
" haloo sayang.." sapa clara tiba tiba pagi itu.
dava yang masih memejamkan mata dengan malas mengerjapkan matanya pada sumber suara...
"sayang bangun dong anterin aku ke mall nih" ucap clara sambil menepuk nepuk punggung dava yang masih terbaring
"aku cape clara...semalem aku metting sama papah kamu sampe tengah malem. kamu kenapa ga sama temen temen kamu ajah " jawab dava dengan suara parau..
clara yang mendengar jawaban dava seperti itu langsung mengernyitkan dahinya pertanda ia merasa keberatan
dalam pikiran egoisnya clara merasa kalau dava kini sudah tidak memperduliknnya lagi.
" sekarang kamu lebih mentingin kerjaan ya daripada aku tunangan kamu sendiri" ucap clara sambil melipat kedua tanganya di perut.
seketika dava langsung membuka matanya lebar lebar..
lalu ia beranjak bangun dari tidurnya ..
dan duduk di tepian ranjangnya.
"plis sayang ini masih pagi.jangan ajak aku untuk berdebat cuma karena masalah sepele" ucap dava sambil menatap ke arah clara yang sedang berdiri di depanya.
" kamu bilang ini sepele ?,,
sayang sejak kapan si kamu jadi berubah kaya gini..? kamu tau kan kl dari dulu itu aku paling ga suka di nomber duain sama siappapun." tekas clara memberi penekanan.
dava bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju wastafel lalu mencuci mukanya..
clara yang melihat reaksi dava setenang itu pun mengikuti dava dari belakang
"pokonya aku mau sekarang kamu temenin aku ke mall TITIK." ucap clara yg kini sudah di belakang dava
dava yang mendengar ucapan clara itu merasa kesal...
ia melihat raut wajah clara dari cermin..
dalam hatinya akan percuma jika dia berdebat dengan clara karena bagaimanapun dia akan kalah pada akhirnya..
drrttt....drrrt....
suara ponsel dava tiba tiba berbunyi seakan memecahkan keheningan antara dava dan clara..
clara yang melihat ponsel dava berbunyi pun langsung meraih ponsel dava dari meja
dan raut muka clara seketika berubah dengan drastis saat melihat sebuah pesan yang masuk
clara sontak memngarahkan pandanganya ke arah dava..
" ini maksudnya apa...siapa freya???!" tanya clara sambil menujukan isi pesan yang masuk pada ponsel dava
dava pun kaget ia tidak menyangka kalau di waktu yang bersamaan freya akan mengirimkn pesan padanya.
" JAWAB AKU DAVA...jadi ini yang ngebuat kamu berubah sama aku..? jadi karena wanita sialan ini kamu berani beraninya nolak semua kemauan aku?!!" ucap clara menahan amarah
dava yg merasa sudah terlanjur basah pun hanya diam.
dalam hati kecilnya ia merasa bersyukur kini clara sudah mengetahui semuanya tanpa harus ia yang menjelaskan..
karena jujur sudah bberapa waktu ini dia selalu pusing memilih waktu yang tepat untuk berbicara pada clara tentang hal yang susungguhnya.
clara yang masih menatap dava dengan kemarahnya pun tersenyum licik pada dava.
ia menarik nafasnya dan membanting lonsel dava ke lantai..
" ok ... aku ngerti semuanya sekarang.
aku akan cari jawabannya sendiri dava." ujar clara sambil berlalu pergi keluar
__ADS_1
sedangkan dava .dia hanya bisa diam kebingungan dia terus mengusap wajah dengan kedua tangannya..
yang ada dalam hatinya sekarang adalah tentang freya..
ia takut kalau freya mengetahui yang sebenarnya..
" ahh shiit !!! ucap dava kesal pada diri sendiri.
clara yang kini jiwanya sudah di selimuti rasa cemburu kesal dan bercampur marah pun..
dia terus berjalan menuju mobilnya.
sesampainya di mobil clara pun menelpon seseorang...
"pokonya elo harus cari sampai ketemu,
kalo ga loe akan tau akibatnya " ucap clara sambil menutup telponnya..
****
keesokan harinya dava masuk kantor seperti biasanya.
dengan perasaan yang masih kalut dava berusaha menenangkan dirinya.
dia berdiri didepan jendela ruang kantornya dan meminum kopi yang sudah ia pesan pada ob sebelumnya
dalam hatinya ia terus memikirkan tentang freya.. ia merasa takut kalau clara bisa menemukannya dan menceritakan kebenaranya .
ceklek ...
suara pintu tiba tiba terbuka
dava pun menoleh ke belakang arah pintu ruanganya..
dan masuklah seorang wanita yang dari sejak semalam selalu ada dipikirannya itu..
ia heran kenapa freya bisa ada di kantornya
dava menyimpan kopinya di meja dekat jendela,lalu ia menghampiri freya yang masih berada di ambang pintu
freya pun tersenyum pada dava
" kamu ngelamun yah..maaf yah aku barusan main masuk ajah soalnya dari tadi aku ketuk ketuk pintu kamunya ga jawab " ucap freya
" kamu kan masih sakit kenapa harus jauh jauh kesini?"tanya dava sambil membopong freya ke sofa panjangnya
" aku bosan dav.di rumah temen temen aku pada sekolah ia daripada aku sendiri dirumah aku kesini ajah ..sama sekalian ini aku mau ngasiin makan siang buat kamu" jawabfreya sambil memberikan tuperware pada dava.
dava yang melihat freya begitu memperhatikannya pun hanya tertawa kecil..
dalam batinya ia tidak menyangka kalau freya yang hanya seorang anak sma bisa melakukan hal yang tak pernah ia dapatkan dari clara..
" kamu coba yah ...itu masakan aku khusus buat kamu.." ucap freya seakan menyadarkan lamunan dava .
" ok sayang aku pasti makan masakan kamu.
maksih yah udah repot repot udah bikinin makan siang buat aku."jawab dava yang sambil meraih bekal yang diberikan oleh freya
keduanya pun tersenyum lebar...
"ok skrang waktunya makan siang kita makan sama sama yah sayang" ucap dava mengajak freya
freya pun hanya mengangguk setuju
dan keduanya pun makan bersama di ruangan itu
beberapa saat kemudian pun mereka selasai denga ritual makan siangnya..
__ADS_1
dava yang melihat waktu sudah menunjukan pukul 2 pun langsung mengajak freya untuk pulang..
" emang nya kalo kamu pulang jam segini gapapa?" tanya freya pada dava dengan sibuk membereskan semua berkas berkasnya
" gpp ko sayang.kerjaan aku udah beres semua, ywdah yu kita pergi sekarang" ajak dava sambil membantu freya bangun dari duduknya..
karena saat itu freya masih mwnggunakan tongakat untuk berjalan.
keduanya pun keluar kantor.
dihati dava sebenarnya tersimpan rasa was was karena ia takut
c
kalau dalam waktu bersamaan clara juga ada di kantornya..
keduanya sampai di mobil dava membantu freya masuk ke mobil ia menyimpan tongkat freya di jok beakang dan memasangkan savetybelt pada freya .
setelah dirasanya cukup aman dava pun segera berlari ke arah kanan
tanpa ia sadari bahwa dibelakang ada sepasang mata yang sedang memperhtikannya ...
dava pun masuk ke mobilnya dan segera menyalakan mesin mobilnya.
stelah kurang 45 menit
mereka sampai di depan rumah freya..
dava turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk freya
dia membantu freya turun dari mobil hingga ke teras depan rumahnya..
didudukany freya dikursi depan
dan dava pun membuka pintu rumah freya
setelah pintu terbuka dava membopong freya ke dalam.
dan keduanya duduk di kursi ruang tamu
suasana disana tampak sepi.karena teman teman freya baru samapai kerumah pada pukul 4 sore..
" maksih yah dav " ucap freya sambil menatap dalam mata dava
" aku yang harusnya bilang terimaksih sama kamu.. " jawab dava sambil mencium punggung tangan freya
freya yang mendapat perlakuan dava seperti itu hanya bisa diam tersipu malu
dava pun mencoba mendekatkan wajahnya pada wajah freya..
secara perlahan dava meraih tengkuk freya
dan ccuppp...
dava mencium bibir freya dengan lembut..
freya yang merasakan hangat di bibirnya tanpa sadar membals ciuman dava..
mereka saling melumat bibir masing masing
pegangan dava yang saat itu hanya memegang tengkuk freya kini berubah menjadi pelukan yang sangat erat ditubuh freya..
freya pun melakukan hal yang sama pada dava keduanya kini saling berpelukan dan bibir masih saling berpagutan dengan mata yang terpejam
" aku sayang kamu frey" ucap dava di depan bibir freya
freya yang mendengar kata kata davapun hanya mengangguk dan kemudian mereka melanjutkan lagi ciumanya..
__ADS_1
*********