
Nyonya Daisy dan tuan Addi menatap bingung sebuah mobil asing yang berada di halaman mansion rumahnya. Kerutan kebingungan itu bertambah saat seorang lelaki bertubuh gempal turun dan memberikan sebuah anggukan yang sangat sopan.
" Kau? " ucap nyonya Daisy memicing saat melihat sebuah simbol yang menjadi ciri khas tata istana ayahnya. Lelaki itu hanya tersenyum ramah kepada nyonya Daisy dan tuan Addi.
" Aku utusan tuan agung untuk menemani keluarga anda selama dalam perjalanan menuju istana '' ucap lelaki itu dan nyonya Daisy terlihat heran pasalnya kepergian mereka ke istana itu tak siapapun yang mengetahuinya.
" Kau jangan lupa siapa ayahmu sayang '' ucap tuan Addi dan nyonya Daisy menatap sekilas lalu mengangguk saja. Benar dirinya tak bisa meremehkan sang ayah yang pasti sudah menebar para anak buahnya untuk berjaga terutama untuk Freya.
Akhinya keluarga Derlene memasuki mobil mewah itu dengan tipe turbo dan sangat cocok untuk berpergian bersama keluarga. nyonya Daisy masih diam dan menatap lurus kedepan sedangkan Freya asyik bermain game di ponsel milik Alfino hingga Adriano dan Alexander hanya menggeleng Melihat tingkah Freya saat ini.
" Kau siapa namamu? Apa aku mengenal mu dulu " ucap nyonya Daisy tiba-tiba memecahkan keheningan yang ada disana.
" Tentu saja. Aku seorang pengawal yang direkrut langsung oleh tuan Addi saat putri Daisy.. maksud ku nyonya Derlene berusia sepuluh tahun '' ucap lelaki matang itu dengan nada yang sangat sopan dan lugas.
" begitukah? itu artinya kau sudah sangat lama mengikuti ayahku '' ucap nyonya Daisy dan lelaki itu mengangguk dengan tersenyum tipis.
Perjalanan mereka hanya penuh dengan keheningan hanya ada celotehan Freya yang sedang bersenda gurau dengan ketiga kakak nya. Hingga mereka sudah tiba di bandara dimana jet pribadi milik tuan Addi sudah siap untuk mengudara dengan gagah.
Freya berjalan bergandengan tangan dengan nyonya Daisy sedangkan ketiga kakak nya berjalan beriringan dibelakang bersama dengan tuan Addi dan beberapa pengawal yang terlihat berjaga-jaga dari jarak yang cukup dekat.
Freya yang menyadari jika banyak nya para pengawal ayahnya semakin mengeratkan tangannya pada sang ibu, nyonya Daisy yang menyadari sesuatu segera hanya bisa membalas erat genggaman tangan sang putri.
" Jangan takut sayang. Mereka semua nya anak buah Daddy mu.'' ucap nyonya Daisy terlihat sangat mengetahui dengan ketidaknyamanan Freya.
__ADS_1
" Ya aku mengerti Mom. Tapi haruskan sebanyak ini ? '' tanya Freya lagi.
" Demi keamanan keluarga kita '' ucap nyonya Daisy hingga Freya hanya mengangguk dan tak bertanya lagi. Sebuah pesawat berlogo D itu sudah menunggu.
Seorang lelaki yang diketahui berprofesi sebagai seorang pilot tampak berdiri berbaris dengan ketiga pramugara dan tampak menunduk dan memberikan kesan hormat pada keluarga Derlene.
" Maaf jika mengganggu waktu mu. '' ucap tuan Addi menepuk pelan bahu kekar seorang lelaki yang akan bertugas untuk mengendalikan pesawat terbang pribadinya.
" Tidak masalah tuan Derlene. Ini sudah menjadi tugas saya '' balas nya dan tuan Addi mengangguk dan tersenyum tipis. Tuan Addi terlihat menuntun sang istri dan juga putrinya Freya. Tampak ketiga pramugara itu mencuri-curi pandang kepada Freya.
Freya tampak kagum dengan interior pesawat pribadi milik sang ayah yang mendominasi warna gelap dan terlihat sangat elegan dengan kursi penumpang kelas bisnis yang dilengkapi fasilitas lainnya.
" Freya duduklah disini. " ucap Adriano seraya menunjuk sebuah kursi penumpang single yang sangat nyaman untuk di duduki oleh Freya.
Tak lama kemudian dirasa semuanya sudah siap pesawat berlogo D itu mulai berjalan perlahan dan cepat hingga mengudara dan meninggalkan tempat sebelumnya dengan begitu cepat.
*******
Tampak hunian yang sangat mirip dengan istana terlihat ramai. Freya menatap kagum pada bangunan indah itu manik indahnya terus menatap ke sekeliling setiap beluk halaman luar.
Nyonya Daisy dan tuan Addi terpaku sesaat kala melihat bangunan yang sudah lama tak mereka lihat bahkan pijakki. Nyonya Daisy tampak tersenyum saat melihat bangunan milik sang ayah yang sedikit berubah jauh lebih indah.
" Putri Daisy " ucap seseorang dengan sedikit menunduk sopan. Nyonya Daisy memicing karena merasa tak asing dengan wajah lelaki dihadapannya. " Mari masuk tuan agung jerrick sudah menunggu. Nyonya Daisy mengangguk dan menggenggam lengan suami nya erat. Sedangkan Freya memilih berjalan di belakang kedua orangtuanya bersama dengan ketiga kakak nya.
__ADS_1
Para penghuni istana itu seketika berjejer dan menunduk sopan saat sang ibu berjalan melewati mereka. Freya tampak terkekeh saat melihatnya. Pintu yang besar dan menjulang tinggi itu siap untuk dibuka.
KLEKKKK
ramai? sangat ramai. Nyonya Daisy menatap sosok agung yang sedang duduk dengan tenang di kursi kebesarannya Tampak disamping kiri dan kanan nya dua lelaki paruh baya dengan tubuh tegap sempurna sedang tersenyum lembut menyambut kedatangan nyonya Daisy.
" Kakak " lirih nyonya Daisy saat melihat kedua kakak nya. Kedua lelaki itu tersenyum dengan manik yang berkaca-kaca. Adik perempuannya kini sudah berada di dalam ruangan yang sama seperti dulu. Tuan agung Jerrick nampak tersenyum lebar menandakan jika dirinya sangat bahagia.
nyonya Daisy segera mendekat begitupun dengan tuan agung seraya memberikan tanda hormat kepada sang tuan rumah. Ketiga tuan muda Derlene berserta Freya hanya menjadi penonton saja karena mereka sungguh asing di sini.
" Daisy kemari lah '' ucap tuan agung jerrick kepada putrinya dan nyonya Daisy mengangguk dan berjalan mendekat pada sang ayah. Kini mereka saling berhadapan satu sama lain tuan agung Jerrick segera memeluk tubuh putrinya erat. " Akhinya kau datang juga '' hanya itu yang diucapkan oleh tuan agung Jerrick kepada Daisy.
Tuan Addi yang sedari tadi melihat istri dan ayah mertuanya sungguh merasa terharu sebab nyonya Daisy rela meninggalkan keluarganya hanya untuk hidup dengan dirinya hingga saat ini.
" Addi! " ucap tuan agung Jerrick lagi dan tuan Addi menatap manik yang sama persis dengan putrinya itu " kemari lah apa kau tidak ingin memeluk aku sebagai ayah mertua mu? '' Picing tuan agung Jerrick hingga suami putrinya itu mengangguk kikuk dibuatnya. " Selamat datang di kediaman ku Addi '' ucap tuan agung Jerrick dengan menepuk pelan bahu kekar tuan Addi.
'' Terimakasih " ucap tuan Addi tersenyum menimpali perkataan ayah mertuanya itu. Pandangan tuan agung Jerrick jatuh pada ketiga tuan muda Derlene dan berakhir pada Freya yang sedari tadi seperti orang bingung pada umumnya.
Tuan agung Jerrick mengajak keluarga nyonya Daisy untuk menuju ruang tamu yang sangat mewah. Bahkan kedua anak lelakinya beserta istri dan para anaknya ikut berada di antara mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih tahap revisi yah tinggalkan jejak untuk author yah
__ADS_1
TnQ ❤️❤️❤️