
'' Ken Kai '' panggil Freya kepada dua bodyguard nya
" ada apa nona ? " tanya Ken yang masih fokus menyetir sedangkan Kai duduk di di depan bersama dengan Ken
" aku ingin memakan bakso boleh '' ucap Freya dengan mata memelas nya Ken dan Kai memang sudah diberitahu untuk tidak memberi izin Freya untuk memakan sembarangan
" tapi nona, bagaimana jika tuan besar marah " saut Kai dan Freya langsung cemberut
" kali ini saja, aku ingin sekali memakannya " ucap Freya memelas dan akhirnya kedua bodyguard itu mengangguk setuju
Freya memberikan alamat langganan nya bersama dengan juliana ketika mereka menamakan bakso di luar area kampus
Freya dengan antusias memesan tiga porsi bakso untuk dirinya beserta kedua bodyguard nya
Ken dan Kai terlihat sungkan makan satu meja bersama nona mudanya,mereka merasa tak pantas tapi Freya tak memperdulikan masalah itu Freya menganggap keduanya seperti seorang teman
" Ken Kai come on! anggap aku teman mu " ucap Freya lagi
" baiklah " ucap keduanya pasrah
mereka pun segera memakan secara bersama-sama Freya sangat senang karena kedua bodyguard nya itu mau menuruti keinginannya
tak jauh dari itu beberapa orang berwajah asing sedang mengawasi Freya dan dua bodyguard nya bahkan mereka mengkerut bingung kala melihat menu yang dimakan oleh Freya mereka mengirim potret Freya kepada seseorang
***
" jika aku tidak bisa mendapatkan Freya dengan cara kasar maka aku akan menggunakan cara halus untuk membalaskan dendam ku pada ayahnya " smirk Dion
" kau sepertinya berambisi sekali ingin mengusik keluarga mereka Dion " cibir Patricia
" tentu saja karena mereka ayahku sampai detik ini koma dan belum tahu pasti kapan ia akan sadar ! kau tahu ini sudah tahun keberapa ? dan ayahku tidak menunjukan titik terangnya untuk sadar " geram Dion dengan menatap tajam Patricia
" aku merasa ganjal dengan cerita dan penuturan mu kala itu Dion ! jika memang dia yang melakukannya mengapa ia tak kabur saja justru ia malah menopang kepala ayahmu di kakinya bukankah itu sesuatu yang ganjal " ucap Patricia yang menatap Dion tak kalah tajam
" jadi kau menyalahkan aku ? jelas-jelas dia yang melakukanya karena dia yang memegang senjata itu " ucap Dion tegas tak mau terbantahkan membuat Patricia mendengus kesal
__ADS_1
" aku ingatkan kali ini saja Dion, kau mau menyelidikinya lagi dan harus lebih terperinci jangan sampai kau menyesal di kemudian hari setelah kau mengetahui kebenarannya apalagi kau melibatkan seorang gadis yang tak bersalah " ucap Patricia lalu meninggalkan Dion yang masih duduk termenung
Dion mengepalkan tangannya erat-erat Patricia sahabatnya sendiri bahkan tak percaya dan terkesan meragukan alibi Dion
amarah yang menggunung terpancar dari sorot matanya kala ia mengingat dimana ayahnya terluka karena beberapa luka tusuk di tubuhnya yang menyebabkan ayahnya koma sampai detik ini
lalu Dion mengambil photo Freya dan memandangnya dalam dalam lalu tersenyum kecil
mata seorang Freya ! hidungnya ! bibirnya ! fitur wajahnya sangat sempurna bahkan freya terlihat asing jika dibandingkan dengan gadis yang lainnya
lihatlah, saat pertama kali aku melihatmu hatiku seperti terseret akan pesona mu Freya ! apakah aku sudah jatuh cinta padamu ? tidak ! tidak ! aku tidak boleh jatuh cinta pada putri yang telah membuat ayahku koma, kau adalah senjata untuk menghancurkan ayah mu Freya ! ya kau adalah senjataku . batin Dion
setelah selesai menuruti keinginannya Freya mengajak Ken dan Kai untuk berbelanja berburu barang yang disukai oleh Freya
Ken dan Kai hanya mengangguk pasrah menuruti keinginan sang nona mudanya
sepatu, tas , dress bahkan sebuah gaun pun tak luput dari pandangan Freya
" Ken tolong kau suruh mereka untuk membungkus kan dress yang berada di rak ini " ucap Freya dan Ken pun mengangguk
Freya terlihat memilih dan memilah sepatu mana saja yang cocok dikakinya itu sudah ada tiga buah pasang yang menjadi pilihannya
BRAKKKKKK
AWHH !
seorang wanita menabrak Freya dengan sangat keras, Ken yang melihat itu langsung membantu nona mudanya berdiri
" Miss Eva " ucap Freya yang terkejut saat melihat siapa yang menabraknya itu
" tenyata kau ! " sinis Miss Eva mendelik ke arah Freya dan Freya hanya tersenyum menanggapi
" maaf Miss aku tidak sengaja " ucap Freya sopan
" kenapa nona yang meminta maaf ! seharusnya wanita itu yang meminta maaf kepada nona karena telah menabrak anda nona " ucap Ken lagi dan Freya hanya menggeleng pelan seolah mengatakan tidak apa-apa
__ADS_1
" baguslah jika kau sadar ! lain kali pakai lah matamu untuk berjalan " ucap angkuh Miss Eva
" jaga bicara mu nona ! " geram Kai kepada Miss Eva
" sudah Kai tidak apa-apa ayo kita tinggalkan tempat ini " ucap Freya yang menarik tangan kedua bodyguard nya tapi saat Freya akan melangkah dan meninggalkan tempat itu dengan sengaja Miss Eva menjegal kakinya kedepan hingga Freya terjatuh
BRAKKKKKK
" nona " pekik Ken dan Kai yang langsung menolong Freya Miss Eva hanya tersenyum sinis, karena Freya membuat dirinya di pecat sebagai dosen dan Alfino lah yang melaporkan nya kepada rektor membuat Miss Eva dipecat secara tidak hormat
PLAKKK
Freya terkejut saat mendengar suara tamparan keras disana,
seorang wanita berpakaian sangat rapi begitupun dengan rambutnya di ikat simpel menjadi satu, menampar Miss Eva di depan umum dengan sangat keras bahkan Ken dan Kai terkejut melihat aksinya
" jaga sikap mu jangan menjadi wanita arogan jika tidak ingin bahaya mengintaimu ! " seru tajam seorang wanita yang usianya cukup matang Freya Ken dan Kai tertegun seketika
" beraninya kau menamparku ! " pekik Miss Eva yang hendak menampar balik tapi dengan cepat tangan nya langsung terpelintir ke belakang sampai ia merintih kesakitan
" jangan berani macam-macam jika tangan mu masih ingin tinggal di tempat nya " sengit wanita asing menatap tajam Miss Eva lalu menghempaskan tangan nya dan mendorong kasar tubuh Miss Eva hingga ia jatuh tersungkur
lagi-lagi Freya tertegun bahkan ia meneliti setiap wajah dan ekspresi wanita asing yang menolongnya, cara bicaranya yang tegas, raut wajahnya yang tegap, sikap nya yang disiplin dan penuh wibawa membuat Freya bertanya-tanya siapa wanita ini ?
Miss Eva memilih pergi dari tempat itu dengan sejuta malu melingkupi dirinya
" tuan putri tidak apa-apa ?" seru wanita asing itu dengan ramah sontak membuat Freya terkejut tuan putri ? seakan sadar akan perkataan nya wanita asing itu langsung meralat kembali
" ahh maaf maksud ku, nona tidak apa-apa " ucap wanita asing itu terlihat kikuk
" tidak apa-apa terimakasih " ucap sopan dan ramah Freya semua itu tak luput dari pantauan Ken dan Kai
" baiklah jika begitu saya permisi nona " ucap nya lagi dan Freya mengangguk lalu tersenyum lembut
setelah kepergian wanita asing itu Freya memilih mengakhiri kegiatan nya lalu mengajak kedua bodyguard nya untuk pulang .
__ADS_1