Freya

Freya
* Acara berdarah


__ADS_3

Lelaki bernama silver itu secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada putri bungsu keluarga Derlene. Bahkan ketiga tuan muda Derlene itu menggeram marah tat kala lelaki bertubuh tinggi itu berusaha mendekati Freya nya dengan cara yang halus.


" tuan silver " ucap Freya namun jari telunjuk lelaki tinggi bertubuh kekar itu mendarat manis di bibirnya dengan lembut. Freya terpaku dengan manik yang menatap lekat.


" silver! Nama ku silver. Kau tak perlu memanggilku dengan sebutan tuan. Bukan begitu Freya " ucap silver tersenyum tipis dan membuat Freya hanya mengangguk dengan salah tingkah.


GREPPPP


BUGHHHH


" Silver! " pekik Freya terkejut saat lelaki yang duduk di sampingnya jatuh setelah mendapatkan bogem mentah dari Adriano. Freya memekik dan beberapa orang mulai menatap kearah mereka.


Silver bangkit dan mengusap sudut bibirnya yang sedikit pecah dan mengeluarkan darah. Maniknya menatap sosok Adriano yang sedang menatap nya nyalang.


" Berani sekali kau menyentuh nya! " geram Adriano dengan kesal bahkan Freya sudah memegangi lengannya untuk tak berbuat jauh dan merusak acara orangtuanya. Adriano menghela nafasnya perlahan dan menatap Freya dengan lekat.


" Silver maafkan kakak ku. " ucap Freya merasa bersalah namun Adriano tanpa sadar mencengkram lengan Freya hingga membuat Freya meringis tertahan.


" Untuk apa kau meminta maaf padanya Freya. Justru lelaki itu sudah lancang menyentuh bibir mu! " dingin Adriano menatap Freya dengan tatapan tak seperti biasa.


" Jangan seperti itu kak kau kekanakan! " ucap Freya lagi lalu Freya menatap kearah silver yang sedari tadi diam. Freya sekali lagi meminta maaf setelah itu dirinya pergi dari tempat itu.


Alexander dan Alfino justru diam saja saat kakak pertamanya sedang membuat keributan dengan menyerang silver di tengah keramaian yang ada. Bahkan tuan Addi dan nyonya Daisy yang sedang berbincang dengan rekan bisnis nya ikut terkejut saat melihat keributan yang terjadi diantara anak-anak nya.


Adriano yang melihat Freya pergi Segera mengikuti langkahnya dengan wajah datar namun sebelum itu dirinya masih sempat mengancam silver untuk tidak mendekati Freya nya.


" Tuan silver maafkan atas tindakan putraku. " ucap nyonya Daisy dan silver hanya mengangguk sopan dan tersenyum tipis.


" tidak apa-apa nyonya, ini hanya salah paham saja " ucap silver dan nyonya Daisy diam namun perasaanya sungguh tak enak karena melihat darah yang keluar dari sudut bibir lelaki berparas tampan itu. '' Terimakasih atas undangan ini nyonya jika begitu saya permisi " ucap silver lagi sedikit membungkuk dan nyonya Daisy mengangguk dan menatap kepergian lelaki itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Tuan Addi menghampiri istrinya yang masih menatap kepergian silver. Alexander dan Alfino memilih pergi dari jamuan itu dan mengejar Freya dan Adriano kelantai atas.


********


Freya memilih menuju kearah balkon dan duduk di kursi santai dengan menatap lurus kedepan. Rambut panjang nya yang indah bergerak seirama dengan semilir angin ringan yang menerpa wajahnya lembut.


Entah mengapa mood nya sangat buruk. Freya menghembuskan nafasnya secara perlahan ingatan tentang silver yang di pukul Adriano terngiang kembali.


" Freya " ucap Adriano dan Freya hanya melihat sekilas lalu memalingkan wajahnya kembali. Adriano gusar saat melihat Freya seperti mengacuhkan nya '' Freya aku tidak bermaksud " ucapan nya terhenti kala Adriano melihat senyuman tulus dibibir Freya. Wajah gadis itu terlihat berseri walaupun terlihat jelas jika gadis itu sedang tak baik-baik saja.


" Tidak apa-apa kak. Aku tak ingin mengingatnya lagi '' ucap Freya dan terus menatap lautan didepan sana dengan tenang.


Adriano melihat pergelangan tangan Freya yang memerah tanpa sadar dirinya mengutuk kebodohannya karena telah menyakiti Freya saat rasa cemburu sedang menguasainya.


" Apa acaranya masih lama? rasanya aku ingin pulang " ucap Freya tanpa mengalihkan tatapannya sedikit pun.


DORRRR


" FREYA!! " teriak Adriano terkejut saat Freya terjatuh dengan punggung yang terluka dan mengeluarkan darah. Alexander dan Alfino yang hendak membuka pintu mendadak terkejut saat mendengar suara selongsong senjata didalam sana.


Alexander dan Alfino masuk dengan tergesa. Sedangkan Adriano terus memeluk tubuh Freya yang berlumuran darah.


" Apa yang terjadi ? " pekik alfino lalu manik nya menangkap seseorang yang berjalan dengan santai di gedung tinggi yang berdampingan dengan keberadaan Freya dan Adriano berada.


Tanpa menunggu lama Adriano segera membopong tubuh Freya yang masih setengah sadar itu hingga tetesan darah berceceran di lantai marmer yang berwarna biru laut itu.


Para tamu yang hadir seakan syok kala Adriano membopong tubuh Freya dengan setengah berlari. Bahkan alfino dan Alexander sudah berlari terlebih dahulu dengan menggenggam senjata api di tangannya.


" Freya! " pekik nyonya Daisy saat melihat putrinya terluka. Tuan Addi tak kalah syok hingga rasanya dadanya berdenyut nyeri dengan tergesa mereka mengikuti Adriano menuju mobil yang akan membawa Freya ke rumah sakit.

__ADS_1


Seketika acara besar itu mendadak mencekam bahkan para tamunya menatap tak percaya dengan apa yang terjadi. Terpaksa acara besar kekuarga Derlene harus terhenti kala sang tuan rumah justru meninggalkan acara.


Rumah sakit internasional.


Adriano berteriak bak orang gila memanggil para perawat yang berjaga. Hingga tak lama beberapa perawat lelaki berlari seraya mendorong ranjang khas rumah sakit dengan tergesa.


Nyonya Daisy sedari tadi hanya menangis di pelukan sang suami. Tuan Addi bahkan tak bisa berkata apapun saat melihat darah putrinya terus menetes.


" Maaf, biarkan para dokter yang menanganinya " seru seorang perawat wanita menghadang langkah Adriano yang ingin memasuki ruangan steril.


Adriano terdiam namun tarikan di lengannya mulai menyadarkan lamunan nya. Tuan Addi menatap Adriano dengan tatapan dingin bahkan Adriano seakan terimindasi dengan tatapan lain tuan Addi.


" Apa yang terjadi! " suara tuan Addi seakan menuntut penjelasan. " Katakan! " ucap tuan Addi lagi dengan intonasi rendah.


" dad maafkan aku. Seseorang menembak Freya dari gedung yang berada disebelahnya. Sepertinya orang itu telah lama mengincar " seru Adriano tertunduk dengan perasaan yang campur aduk.


BUGHHHH


" Adriano! " pekik nyonya Daisy saat melihat putra pertamanya di berikan bogem mentah oleh suami nya sendiri. Adriano meringis dan mengusap pelan wajahnya. " Apa yang kau lakukan huh! " Marah nyonya Daisy terhadap suaminya.


Tuan Addi tak menjawab namun manik nya terus menatap dengan tajam dengan dada yang bergejolak hebat. Putrinya terluka ? seseorang menembak nya ? seseorang mengincarnya ?


" Retas semua cctv yang ada disana! Aku menginginkan orang itu hidup-hidup! " suara tuan Addi begitu terdengar seperti perintah. Adriano hanya mengangguk patuh dan menatap pintu ruangan dimana Freya berada sebelum dirinya bergerak dan bergabung dengan para saudaranya.


......................


Episode 1-58 Masih tahap revisi yah mohon maklumi 😁 dan terus kasih owee suport dengan Like, Komen, Vote, Hadiah dan fav yah.


TnQ ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2