah dirinya ditinggalkn arga.
makanan pun tiba..
seorang pelayan menyuguhkan makanannya pertama pada freya lalu ke dava.
tanpa perasaan apa apa freya makan dengan lahap kerena tidak di pungkiri karena saking sibuknya memikirkan urusan patah hatinya terhadap arga sejak kemarin freya memang belum makan.
lebih tepatnya malas makan !
suasana di meja sangat hening hanya ada suara sendok dan gerpu yang saling beradu dengan piring..
dava yang melihat freya makan dengan terburu buru pun tersenyum,
saking lahapnya freya makan dia sampai tidak menyadari bahwa ada sisa makanan yang tertinggal di tepi bibirnya...
dava yang melihatnya pun tertawa. lalu ia mengambil tisu dan mulai menyusutkannya pada bibir freya..
dengan perlakuan dava yang seperti itu secara tiba tiba freya pun kaget.
seketika ia menghentikan makannya
dan memegang tangan dava
freya malu terlihat raut wajahnya memerah..
mereka saling pandang..
ada perasaan aneh yang dava rasakan
entah itu apa,yang jelas sejak dava pertama kali melihat freya di coffe shope sore hari
saat itu dirinya sedang membuat profosal untuk pemasaran perusahannya namun tak sengaja dava melihat freya duduk termenung di pojok cafe ,
ia melihat freya saat itu sangat hancur ada sisa sisa air mata yang membuat matanya sembab
saat itu timbul lah rasa iba terhadapnya dan dava berusaha untuk mendekati freya namun dalam satu kedipan saja saat dava hendakn membereskan laptopnya freya menghillang.
sampai akhirnya tanpa sengaja dava menabrak nya dari belakang dan terjadilah insiden kopi panas tumpah mengenai freya.
bebberapa saat kemudian dava pun tersadar akan perbuatanya itu terhadap freya,
saat ia melihat cincin pertunanganya bersama clara terpasang dijari tengah nya
dava pun kembali ke posisi semula
freya yang sejak tadi sudah dibuat malu pun hanya diam dan keduanya saling tersenyum..
meskipun tatapan mereka sekarang tidak tentu arah
waktu menujukan pukul 3 sore ..
mobil dava pun terhenti di sebuah rumah bergaya minimalis
dava mematikan mobilnya dan menghela nafas sebentar...
" maksih yah udah mau nemenin aku makan" ucap dava pada freya yang baru saja mau membuka pintu mobil
freya balik menoleh ke belakang melihat dava dengan seksama saat dirinya berkata begitu.
"kita kan temen kenapa si harus ada ucapan terima kasih segala" jawaban freya seolah menghncurkan suasana yang tiba tiba terasa sangat formal itu..
dava tersenyum kecil pada freya..
dan saat freya akan keluar dava menarik tangan kananya freya ..
sontak freya dibuat kaget dengan tindakanya itu..
dipegang lah tangan freya dengan erat oleh dava dan tak lama disimpan lah buku novel di atas telapak tangan freya
" kalo punya kisah cinta itu yah diberesin neng " ucap dava sambil memberikan novel yang tempo hari belum selesai dibaca oleh freya
sontak freya tersenyum lebar pada dava ..
ia pun segera keluar dari mobil dava dan memeluk novel itu.
tak lama freya melambaikan tanganya pada dava
dan mobil fortuner hitam itupun melaju sampai tidak terlihat lagi oleh freya
__ADS_1
*****