
Alfino seorang dosen yang selalu dielu-elukan oleh mahasiswinya sendiri, karena paras nya yang tampan dan perawakannya yang tegap sempurna menjadikan ia idola bagi kaum hawa, tak jarang para mahasiswi akan sangat iri dengan kedekatan Alfino dan sang primadona kampus, siapa lagi jika bukan Freya Derlena.
Hari ini adalah hari untuk Alfino menghabiskan waktu bersama Freya, dan Freya menyetujui ajakan Alfino yang akan membawanya untuk bersenang-senang.
" Kak " ucap Freya setengah berlari dan memeluk kilas Alfino, " Ayo, " ucap Freya antusias dan Alfino mengangguk kecil lalu membuka kan pintu mobilnya untuk Freya.
mobil mewah berwana putih itu mulai meninggalkan area dan kawasan universitas. Alfino tampak menimbang-nimbang akan pergi kemana, sedangkan Freya asik melihat beberapa koleksi sepatu yang baru saja diluncurkan oleh brand ternama melalui tablet nya.
" kau ingin membeli nya ? '' tanya Alfino lembut.
" memangnya boleh ? '' tanya balik Freya dengan mata berbinar nya membuat Alfino tersenyum manis.
" Apapun untuk mu Freya bukankah sudah pernah aku katakan sebelumnya '' ucap Alfino dan Freya tampak mengangguk antusias.
hingga mereka telah sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang sangat terkenal dengan barang-barang mewahnya yang bernilai fantastis.
Alfino tampak menggandeng pinggang Freya dengan posesif hingga Alfino bisa menghirup aroma menggoda dari tubuh Freya. Beberapa pasang mata selalu melihat kearah mereka dan Freya tampak mengacuhkannya begitupun dengan Alfino, hingga langkah nya terhenti di salah satu toko yang menyiapkan sepatu-sepatu wanita.
" pilihlah " seru Alfino dan Freya tampak berjalan dengan perlahan untuk melihat koleksi terbaru dari toko tersebut, dengan diikuti oleh seorang pegawai lelaki dibelakangnya.
Alfino tampak melihat Freya dari kejauhan nampak jelas terlihat jika lelaki yang menjadi pelayan itu menatap penuh nafsu akan tubuh Freya nya.
Alfino menggeram marah tapi sebisanya ia tahan karena tak ingin merusak mood Freya yang sedang antusias untuk memilih barang-barang yang diinginkan Freya nya.
setelah beberapa menit berlalu mereka keluar dari toko itu dengan membawa dua buah paper bag karena Freya hanya memilih dua pasang hills lucu yang akan menghiasi lemari kacanya.
Freya tampak bergelayut manja di lengan Alfino hingga tangan seseorang memisahkan jarak mereka, dan Freya tersentak begitu saja.
__ADS_1
" Alina '' tajam Alfino dan Alina hanya diam lalu menatap Freya tajam. Alfino segera mendekat kearah Freya yang sedang diam saja.
" Kau tak apa ? " tanya Alfino lembut dan Freya menggeleng pelan.
" siapa dia kak ? apa karena dia kau selalu menolak ku ? " tanya Alina marah dan Alfino menatap tajam Alina sedangkan Freya ia bingung bukan main.
" omong kosong apa yang sedang kau bicarakan Alina ! " tekan Alfino lagi.
'' tidak perlu mengelak nya kak, apa karena wanita ini ? " tanya Alina dengan mata yang berkaca-kaca " dan kau ! " tunjuk Alina kepada Freya " dasar wanita tak tau diri dengan mesranya kau bergelayut manja di lengan kak Alfino " marah Alina dan Freya semakin bingung.
" jaga batasan mu Alina, " ancam Alfino dan langsung membawa Freya pergi dari sana, Freya tampak bingung dan menurut saat Alfino membawanya masuk ke dalam mobil laku menjauh dari kawasan pusat perbelanjaan.
Alfino membawa Freya kesebuah villa mewah dan tentu saja Freya senang dan takjub bukan main, tapi ia merasa aneh karena vila ini tampak kosong.
'' kak '' cicit Freya.
" Tak perlu takut Freya, ini villa milikku bagaimana apa kau suka ? " tanya Alfino dan Freya hanya mengangguk lalu mereka masuk dan mulai mengeksplor isi dari villa yang baru saja beberapa bulan menjadi milik Alfino.
GREPPP
Alfino memeluk tubuh Freya dari arah belakang, jantung Freya berdebar tak karuan dan berdetak kencang saat Alfino mulai mencium lembut bahu mulus Freya yang sedikit terbuka.
" kak Alfino " lirih Freya tapi Alfino diam saja sembari menghirup aroma tubuh Freya yang selalu memabukkan.
" Aku sangat menyayangimu Freya, dan aku sangat mencintaimu, sangat " lirih Alfino dan Freya membalikan tubuhnya menghadap Alfino yang kini sedang menatap mata nya dalam.
tangan kekar Alfino bergerak dan membelai lembut pipi Freya dengan gerakan perlahan, sekali lagi jantung Freya berdebar tak karuan saat Alfino membenarkan seluruh rambut panjang Freya ke arah belakang.
__ADS_1
" Kau bungaku, dan kau pemilik hatiku " ucap Alfino lagi lalu Alfino mencoba untuk mendekatkan bibirnya ke bibir indah milik Freya dan mulai mencium nya bahkan sedikit **********.
Freya terdiam sesaat kala bibir kenyal Alfino mendarat di bibirnya, Freya sedikit meringis kecil saat Alfino sedikit mengigit bibir bawahnya dan pada akhirnya benda tak bertulang itu menerobos masuk dan melahap segala isinya.
" hmppp " erang Freya saat ciuman Alfino berubah sedikit liar dan terus menyesapnya tanpa henti, tangan kekar Alfino menekan tengkuk Freya agar tautannya tak terlepas.
hingga mereka berdua terbuai dan Alfino membawa tubuh Freya ke sebuah gazebo lalu merebahkan tubuh Freya dengan sangat hati-hati.
" aku pun menyayangimu kak " ucap Freya berkata dengan lirih dan Alfino hanya tersenyum lalu membelai mesra pipi Freya dan sedikit meremas pinggulnya dengan gerakan nakal, Freya mengerang tertahan dan Alfino hanya tersenyum usil.
Lalu bibirnya mengecup lembut leher Freya, benar-benar memabukkan aroma tubuh Freya dan juga perfume milik gadisnya membuat Alfino benar-benar ingin menyentuh Freya lebih dalam lagi, tapi itu semua tak akan terjadi.
'' Emmp kak " desah lirih Freya saat Alfino sedikit mengigit leher Freya dengan gemas lalu mengecupnya disana.
" Kau sangat cantik Freya, '' ucap Alfino dengan suara seraknya dan Freya hanya bersemu merah lalu Alfino membantunya untuk duduk.
wajah Freya kian merona saat Alfino terus memandang nya dengan lekat-lekat hingga bibir mereka kembali bersatu dan tentu saja Freya menyambutnya dengan baik.
bahkan matanya mulai terpejam dan menikmati setiap sentuhan Alfino kali ini, mereka saling bertukar Saliva dan saling mengecap satu sama lain tanpa sengaja Freya menyenggol benda pusaka Alfino yang sudah tegak menantang itu.
" Eghh " erang Alfino dan Freya terlonjak kaget.
'' kak, kau tak apa ? itu tadi ... '' ucap Freya merasa bersalah, tapi Alfino hanya tersenyum gemas lalu mengecup lembut dahi Freya.
" sudah tak apa Freya, aku tau kau tidak senagaja bukan ? " tanya Alfino dan Freya mengangguk polos " hmm.. tapi lain kali perhatikan gerakan mu Freya, jika seperti itu lagu maka aku tak akan melapaskan mu " goda Alfino dan membuat Freya melotot seketika.
" Kakak " rengek Freya dan Alfino tertawa lebar tapi Freya mendengus kesal.
__ADS_1
Hari itu benar-benar indah dimana Alfino selalu memperlakukan Freya layaknya seorang kekasih, bahkan Alfino akan bertingkah posesif jika ada pria asing yang sedang menatap Freya nya penuh damba.
kau pemilik hati ini Freya, ini adalah tempat mu dan tak akan ku biarkan orang lain mengambilnya dari mu. batin Alfino.