
sesampainya di mansion utama keluarga Derlene, Freya segera naik ke lantai atas karena tubuhnya merasa lengket, Tapi belum sampai dirinya melangkah suara bariton pria menghentikan langkahnya.
" Haii nona " ucap bariton itu dengan dingin lalu Freya menoleh dan alangkah terkejutnya saat ia melihat Adriano dan juga Alexander di ikat dengan mulut nya di lakban.
" kakak " ucap Freya dengan mata terbelalak lebar, tak lama Alfino datang dan ia pun tak kalah terkejut. Beberapa orang mulai nampak disana Freya semakin takut dengan keadaan.
tuhan apa lagi ini. batin Freya.
" ternyata Addi mempunyai seorang putri yang sangat cantik " ucap lelaki itu dengan melangkah secara perlahan menuju kearah Freya, Alfino segera berjalan dan ingin menjauhkan Freya tapi tiba-tiba beberapa orang memegang tangannya dengan erat, Alfino berontak dengan kasar hingga.
BUGHHHHHH
" kakak " pekik Freya saat melihat Alfino di pukul oleh seseorang dengan sebuah balok tepat di punggung nya hingga Alfino jatuh tersungkur.
lelaki itu sudah berada di hadapan Freya, dan gadis cantik itu terlihat sangat ketakutan saat mata lelaki asing sedang menatapnya dengan liar.
" siapa kau ! " pekik Freya marah terhadap lelaki itu, dan lelaki itu hanya bisa tersenyum tipis melihat Freya yang seperti itu.
" Kau terlihat seksi jika sedang marah " ucap lelaki itu dengan membelai pipi Freya lancang.
PLAKKK
Freya menamparnya hingga lelaki itu sedikit memalingkan wajahnya kesamping, ketiga tuan muda Derlene tentu sangat terkejut dengan perbuatan Freya.
" hmm.. aku anggap ini sebuah perkenalan yang manis " Kekeh lelaki itu dan dengan cepat ia menangkap tubuh Freya hingga Freya memberontak.
PLAKKK
lelaki itu menampar Freya keras hingga Freya tersungkur jatuh ke lantai, ketiga tuan muda Derlene sangat marah dan mencoba untuk melepaskan ikatan yang membelenggu tangannya.
lelaki itu menjambak rambut Freya hingga membuat Freya meringis kesakitan.
" Aku tak suka jika ada seorang wanita yang memberontak " bentak lelaki itu dan Freya menatap tajam lelaki asing di hadapannya.
" sakit lepaskan. " rintih Freya dengan mata yang berkaca-kaca, tapi seringai lelaki itu muncul saat menatap wajah Freya yang begitu sangat sensual dengan bibir yang merah mereka, dan lehernya yang jenjang seakan meminta untuk di kecup.
__ADS_1
" kau sangat cantik " ucap lelaki itu dengan mengendus aroma Freya dan mengecup lancang lehernya dihadapan banyak orang termasuk ketiga tuan muda Derlene.
" tidak.. lepaskan aku.. jangan aku mohon " Isak dan berontak Freya saat lelaki asing yang tak ia kenal kini sedang menikmati lehernya dengan buas hingga Freya merintih saat lelaki itu menggigitnya dengan kasar.
PLAKKK
lagi-lagi Freya ditampar, hingga ujung bibirnya robek dan sedikit mengeluarkan darah. Lelaki itu marah dan menatap Freya tajam.
" bawa wanita ini, aku menginginkan nya. " titah lelaki itu dan dengan cepat beberapa orang membawa Freya keluar, ketiga tuan muda Derlena menatap tajam pada lelaki yang sudah memperlakukan Freya seperti itu.
" hmm aku akan membawanya, dan aku akan menikmati malam ku dengan putri Addi Derlene " sinis lelaki itu.
DODODORDODODOR !!
suara tembakan itu membuat semuanya terkejut bukan main, lelaki asing itu dan lainnya segera keluar hanya meninggalkan ketiga tuan muda yang kondisinya masih terikat.
di luar ternyata Freya melakukan hal yang diluar batas, ia mengingat apa yang telah diajarkan oleh Shafira saat dirinya belajar ilmu bela diri walaupun hanya sebentar.
Dan kini Freya memegang senjata api di dalam genggamannya, dan beberapa orang telah tergeletak tak sadarkan diri dengan luka tembak di tubuhnya.
Alfino berusaha untuk membuka kan ikatan yang membelenggunya dan pada akhirnya ia berhasil, dengan cepat ia melepaskan Adriano dan juga Alexander.
" bajingan itu harus mati " marah Adriano saat ikatannya terlepas, lalu mereka dengan segera menyusul ke halaman depan dimana suara selongsong senjata membuat mereka penasaran.
Freya menatap ketiga kakaknya dengan sendu, air matanya tak berhenti menetes.
" hahaha mengancam ku ternyata " ucap lelaki itu dengan tawa nya.
BUGHHHHHH
DODODODOR !!
Alfino menendang punggung lelaki itu hingga tersungkur dengan keras sedangkan Alexander langsung menembak cepat orang-orang asing di sekitar.
Freya terkejut dan justru tubuhnya bergetar, ia benci dengan keadaan seperti ini, perlahan pistolnya menurun dengan pandangan yang menunduk.
__ADS_1
BUGHHHHHH
BRAKKKKKK
Uhukk
Alfino dan Adriano memukul lelaki itu dengan membabi buta hingga benar-benar puas. Alexander kini sedang bermain dengan beberapa senjatanya. Tak lama Ken dan Kai datang mereka terkejut karena melihat kekacauan yang terjadi.
" nona " ucap Ken saat melihat Freya yang hampir tumbang, Freya berusaha untuk tetap sadar ketakutan dalam dirinya semakin menjadi saat ia melihat Adriano menusuk lelaki itu dengan sadis.
" Freya " pekik Alexander saat melihat Freya jatuh pingsan tak sadarkan diri di pelukan Ken sedangkan Kai ikut membantu tuan mudanya.
" cepat bawa ia " pekik Alfino dengan dengan segera Ken membawa Freya menuju rumah sakit terdekat.
Adriano benar-benar marah begitupun dengan yang lainnya. Lelaki itu tewas dengan luka lebam dan tusukan dalam tubuhnya, mayat-mayat bergelimpangan begitu saja aroma darah mulai tercium di pelataran mansion keluarga Derlene.
nafas para tuan muda begitu tersengal saat mereka baru saja melampiaskan amarahnya yang begitu memuncak tak karuan. Kai lelaki itu segera menghampiri tuan mudanya.
" tuan, kalian tak apa ? '' cemas Kai.
" Tidak. Tolong urus mereka semua. " ucap Adriano lalu menghubungi seseorang di sana, hingga tiga puluh menit berlalu beberapa orang datang dengan pakaian serba hitamnya mereka semua menunduk pada Adriano.
" bereskan mereka. Dan kirim mayatnya ke markas milik Alfino untuk dijadikan santapan hewan kesayangannya " titah Adriano tegas dan orang-orang itu mengangguk patuh.
Alexander sudah menghidupkan mobilnya untuk segera menyusul Ken yang membawa Freya menuju rumah sakit, Adriano dan Alfino langsung menerobos masuk ke dalam mobil Alexander.
" sial. Bagiamana bisa mereka masuk dan ada apa dengan kalian berdua. " tajam Alfino.
" aku pun tak mengerti, tiba-tiba mereka masuk saat kami sedang bersantai dan pada akhirnya kami tak bisa melawan karena senjata api sialan itu mengarah padaku dan juga Adriano. '' ketus Alexander dengan mengemudikan laju mobilnya dengan kecepatan penuh.
Ken sudah membawa Freya kerumah sakit terdekat dan segera mengirimkan pesan kepada salah satu tuan muda Derlena. Ken tak paham dengan apa yang terjadi bahkan ia menunggu nona mudanya di luar karena Freya sedang ditangani.
Hingga tiga puluh menit berlalu tiga lelaki berwajah datar dan dingin berada di ruang sakit yang terbilang besar, bahkan para dokter umum begitu terkejut karena kedatangan para pengusaha muda yang tersohor di kota itu.
Hingga mereka dengan cepat menuju ruang rawat Freya sesuai dengan yang Ken katakan. Adriano terlihat sangat begitu khawatir apalagi bayang-bayang lelaki itu yang telah lancang menyentuh Freya nya dengan begitu intens.
__ADS_1