Freya

Freya
49


__ADS_3

Alexander terus menenangkan Freya yang sedang menangis tersedu, bahkan Alexander memeluk tubuh Freya yang kini sedang bergetar karena terisak.


" jangan menangis Freya, aku mohon. '' bujuk Alexander " ceritakan padaku, apa yang terjadi ? " ucap Alexander menangkup wajah Freya yang memerah dan mengusap air mata sialan itu yang mangalir semakin deras.


ingatannya hanya menuju sang ayah yang kini sedang murka, bahkan Freya menyadari betapa kecewanya tuan Addi saat Freya berbohong terhadapnya, Freya merasa bersalah dan sangat menyesal harusnya ia tak berbohong.


" hiks..hisk.. kak, Daddy marah padaku, dia pasti sangat kecewa karena aku telah berani membohonginya. " Isak Freya lagi dan Alexander hanya diam menyimak, berbohong ? tentang apa.


" berbohong tentang apa Freya ? " ucap Alexander lagi dan pada akhirnya Freya menceritakan seluruhnya tanpa terlewatkan, Alexander sungguh terkejut bukan main tapi ia tak tau harus bersikap bagaimana.


Alexander memeluk erat tubuh itu dan membawanya kedalam dekapan, Freya memeluk tubuh itu tak kalah erat hingga Freya merasakan pusing pada kepalanya. Dan Alexander menyadari itu tentu saja cemas.


" Freya.. heii " ucap Alexander saat melihat Freya yang memegang kepalanya dengan mata yang mulai terpejam, Alexander terus menepuk pelan pipi Freya agar tetap sadar tapi nihil akhirnya Freya tak sadarkan diri begitu saja diperlukan Alexander " Freya ! " panik Alexander, lalu ia menaruhnya dengan hati-hati tubuh itu dan dengan cepat Alexander menghungi dokter keluarga Derlene. Lalu memberi tau kan hal ini pada keluarganya.


sudah hampir satu jam Freya belum juga sadarkan diri, membuat tuan Addi merasa cemas dan panik bahkan dokter Arvan mengatakan jika Freya hanya kelelahan dan merasa tertekan.


sontak nyonya Daisy menatap tajam sang suami, lalu Adriano beralih ke ranjang Freya dan mengelusnya dengan lembut.


setelah memberikan resep obat dan vitamin maupun suplemen akhirnya dokter Arvan pamit undur diri, dan tuan Addi mengangguk lalu ikut mengantarkan dokter Arvan hingga menuju mobilnya.


di kamar Freya nyonya Daisy tampak menangis dan Alfino merangkul ibunya dan menenangkan nya dengan lembut.


" Freya, kenapa ia selalu seperti ini " lirih Nyonya Daisy lagi.


Alexander yang duduk di sofa berwana pink pastel hanya bisa memijat pelipisnya dengan pelan tak lama tuan Addi masuk dan menatap wajah putrinya dengan sendu.


Freya melenguh sedikit dan mata indah itu mulai terbuka dengan perlahan, dengan sigap Adriano membantu Freya untuk duduk, manik silver itu menatap tuan Addi yang kini sedang menatapnya sendu.


" hiks...hikss maaf dad, maafkan aku " Isak Freya lagi dan dengan cepat tuan Addi memeluk Freya dan melabuhkan kecupan sayang di pucuk kepala Freya.

__ADS_1


" maafkan Daddy sayang, maafkan Daddy juga yang terlalu egois terhadapmu " ucap tuan Addi lirih " jangan bertindak seperti ini lagi nak, aku ayahmu dan aku akan melindungi mu dari apapun itu, Daddy sangat menyayangimu " lirih tuan Addi dan Freya hanya bisa menangis dan mengangguk kecil.


tangan indah Freya tak segan merangkul leher tuan Addi dan memeluknya sangat erat, bahkan Freya sangat merasakan kenyamanan serta kasih sayang yang tuan Addi berikan.


tuan Addi mengusap lembut air mata Freya dan mengecup dahi putrinya dengan penuh kasih sayang, Freya tersenyum manis dan tuan Addi pun membalas senyaman itu.


" sudah, putri Daddy tidak boleh menangis " ucap tuan Addi dan Freya terkekeh lucu.


*****


keesokan harinya suasana tampak hangat kembali dimana si cantik Freya sudah kembali tersenyum, saat sarapan pun berlangsung sedikit ada perbincangan ringan diantara mereka.


" sayang, mom dan Dad akan pergi untuk beberapa waktu, kau tak apa kan " ucap nyonya Daisy kepada Freya.


" mommy akan pergi kemana ? '' tanya Freya.


'' mom hanya akan mengurus masalah bisnis " ucap lembut Freya dan ketiga tuan muda hanya diam begitu pun dengan tuan Addi.


" kak Adriano nanti siang aku boleh mengunjungi mu di perusahaan, kita makan siang bersama bagaimana ? " tanya Freya dengan mata yang penuh binar.


" hanya dengan Adriano ? " Picing Alexander ikut menimpali.


" hmm bagaimana jika kita makan siang bersama di luar, kak Alex dan kak Alfino mau kan ? " ucap Freya yang penuh harap dan ketiga tuan muda itu hanya bisa mengangguk patuh pada perkataan Freya. " terimakasih kak, hari ini aku tidak kuliah karena tidak ada kelas '' ucap Freya lagi.


" benarkah ? " Picing Alfino dan Freya hanya mengangguk mantap lalu tersenyum kemudian.


waktu telah menunjukkan pukul sepuluh siang Freya yang bisa berada di rumah memutuskan untuk ke perusahaan Adriano dengan dikawal oleh Ken dan Kai.


siang ini Freya tampak begitu sangat cantik dan anggun dengan memakai dress berwarna hijau cerah dengan menenteng tas jinjing berwarna hitam yang berukuran sedang tak lupa Freya menggeraikan rambut panjangnya dan hanya di hiasi aksesoris di salah satu sisinya membuat Freya tampak lebih manis.

__ADS_1


tiga puluh menit berlalu akhirnya Freya telah sampai di perusahaan sang kakak tertua, lalu ia melangkah dengan cepat dan masuk menuju sebuah lift, semua orang terkesima akan kecantikan Freya akan tetapi mereka hanya menunduk dengan sopan dan Freya hanya memberikan senyum tipisnya.


CEKLEK


Freya membuka pintu ruangan milik Adriano dan alangkah terkejutnya saat ia melihat beberapa orang di dalamnya, membuat Freya sedikit kikuk dan tersenyum malu.


" Freya, " panggil Adriano dan Freya hanya tersenyum " kemarilah, kenapa kau masih berada di situ ? " ucap Aldiano lembut.


Freya hanya mengangguk lalu duduk disamping Adriano. Ketiga orang yang berada di dalamnya menatap Freya lekat-lekat bahkan Karina pun berada disana.


" nona, anda sungguh tidak sopan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu " ucap datar Karina dan Freya diam saja tapi tatapan Adriano menajam kepada Karina.


" tutup mulut ku Karina " ucap Adriano dengan penuh penekanan.


" kenapa tuan Adriano ? bukankah memang benar begitu adanya, kita sedang membahas meeting penting " ucap Karina lagi.


" maaf.. kak maafkan aku '' ucap Freya dengan sidikit menunduk dalam hati Freya sangat kesal dengan Karina ia tak suka wanita bermuka dua.


" tidak Freya, kau tidak pernah meminta maaf.


Karina kau sungguh tak sopan berbicara terhadap gadis ku seperti ini di hadapanku. Jangan membuat aku marah dengan perkataan mu " tegas Adriano dengan mata tajamnya dan seketika Karina terdiam dan mengepalkan tangannya erat-erat.


sial. Jalang kecil ini tak bisa dibiarkan, ia tak akan ku ijinkan untuk merebut pria ku. Ya Adriano hanya milik ku, milik Karina seorang. batin Karina.


satu jam berlalu akhirnya pembicaraan mereka selesai dengan Freya yang sibuk memainkan sebuah game dalam ponsel milik Adriano, semua itu tak luput dari rekan bisnis Adriano dan juga Karina.


" Freya " kecup mesra Adriano di pucuk kepala Freya saat orang-orang sudah keluar dari ruangannya, Freya tersenyum manis dan langsung tersenyum dengan sangat manis.


" Ini sudah siang, ayo bukan kah kau ingin makan siang bersama, Alexander dan Alfino sudah menunggu kita di restoran biasa " ucap Adriano dengan lembut dan Freya lanssung mengangguk lalu dengan sigap Adriano menenteng tas jinjing Freya tanpa ragu.

__ADS_1


Lalu mereka berdua keluar dengan Adriano yang merangkul mesra pinggul Freya dan Freya hanya tersenyum bahkan orang-orang yang melihat keromantisan itu hanya bisa menunduk dan tak berani menatap.


__ADS_2