
pagi itu freya sedang tertidur pulas badannya demam tinggi setelah kemarin sore dia kehujanan.
mala terus mengecek keadaaan freya ia terus mengomperes dahi freya yang masih panas itu.
" dav....." tiba tiba terdengar freya menggumam membelah keheningan antra freya dan meta.
meta yg melihat freya sudah sadar pun langsung memanggil mala
" freya..elo udah sadar...?" tanya meta yang kini merubah posisinya ke pinggir freya ..
freya sedikit mengerjapkan matanya.
sengan dibantu oleh meta freya lalu mulai bangkit dan bersandar duduk di kepala ranjang.
freya meringis merasakan pusing di kepalanya..
keduanya terdiam meta menatap freya dalam seolah mencari tau hal apa yang sudah terjadi sampai membuat sahabatnya itu pingsan di tengah jalan.
"syukurlah loe udah sadar..gue sampe khawatir semaleman tiba tiba elo pulang di anterin orang kesini .." ucap meta
freya diam..melirikan matanya ke sembarang tempat.
mencoba melupakan hal yang ia alami semalam kini masih saja terlintas dipikirannya.
"gue laper " ucap freya
meta yang masih terdiam dan mendengar freya berkata seperti itu pun lagsung tersenyum ..
" yawdah bentar yah gue ambin dulu bubur buat elo kebawah..tdi kebetulan gue juga udah masakin bubur buat loe .." ucap meta sambil berlalu keluar kamar menuju dapur
freya pun mengaguk tanda mengiyakan ucapan meta.
tak lama meta keluar tiba tiba freya mendengar suara ponselnya bergetar...
ia meraih ponsel yang terletak dari nakas pinggir ranjang nya.
'DAVA CALLING'
terlihat panggilan dari dava tertera di depan layar ponselnya.
freya menghela nafas panjang saat melihat layar ponsel nya yang terus bergetar itu..
"buburnya udah siaaap " ucap meta tiba tiba dibalik pintu kamar ..
freya yang kaget pun langsung melihat ke arah meta dan tersenyum melihat meta yang sudah membawakan makanan untuknya
freya menindihkan ponselnya di bawah bantal dan mengabaikan panggilan dari dava.
"loe makan yang banyak yah biar sehat lagi.. belom laggi kaki loe kan belom sembuh bener " ucap meta sambil menyuapi freya
freya mengaguk pelan dan memberi senyuman pada meta.
" oh ya tadi dava telpon sama gua katanya ntr sore dia mau kesini"
teg....
hati freya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.setelah mendengarkan ucapan dari meta.
dia memelankan kunyahannya seakan rasa nafsu makannya hilang dengan seketika.
raut wajahnya berubah menjadi pucat...
met yang melihat sahabatnya itu sedikit berubah pun keheranan.karena meta memang belum mngetahui tentang apa yang sudah f
terjadi sebenarnya.
"loe baik baik ajh kan ?" tanya meta
" ia " jawab freya kecil
meta tersenyum kecil mendengar jawaban dari freya.itu tandanya memang freya baik baik saja dipikirnya.
"yawdah klo gitu sekarang loe cepatan makannya trus abis itu elo mandi juga .. nanti kan dava mau kesini" suruh meta sambil menyuapkn suapan terakhirnya pada freya
freya pun membuka mulutnya seolah menuruti perkataan temannya itu
__ADS_1
tak lama pun freya sudah menyelesaikan makannya itu..
meta sibuk membereskan sisa sisa wadah yang sudah kosong dan sisa sisa kulit buah jeruk yang sudah habis.
dia lalu beranjak pergi meninggalkn freya untuk menyimpannya ke dapur
" met " ucap freya menghentikan langkah meta yang sudah di ujung pintu ..
metta menoleh ke arahnya...
" bisa en-ngga hmmm... kalo nanti dava ga usah dateng ajah kesini" ucap freya ragu.
meta membulatkan matanya pada freya kaget dengan apa yang diucapka oleh temannya itu.
" memangnya kenapa?" tanya meta heran
freya yang melihat raut muka meta yang heran kepadanya pun hanya diam dan Mengurungkan niat nya
dia menggelengkan kepalanya dan tersenum ke arah meta
" engga jadi ko.. " jawab freya
meta yang aneh dengan tingkah freya pu hanya tersenyum dan membalikan kembali badanya menuju ke luar kamar.
sore tepat pukul 5 ...
sebuah mobil pun berhenti di depan sebuah halaman rumah
jalanan saat itu masih terlihat basah karena guyuran hujan yang datang sejak pukul 2 itu baru saja terhenti sekitar 15 menit yang lalu.
dan ranting ranting daun yang jatuh ke jalananpun seakan ikut menghiasai cuaca yang terasa dingin saat itu.
freya yang sedang duduk di teras rumah pun melihat dengan seksama ke arah depan.dia melihat sosok yang ia kenali keluar dari mobilnya dan mulai berjalan menuju ke arahnya
" sore sayang ..." ucap dava sambil menciium kening freya
freya diam..dia ta menggubris sedikitpun sapaan dari kekasihnya itu yang kini tengah duduk sambil keheranan melihat tingkah freya
" are you ok baby?" tanya dava prlan sambil meraih tangan freya.
tanpa melihat ke arah dava.
"harusnya kamu ga usah kesini" ucapan freya sambil membuang muka terhadap dava.
dava kaget ..ia tidak percaya kalau freya bisa berkata seperti itu padanya..
apalagi setelah dava semalam mendapat kabar dari meta kalau kemarin freya pingsan dijalanan dan sekarang tengah sakit.
dalam batinya... di merasa lebih menderita lagi karena di saat dirinya tau kondisi kekasihnya tapi dia tidak bisa dengan cepat menemuinya karena ditahan oleh clara.
"kamu marah sayang?" tanya dava yang kini tengah berlutut dihapdan freya.
freya tertegun diam dia melihat wajah kekasihnya itu dan mencari tau apa benar yang dikatakan oleh wanita semalam yang sudah menghadangnya dan memarahinya.
sampai sampai dia berani memerintahkannya untuk menjauhi dava..
freya tidak kuat menahan hatinya yang sedang marah itu.. dia bingung apa yang harus dilakukannya saat itu apa dia harus menanyai dava dengan sejelas jelasnya agar dia berkata jujur tentang siapa sebenarnya wanita itu ..
atau malah freya harus mencari tau sendiri tentang wanita itu...
freya mencoba menyingkirkan tangan dava yang sedang meraih kedua tanganya..diamemutuskan untuk menghidnar dari dava..
namun saat dirinya berdiri kepalanya tiba tiba terasa pusing...
memang karena kondisinya yang belum stabil.
" aku bawa kamu ke dalem yah " ucap dava pada freya yang kini tengah ada dalam pelukannya.
dava membawa freya ke dalam dan mendudukannya di sofa
freya trus memegang kepalanya yang pusing itu..
dia hanya pasrah dengan posisi dava yang masih terus memeluknya
keduanya hening sejenak..
__ADS_1
hanya terdengar suara gemericik air diluar sana karena hujan yang tadi sudah reda kini mulai turun lagi...
freya bangkit dari pelukannya dava...
lalu ia menatap dalam dalam kedua mata dava.
"aku boleh ngomong sesuatu sama kamu..?" tanya freya
dava mengangguk menandakan ia setuju ...
freya pun melepaskan nafasnya pelan pelan..
ia mwngumpulkna semua keberaniannya untuk mempertanyakan siapa wanita kmrin sebenarnya..
" apa kamu ada wanita lain selain aku?"
tegh...
dada dava berdetak sedikit lebih cepat..dia kaget dengan pertanyaan freya padanya..
"kenapa tiba tiba kamu nanya seprti itu sayang" jawab dava menyembunyikan rasa kaget nya..
freya diam dia terus menatap wajah dava dengan segudang pertanyaannya menccari celah untuk dava menjawab dengan yang sebenarnya.
"aku harap kamu jujur sama aku dav.." ucap freya sambil memalingkan tatapannya ke arah depan..
dava pun meraih tengkuk wajah freya namun freya terus membalikan pandanganya untuk menolak ..
"apa yang ngebuat kamu bertanya seperti itu sayang..?" tanya dava yang seolah sudah menyerah pada freya..
"kemarin aku didatengin seorang perempuan dava..." tegas freya yang membuat suasana pun seketika hening.
dava terdiam kaget mendengar freya berbicara seperti itu.
sedangkan freya ia terlihat sedih dan sesekali menitikan air matanya...
" dan kamu tau apa yang dia ucapin kemarin sama aku dava,dia nyuruh aku untuk jauhin kamu dava..
siapa dia sebenarnya..?" tanya freya pada dava yang tertegun diam
" jawab aku dava !" sentak freya sekali lagi.
dava pun mengangkat kepalanya yang sejak tdi tertunduk kebawah..
dia melihat ke arah mata freya yang kini tengah basah oleh air matanya.
"aku bisa jelasin semuanya sayang..tapi aku mohon kamu tenang dulu " jawab dava sambil memegang kedua pundak freya
"aku udah ga mau dengerin penjelasan kamu..
lebih baik kamu pulang" usir freya sambil menyeka air matanya di pipi..
" gak..gak.. sayang aku bisa jelasin semuanya sama kamu"
"jelasin apa lagi si dav..." tekas freya menghentikan pembicaraan dava.
mereka sejenak saling pandang.
freya menatap dava sedih..
sedangkan dava , dia hanya diam merasa bersalah pada freya.
"aku rasa kejadian kemarin sudah cukup untuk jadi penjelasannya. "jawab freya
dava masih terdiam membisu.
"dan aku rasa kita cukup sampai disini" ucap freya sambil beranjak bangun dari duduknya.
belum sempat freya melangkah dava sudah menghadangnya dari depan .
dava memegang lengan freya erat namun tak sampai membuatnya kesakitan..
"aku bisa jelasin semuanya sayyang.. tapi aku mohon jangan pernah kamu tinggalin aku" ucap dava memohon
*********
__ADS_1