
Ken dan Kai saling bertatapan satu sama lain ketika mereka sudah sampai di mansion keluarga Derlene tapi nona mudanya terlihat sangat terlelap dalam tidurnya, dan mereka tidak berani untuk membangunkan nya
" Kai aku tidak berani menyentuhnya, coba kau masuk ke dalam siapa tahu ada tua Addi atau tuan muda dan kau bisa meminta tolong kepada mereka " seru Ken dan Kai mengangguk lalu dengan cepat Kai setengah berlari ke dalam mansion
sedangkan mobil milik Alexader baru saja tiba di halaman mansion bahkan Alexader melihat Ken yang berdiri di samping mobil yang selalu mengantar Freya kemana pun. Alexader dengan cepat membuka pintu mobil dan berjalan ke arah Ken
" tuan muda Alexader " sapa sopan dan ramah Ken
" ada apa kau menunggu disini ? " ucap Alexader menatap wajah salah satu bodyguard Freya
" maafkan saya tuan muda, nona Freya tertidur di dalam dan Kai sedang memanggil tuan Addi untuk membopong Nona Freya " jelas Ken dan Alexader segera membuka pintu mobil itu dan benar saja wajah cantik itu sedang terlelap dalam tidurnya
tanpa basa-basi Alexader dengan sigap membopong tubuh Freya dengan sangat hati-hati lalu ia berjalan ke arah mansion dan saat di ambang pintu ia melihat tuan Addi bersama dengan Kai
" biar aku saja dad " seru Alexader pelan dan tuan Addi mengangguk setuju
Alexader segera membaringkan tubuh Freya dengan hati-hati agar Freya tak terbangun dari tidurnya lalu Alexader melepaskan sepasang sepatu yang masih melekat di kaki indah Freya lalu ia mengecup singkat pucuk kepala Freya dengan sangat lembut
" tidurlah dan bermimpi lah dengan indah, aku sangat mencintaimu " ucap Alexader dan mengusap kepala Freya lalu ia berjalan dan meninggal kan kamar milik Freya
***
tuan Addi sedang duduk bersama dengan istrinya mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius, bahkan nyonya Daisy hanya menatap dan memandang ke arah luar jendela dengan mata yang berkaca-kaca, tuan Addi hanya menghembuskan nafasnya secara perlahan
" apa yang sedang kau fikirkan " tanya tuan Addi sambil menyesap teh buatan istrinya
" tentu saja tentang ayahku yang tiba-tiba muncul lewat orang-orang nya " ucap nyonya Daisy
__ADS_1
" lalu tindakan apa yang harus kita ambil ? apa kita harus pergi dari negara ini dan mengasingkan Freya ke tempat terpencil untuk menghindari mereka " tanya tuan Addi dan nyonya Daisy langsung menatap ke arah suaminya
" aku tidak tau " lirih nyonya Daisy dan airmatanya langsung turun begitu saja tanpa permisi hatinya berkecamuk tak menentu bagaimana ayahnya mengetahui keberadaan dirinya serta Freya
" sudahlah, aku yakin ayahmu tidak akan melukai putri kita " ucap tuan Addi dan nyonya Daisy hanya menatap suaminya dengan tatapan sendu
" aku takut mereka mengambil Freya dari kita. Kau tau sendiri bagaimana sifat dan sikap ayahku keinginannya adalah mutlak tanpa bisa dibantah ! bahkan aku yang membantahnya ! lalu dengan tega ia memutuskan hubungan darah diantara kami '' Isak nyonya Daisy lagi dan tuan Addi hanya terdiam menatap sendu wajah cantik istrinya yang itu
" mom, mengapa kau menangis " ucap Adriano dan nyonya Daisy serta tuan Addi tersentak akan kedatangan tiba-tiba Adriano dengan cepat nyonya Daisy mengusap air matanya " katakan mom, ada apa ? " tanya Adriano lagi yang mulai penasaran dengan pembicaraan kedua orang tuanya
" tidak ada apa-apa nak " lembut nyonya Daisy yang mengelus pipi Adriano lembut " apa pekerjaan mu sudah selesai ? " tanya nyonya Daisy dan Adriano mengangguk cepat
" mom kau tidak pandai berbohong " ucap Adriano tapi nyonya Daisy hanya tersenyum
" sudahlah, mom tidak apa-apa percayalah '' ucap nyonya Daisy lagi yang melirik ke arah suaminya " dimana Alexader dan Alfino ? '' lanjut nyonya Daisy
saat mereka sedang asyik berbincang suara pecahan sesuatu terdengar nyaring disana hingga membuat ketiganya terkejut dan memandang satu sama lain
" apa yang terjadi " gumam tuan Addi
Freya tak sengaja memecahkan Gucci yang berada di kedua sisi anak tangga karena ia kurang fokus dan kepala nya terasa berdenyut bahkan para pelayan pun dengan sigap membantu nona mudanya untuk berdiri
" Freya " pekik nyonya Daisy tuan Addi dan Adriano dengan sigap membantu Freya
" apa yang terjadi ? " tanya tuan Addi
" maaf dad, aku tak sengaja memecahkan Gucci di sini karena kepala ku terasa sangat pusing " lirih Freya dan seketika mereka sangat cemas, tuan Addi dengan sigap menggendong putrinya dengan setengah berlari menaiki setiap anak tangganya
__ADS_1
Adriano dan nyonya Daisy menyusul dibelakang nya, tuan Addi mendobrak pintu kamar Freya sedikit kasar dan langsung membaringkan tubuh Freya dengan sangat hati-hati
" mom " manja Freya dan nyonya Daisy segera mendekat ke arah Freya dan duduk tepat disamping nya sedangkan Adriano segera menghubungi dokter keluarga Derlene
" kau demam ?" cemas nyonya Daisy dan Freya hanya memeluk ibunya dari arah samping " Freya kenapa bisa seperti ini " nyonya Daisy semakin cemas karena tubuh Freya sedikit bergetar bahkan tuan Addi pun tak kalah khawatirnya
tak lama dokter keluarga Derlene datang dengan nafas terengah-engah dan Adriano dengan cepat menyuruh dokter itu untuk memeriksa kondisi Freya
bahkan tua Addi tak mau beranjak dari ranjang putrinya begitupun dengan nyonya Daisy, sedangkan Adriano hanya menatap sendu ke arah Freya
" dia hanya demam dan sepertinya ia kelelahan serta memakan makanan yang kurang sehat " jelas dokter Arvan dengan tenang tuan Addi hanya menatap wajah putrinya yang sedikit lebih pucat, sedangkan dokter Arvan sedang menuliskan beberapa resep obat untuk freya
setelah Arvan selesai memeriksa kondisi Freya Adriano segera mengantar Arvan sampai pintu utama
nyonya Daisy dan tuan Addi merasa cemas melihat kondisi Freya yang terbaring lemah dan mata indah itu menutup karena tertidur, tuan Addi sangat menyayangi Freya
setelah dirasa Freya tertidur dengan nyenyak tuan Addi dan nyonya Daisy meninggalkan kamar Freya dan menutup pintu berwarna putih itu dengan perlahan
sedangkan di lantai bawah ketiga tuan muda Derlene sedang menunggu kedua orangtuanya
mereka ingin berkata sesuatu tapi itu di rasa tidak pantas sekaligus menanyakan kondisi Freya
" sayang '' seru nyonya Daisy lembut dan duduk di samping Alexader dan dan tuan Addi duduk di kursi tunggal
" mom, bagaimana kondisi Freya " tanya Alexader karena saat dokter Arvan keluar dari kawasan nasional Derlene Alexader segera bertanya siapa yang sakit
" masih demam tapi sekarang ia sedang tidur, tapi ia belum sempat meminum obatnya " ucap nyonya Daisy menjelaskan " oh Adriano apa kau sudah menebus resep nya " tanya nyonya Dasiy lagu dan Adriano mengangguk
__ADS_1
" entah apa yang terjadi dengan Freya, dokter Arvan bilang ia kelelahan menang nya dia melakukan apa " ucap Adriano membuka suara kening nyonya Daisy dan tuan Addi seketika mengkerut, benar yang dikatakan Adriano, tuan Addi berencana menghubungi salah satu bodyguard Freya tapi itu semua di tahan oleh sang istri dan ia berkata " itu semua urusan wanita " nyonya Daisy berkata dengan nada tegas membaut tuan Addi menciut seketika bagaikan kucing manis yang patuh pada tuannya