Freya

Freya
tanda


__ADS_3

sudah hampir petang tapi Freya masih betah mengurung diri di dalam kamarnya bahkan nyonya Sofhia dan tuan Addi merasa cemas karena baru kali ini Freya bersikap seperti itu sedangkan Adriano dan Alexader sudah bergantian untuk membujuk Freya agar ia keluar dari kamarnya bahkan Alfino pun ikut membujuk Freya tapi nihil pintunya dikunci tidak ada suara sama sekali didalam sana membuat kecemasan mereka bertingkat lebih naik


" dimana kunci kamar cadangan milik Freya " ucap cemas nyonya Sofhia dan tuan Addi seperti sedang berfikir


Adriano segera berlari menuju maid yang selalu bertugas untuk menjaga kebersihan di kamar Freya ia akan menanyakan kunci cadangan nya, tapi nihil maid itupun tak memegang kunci cadangan milik Freya bahkan ia berkata kunci candangan itu disimpan di laci nakas di kamar Freya


sedangkan Freya baru saja selesai membersihkan tubuhnya bahkan rambutnya ia biarkan acak-acakan dengan sendirinya setelah itu ia memoles wajahnya dengan mikup tipis dan sentuhan terakhir ia mengoleskan lipstik berwana merah terang kesan dewasa kini terpancar dari wajah Freya


Freya akhirnya keluar dari kamarnya karena perutnya sudah mendemo tak karuan, Freya bahkan tak memperhatikan keadaan sekitar ia hanya berjalan dengan pandangan lurus kedepan lalu menarik kursi dan memakan beberapa lembar roti yang sudah ia oles dengan selai kesukaan nya


" Freya " ucap nyonya Daisy lalu ia pun menarik kursi di dekat Freya dan tak lama yang lainnya pun melakukan hal yang sama kini semuanya sedang duduk mengelilingi Freya


" ada apa mom " ucap Freya lembut dan menatap nyonya Daisy seperti biasa


" kau tak apa-apa ? mom merasa cemas " ucap nyonya Daisy terlihat dari pancaran raut cemas di wajahnya


" aku baik-baik saja mom " ucap Freya yang masih saja tersenyum tanpa menghiraukan keempat lelaki yang sedang menatapnya kini

__ADS_1


Alexader justru merasa aneh dengan sikap Freya begitupun dengan Alfino tapi mereka berusaha menyangkal itu semua


" Freya " ucap tuan Addi dan kini Freya menatap ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca masih teringat perkataan ayahnya tadi pagi Adriano yang melihat itu segera menggenggam tangan Freya dan kini pandangan Freya beralih menatap Adriano " maafkan dad, dad tidak bermaksud membentak mu itu karena dad cemas akan dirimu Freya " ucap tuan Addi lembut dan menatap Freya yang sedang memandang ke arah lain nyonya Daisy yang melihat itu hanya tertunduk sedih karena ia merasa perubahan sikap Freya


" aku tidak apa-apa dad, sudahlah aku mengerti apa maksudmu " ucap lembut Freya dan tersenyum manis tapi airmata nya jatuh tanpa permisi membuat tuan Addi segera menghampiri putrinya dan mengusap airmatanya lembut hatinya bagaikan tersayat melihat putri yang sangat ia cintai menangis tepat dihadapannya


" jangan menangis Freya, " ucap tuan Addi lagi dan Freya hanya mengangguk pelan lalu tersenyum manis " kau boleh minta apapun bahkan pergi kemana pun kau mau, tapi tetap dad tidak akan mengijinkan jika kau berpergian sendiri setidaknya ajaklah salah satu kakak mu untuk menjagamu di luar sana, kau tahu dad tidak akan sanggup jika melihat mu terluka " ucap sendu tuan Addi dan Freya hanya mengangguk pelan tanpa menjawab lalu ia memeluk erat tubuh tuan Adi yang sedang berdiri disampingnya itu nyonya Daisy yang melihat itu hanya tersenyum begitupun dengan ketiga tuan muda Derlene


" Freya aku sudah membelikan tas kesukaan mu " ucap Adriano dan kini pandangan Freya beralih kepada Adriano


" benarkah ? " ucap Freya berbinar dan Adriano hanya mengangguk


kini mereka melanjutkan makan malam bersama bahkan Freya Sudah kembali ceria walaupun kedua mata Freya membengkak karena kebanyakan menangis


setelah semuanya selesai mereka memilih duduk bersama di halaman belakang dekat kolam berenang karena disana terdapat kursi yang nyaman seperti gazebo dengan lampu yang berkelap-kelip di suasana malam seperti ini,


Freya duduk disebelah ibunya sedangkan tuan sesekali ia bergelayut manja kepada nyonya Daisy,

__ADS_1


" Freya bolehkan dad bertanya sesuatu " ucap tua Addi dan Freya langsung mengangguk kini semua orang menunggu tuan Addi untuk berbicara " dad mendapat kabar dari Ken dan Kai jika kemarin saat kau berbebelanja ada seorang wanita yang membuat masalah dengan mu " ucap tuan Addi lembut dan Freya hanya mengangguk tapi reaksi ketiga tuan muda Derlene sudah tak bisa dikondisikan " apa kau mengenal nya ? " tanya tuan Addi lagi


" ia dad dia salah satu dosen di kampusku, tapi sekarang ia sudah di pecat " ucap Freya lagi dan kemudian Alfino mengerutkan dahinya seketika


" Miss Eva '' tebak Alfino dan Freya mengangguk samar terlihat api kemarahan dari wajah Alfino bahkan Adriano dan Alexader pun ikut merasakannya


" lalu apakah kau bertemu dengan seseorang disana " tanya tuan Addi lagi


" maksud mu dad " tanya bingung Freya dan tuan Addi hanya tersenyum


" apakah ada orang yang menolong mu " tuan Addi kian bertanya semakin gencar


" ada ! seorang wanita tangguh yang menolongku ! bahkan dirinya menyebutku dengan sebutan tuan putri " ucap enteng Freya dan seketika tuan Addi serta nyonya Daisy menegang dan terpaku satu sama lain, bahkan ketiga tuan muda Derlene merasa sangat aneh dengan sikap kedua orang tuanya " ada apa dad ? '' tanya Freya dan tuan Addi seketika tersentak lalu tersenyum lembut kepada Freya


walaupun aku yakin mereka tak akan menyakiti Freya tapi aku takut mereka membawa putriku bagaimana pun di dalam darahnya masih mengalir darah keturunan bangsawan. batin tuan Addi


kini mereka telah memilih untuk masuk kembali kedalam rumah karena udara semakin dingin tentu saja tuan Addi dan nyonya Daisy tidak ingin keempat anaknya jatuh sakit

__ADS_1


Freya menyempatkan untuk memeluk dan mencium pipi nyonya Daisy sebelum tidur begitupun dengan tuan Addi


Freya berjalan menuju lantai atas bersama dengan Alfino dan Alexader sedangkan Adriano akan keluar karena ada sesuatu urusan yang sangat penting


__ADS_2