Freya

Freya
episode 21


__ADS_3

bruk.....


suara tubuh dava yang ia rebahkn secara kasar di ranjang nya.


dava yang masih mengenakan pakaian basah dan kotor itu tidak memperdulikan keadaanya..


yang ada dipikiranya saat itu hanyalah ucapan ucapan freya yang tadi sore ia lontarkan padanya...


dava frustasi dengan semua keadaan ini..


kenapa hatinya bisa dengan tiba tiba berubah saat dia sudah mempunyai clara...


kenapa cinta itu datang terlambat saat dia sudah memiliki clara..


cekrek....


pintu kamarnya yang tiba tiba saja terbuka itu membuyarkan semua lamunannya tentang freya...


dava bangkit dari tidurnya dan memandangi sesosok wanita yang kini tengah berdiri dihadapanya...


"jadi kamu rela ngebatalin janji sama aku itu cuma karena bela belain cewe slingkuhan kamu itu?" tanya clara sinis sambil melipatkann kedua tanganya di dada


dava mendongkakan matanya dan melihat ke arah wajah clara yang marah...


"maksud kamu apa ngelakuin itu semua sama freya..?" tanya dava pelan


clara menyunggingkan bibir nya keatas menatap dava penuh dengan amarah...


sejenak clara membungkukan badanya


kini wajah mereka pun saling berhadapan


"kamu marah ?" tanya clara menekankan kata katanya...


dava melihat wajah clara kesal dia memalingkan wajahnya ke arah lain.


lalu ia berdiri dan melangkah menuju lemari


tanpa memperdulikan clara yang sedang menunggu jawabanya disana


dia membuka pintu lemari dan mengambil baju serta celana pendek dari dalam lemarinya itu.


dan setelah itu dava melangkah menuju kamar mandi.


clara yang kesal dengan kelakuan dava yang sperti itupun langsung menghmpiri pintu kamar mandi dan berteriak mengetuk pintu itu berkali kali


"dava jawab aku..!!!!!"


dava masih diam tak menjawab.


"ok kalo kamu masih terus deket sma dia jangn salahin aku kalau aku berbuat lebih buruk lagi sama dia " ucap clara dengan nada mengancam...


suasana hening sejenak..


tak lama dava membuka pintu dan keluar dari kamar mandinya..


"ini yang bikin aku berpaling dari kamu clara ." ucap dava sambil memandang clara tajam..


"ia ia ia....aku tau... karena dia ngegunain tubuhnya kan buat ngambil kamu dari aku." jawaban clara sontak membuat dava emosi...


dava geram dengan kelakuan clara.


dia berusaha menahan emosinya sebisa mungkin..


"cukup clara cukup...lebih baik kamu pergi sekrang ..."usir dava pada clara


clara menggelngkan kepalanya bibirnya tersenyum sinis pada dava.


"seberartinyakah dia buat kamu dava...


sampai sampai kamu berani usir aku dari sini.. ??


inget dava aku itu tunangan kamu..kamu itu milik aku.dan gaakn pernah aku biarain satu orangpun ngerebut kamu dari aku..


apalagi si pelacur murahan itu -


plak......


clara memegang pipinya yang perih karena tamparan dava..


pipinya memerah dan memanas ..pelupuk matanya mulai basah dan air matanyanpun tumpah seketika.


" maafin aku clara" ucap dava sambil melihat ke arah clara tidak percaya.bahwa dirinya bisa melakukan itu secara tidak sadar..


"aku ga maksud nyakitin kamu clara" ujar dava sambil merengkuh kedua bahu clara


clara diam menunduk dan menangis histeris


"kamu liat ajah dava... apa yang bakalan aku lakuin ke dia setelah ini " clara pergi keluar dari tempat itu setelah sebelumnya mengancam dava..


dava yang masih shock karena telah menampar clara pun hanya diam


dia *** rambutnya dan mengusap kasar wajahnya.


membiarkan clara pergi dengan rencananya..


*********


keesokan harinya...


freya berangkat kesekolah seperti biasanya...

__ADS_1


sekolahnya yang tinggal hanya 1 bulan lagi pun ia manafaatkan degan selalu berkump bersama teman temannya.


karena setelah lulus skolah mereka bisa dipastikan tidak akan bisa seperti sekarang karena mereka sudah memilih kampus dan jurusan kuliah yang berbeda beda.


"guys.. ga kerasa yah cuma tinggal 1 bulan lagi kita bakalan lulus sma " ucap rani ditengah tengah keneningan teman temannya yang sedang sibuk memakan makanan siangnya.


"hmmm.." gumam ketiganya sambil terus mengunyah makanan dimulutnya


"pokonya nanti kalo kita udah kepisah di kampus masing masing jangan sampai loe bertiga luapain gue" ucap rani heboh sendiri


" ok ok rani ku sayang... udah yah mending sekarang loe makan dulu tuh makan siang loe sebelum keburu bel sekolahan berbunyi baru tau rasa loe" jawab mala yang sambil terus melahap baksonya..


rani pun memonyongkan mulutnya


tanda merasa kesal pada mala.


sedangkn meta dan freya hanya tersenyum melihat keduanya...


jam sekolah pun berakhir...


semua murid berhamburan keluar dari kelasnya masing masing.


freya berjalan bersama ketiga temannya di tengah keramaian para murid.


keempat sahabat itu kini berada di lapangan tempat meta memarkirkan mobilnya...


meta dan rani telah masuk ke dalam mobil ...


namun rani dan freya mereka masih diluar mobil melihat ke arah depan gerbang,


setelah sebelumnya rani menyenggol lengan freya dan menunjukan seseorang yang kini tengah berdiri di depan gerbang pada freya


"hey loe bdua pada ngapain masih diluar?"tanya meta yang hanya mengeluarakn kepalanya di jendela mobil.


serentak freya dan rani melihat ke arah meta...


"loe bertiga mending duluan ajh ..gue masih ada urusan sebentar.." ucap freya.


rani dan meta saling pandang sejenak


"loe yakin kalo loe sendiri bisa frey?" tanya rani ragu....


freya tersenyum lalu mengangguk pelan pada rani.


"ok kalo gituh.. kita duluan yah frey..


gue harap masalah loe sma dia cepet kelar..gue ga mau liat loe sedih terus"ucap rani sambil memeluk freya..


"ia udah gue kesana yah.." ijin freya pada rani ...


rani pun mangangguk dan berjalan memasuki mobil sambil sesekali tatapanya masih menatap freya yang sekarang mengarah ke arah gerbang sekolah.


****


freya menghentikan langkahnya tepat di depan dava ...


ia orangg yang berdiri di depan gerbang sekolahanya itu adalah dava..


dava sengaja bolos kerja hanya untuk menunggui freya dari pagi hingga sore...


dan usahanya itu berhasil setelah bberapa hari kebelakang dava tidak bisa menghubungi freya lewat telpon dan pesan.


"mau apa lagi kesini ?" tanya freya sambil menatap ke sembarang arah..


dava diam dia hanya memandangi wajah kekasihnya yang sudah ia rindukan sejak bberapa hari kemarin.


dava mengangkat tanganya dan meraih tangan freya kasar...


dia tetap diam namun tanganya kini mendorong paksa tubuh freya hingga masuk kedalam mobil


setelah itu dava pun denagan buru buru memasuki mobil .


freya yang kebingungan dengan sikap davapun hanya diam tidak berani menolak dan tidak berani protes...


karena sesungguhnya dalam hatinya ada rasa rindu yang amat besar pada dava..


rasa rindu yang tidak bisa ditahan seakan ia ingin memeluk laki laki brengsek yang kini tengah di sisinya.


" kita mau kemana?" tanya freya tegas


namun dava hanya fokus pada setirnya tanpa menoleh dan tanpa menjawab pertanyaan dari freya...


"dava !!!!!!" terika freya..


namun lagi lagi laki laki itu hanya diam seribu bahasa.. malah sesekali ia mengencangkan laju mibilnya hingga diatas km rata rata..


beberapa menit kemudian dava dan freya tiba di sebuah apartemen .


ia dava akhirnya membawa freya ke apartemenya ...


dia memarkirkan mobilnya di basement...


dengan cepat dava mematikan mobil dan buru buru keluar..


setelah itu ia pun mengarah ke arah pintu kiri lalu membuka kasar pintu mobilnya dan seera meraih tangan freya keluar...


kini tangan freya ada di genggaman dava..


namun genggamannya saat ini berbeda tidak seperti genggaman genggaman sebelumnya..


dava terus menarik tangan freya tanpa satukata apapun

__ADS_1


hingga kini keduanya sampai di lantai 12


ting...


pintu lift pun terbuka


kini keduanya sampai di depan pintu apartemen dava..


dengan cekatan dava memencet paskode pintunya dan kini terbukalah pintu itu..


dava masuk sambil terus menyeret tangan freya dan dengan gerakan sekali hentak dava menjatuhkan tubuh freya pada sofa panjang yang ada di sana..


tubuh freya jatuh terhambur kedalam sofa itu


dengan perasaan heran bercampur kaget freya hanya diam dan menatap dava bingung..


"maksud kamu apa bawa aku-


dan tiba tiba saja dava mencium kasar bibir freya..ia trus melumat bibir freya dengan ganas tanpa memberi ruang untuk freya bernafas...


freya yang mndapatkan serangan secara tiba tiba itu hanya diam tanpa membalas ciuman dava,dia hanya diam merasakn lumatan lumatan lembut dari dafa...


perlahan tapi pasti...


kini freya mulai membalas lumatan dava.


tanganya yang sejak tadi diam terjulur kebawah kini sudah mulai merangkul memeluk tubuh dava keduanya hanyut dalam ciuman mesra itu..


kini nafas keduanya mulai saling memburu...


lidah dava seakan mengabsen semua yang ada dalam mulut freya..


dengan sangat lihay dava terus memutar dan melilit lidah freya....


freya pun hanyut dalam ciuman panas itu...


"aku sayang kamu freya"ucap dava sensual di depan bibir freya


namun freya tidaak menjawabnya ia hanya memejamkn matanya dan menganggukan kepalanya.


dava kembali mencium bibir freya...


kini ciumanya mulai mengarah ke leher jenjang milik freya diciuminya belahan leher freya oleh dava dengan sangat lembut.


kini tanganya mulai meraih tas dari pundak kekasihnya itu dan meletaknya di sembarang tempat.


dan entah sejak kapan kini tangan dava sudah mendarat di dada freya..


dava mulai *** dada sintal freya dari luar...


nafasnya keduanya kini mulai tidak beraturan.


perlahan dava meraih tubuh freya kedalam pelukannya sambil bibir terus saling berpautan..


dan secara perlahan juga dava membuka satu persatu kancing seragam freya.


sedangkan freya terus menerus menikmati setiap ciuman yang diberikan oleh dava


"dav jangan." ucap freya tersadar sesaat setelah dava membuka seragam


dava diam dan menghentikan ciuamanya


"aku butuh kamu sayang " bisik dava di telinga freya


"tapi dav...,-


lagi lagi dava menghentikan ucapan freya dengan ciuman panasnya.


kini dava mulai meraih tubuh freya dan mengangaktnya ke kasur


direbahkanya tubuh freya diatas ranjang yang berukuran besar itu.


dan dava mulai membuka kemejanya dan melemparnya ke lantai,kini keduanya sudah telanjang dada di datas kasur ..


keduanya terus beradu mulut untuk saling menciumi hingga mereka larut di dalamnya.


hingga saat dava hendak menyibakan rok sekolah freya ke atas


tiba tiba saja telponya bedering...


dava yang mendengar nada ponselnya itu dibuat kesal bukan main.


dengan terpaksa dava turun dari ranjangnya dan mengangkat panggilan dariponsel nya itu.


sedangkan freya ia yang seakan sudah sdar dari posisinyapun langsung meraih selimut yang ada di pinggiran ranjang itu..


"baik pa saya segera kesana " ucap dava mengakhiri pembicaraannya di telpon.


suasana hening sejenak..


dava pun melihat ke arah freya yang kini tengah trsipu malu oleh nya..


dava hanya tersenyum dan menncium kening freya ...


"maapin aku yah.. aku janji aku aku akan beresin semuanya demi kamu." ujar dava.


freya pun tersenyum


namun dalam hatinya ia merasa aneh karena rasa marah yang kemrin seolah hilang di telan bumi..


*************

__ADS_1


__ADS_2