Freya

Freya
samaran


__ADS_3

dua Minggu berlalu selama itu juga Dion selalu mengawasi gerak gerik Freya serta semua kegiatannya ia sangat berambisi untuk membalas Addi Derlene melalui Freya dan selama itu juga Dion selalu diawasi oleh kedua sahabatnya Patricia dan Erland mereka berdua tidak ingin Dion berbuat tindakkan lain yang dapat membuat dirinya rugi dan menyesal dikemudian hari bahkan Erland sudah mulai menyelidiki tentang penusukan tuan Gerald yang tak lain adalah ayah dari Dion.


" Erland aku takut Dion salah paham atas kasus yang menimpa ayahnya " cemas Patricia yang sedang duduk dan saling berhadapan dengan Erland " kau tau sendiri bagaimana sikap dan sifat Dion dan aku sudah memperingatinya untuk mencari tau kembali tentang ayahnya, dan kau tau sendiri apa jawabannya ia merasa aku meremehkan nya, dia selalu berfikir benar dengan apa yang ia lihat didepan matanya tanpa mau mencari kebenaran nya " ucap Patricia lagi dan Erland hanya menatap Patricia dalam diam


" aku akan menyuruh seseorang untuk membuka serta menyelidiki masalah itu tanpa sepengetahuan Dion " ucap Erland dan Patricia setuju


Patricia, Erland serta Dion adalah teman dari masa kecil mereka menjalin sahabat samping sekarang


Patricia seorang wanita campuran dari ayahnya yang berkebangsaan Amerika dan ibunya yang berasal dari Indonesia, ayahnya adalah rekan bisnis dan kerja tuan Gerald tapi sayang ia sudah meninggal dunia, Patricia anak dari seorang yang berpengaruh di Amerika


Erland pun sama mempunyai darah campuran dari ayahnya yang berkebangsaan Inggris dan ibunya yang berasal dari Indonesia, tidak banyak diketahui jika Erland merupakan keturunan darah biru dari seorang bangsawan yang berasal dari Inggris, ayahnya pun seorang rekan bisnis dengan ayah Patricia dan Dion karena sedari kecil mereka tinggal di Indonesia hanya sesekali saja mereka mengunjungi negara asal ayahnya.


Freya gadis itu sedang menikmati pamandangan danau bersama dengan juliana tentu saja Ken dan Kai selalu mengawasi kedua gadis itu


" Freya aku lihat kau sedang memikirkan sesuatu, apa ada yang menganggu pemikiran mu ? tanya Juliana dan Freya menatap Juliana seketika


" banyak sekali yang ku fikirkan dalam hidup ku ana " ucap lirih Freya dan menunduk kan wajahnya


" ceritakan lah kepadaku " seru juliana dan Freya seketika mengangkat wajah nya dan kini ia menatap wajah sahabatnya

__ADS_1


" aku hanya merasa aneh saja ana, dimana hidupku selalu saja dalam bahaya " ucap Freya dan Juliana mengerutkan dahinya seketika " selalu saja ada yang menginginkan aku terluka, bahkan sampai ayahku pun memberikan ku dua bodyguard yang selalu mengikuti serta mengawasiku " ucap Freya lagi dan Juliana hanya tersenyum


" sudahlah Freya jangan terlalu difikirkan " ucap ana lagi dan Freya hanya mengerucutkan bibirnya seketika dan Juliana langsung tertawa


tapi tawa Juliana terhenti ketika suara bariton asing terdengar ditelinga keduanya


" haii " sapa seorang lelaki dari arah kejauhan Ken dan Kai memperhatikan nya, Freya langsung menatap wajah khas dari pria yang tepat berdiri di sampingnya " kita bertemu lagi nona " ucap ramah pria itu dan Freya hanya mengerutkan dahinya seketika " aku orang yang membawamu kerumah sakit waktu itu, kau masih ingat " ucap pria itu lagi, ya pria itu adalah Dion


" ohh ya haii, maaf aku lupa " ucap Freya tersenyum dan Dion langsung terpaku akan senyuman milik Freya " kau sedang apa disini " tanya Freya lagi dan Juliana hanya diam sambil menatap interaksi keduanya


" aku hanya sedang menikmati suasana saja, dan ternyata aku ustru bertemu dengan mu disini " ucap Dion dengan terkekeh " jika aku boleh tau siapa namamu ? " ucap Dion berbasa-basi karena ingin mendalami perannya bahkan Dion sangat tau jika dirinya pun sedang diincar oleh ketiga tuan muda Derlene untung saja Dion selalu lolos dari penyelidikan mereka dan pastinya wajah Dion belum pernah diketahui dengan jelas dan pasti karena ia selalu memberikan photo palsu untuk mengelabui musuhnya


" Freya ! dan ini sahabatku Juliana " ucap ramah Freya dan Dion hanya mengangguk saja " lalu nama mu ? " ucap Freya lagi dan dingin seketika berfikir untuk mencari nama samaran nya "


Freya hanya mengangguk begitu pun dengan Juliana kedua gadis itu tidak menaruh curiga terhadap pria yang berada di sampingnya


Ken dan Kai terus memperhatikan interaksi mereka bahkan Kai merasa ada hal yang ganjal disana


sedangkan anak buah tuan Jerrick yang seorang wanita dan seorang pria hanya diam menatap dan memantau calon pewaris tuan agung dari kejauhan,

__ADS_1


" Shafira aku benar-benar tidak menyangka jika anak dari tuan putri Daisy lebih mirip dengan tuan agung Jerrick " ucap Marlon dan Shafira hanya diam dan terus memperhatikan Freya dari jarak jauh bahkan ia bisa melihat kedua bodyguard Freya disana


" kau benar Marlon nona Freya lebih mirip dengan tuan agung mulai dari bola matanya yang berwarna silver sampai parasnya yang rupawan sama persis dengan tuan agung semasih muda " timpal Shafira lagi dan Marlon hanya tersenyum penuh arti " bahkan nona Freya tidak mirip dengan tuan putri Daisy " lanjut Shafira


sedangkan Dion terus berusaha agar lebih jauh mengenal Freya tanpa menimbulkan kecurigaannya disana dan Freya merasa semuanya baik-baik saja


" kau tinggal di daerah mana " tanya Dion lagi


" di jalan XX " ucap singkat Freya dan Dion hanya mengangguk saja sungguh hatinya ikut terpaku kala melihat senyuman Freya yang menghanyutkan


Ken dan Kai segera menghampiri mereka dirasa cukup dan ini sudah hampir petang, bahkan tuan Addi Sudah menghubungi Ken untuk menanyakan dimana keberadaan Freya


" maaf nona Freya sudah waktunya pulang " ramah Kai dan Freya hanya mengangguk pasrah lalu ia beranjak bersamaan dengan Juliana sedangkan Dion hanya menatap kedua bodyguard Freya dan tentu saja Kai menatap tajam kepada Dion tapi ia hanya tersenyum manis menimpalinya


" baiklah jika begitu Marcell aku pulang terlebih dahulu dan senang bisa berkenalan dengan mu " ucap Freya dan membungkuk tanda hormat membuat Dion tertegun seketika


" ah ya senang bisa berkenalan dengan kalian berdua " ucap Dion lagi lalu Freya dan Juliana segera meninggalkan tempat itu


Dion hanya menatap sampai Freya hilang dari pandangannya sebuah senyuman tulus terukir dari sudut bibirnya hati Dion seketika berkecamuk dimana hatinya merasakan getaran aneh yang belum pernah ia rasakan

__ADS_1


Dion segera meninggalkan tempat itu dengan sebuah senyuman tersungging disana, mobil mewahnya melaju dan membelah jalanan yang lenggang


sedangkan Freya ia merasakan lelah pada sekujur tubuhnya membuat matanya ingin menutup dan terlelap tanpa Freya sadari dirinya sudah memejamkan mata indahnya sedangkan Kai dan Ken hanya melirik nona mudanya sekilas.


__ADS_2