Freya

Freya
episode 24


__ADS_3

dava duduk di atas balkon.. dengan ditemani sebatang roko yang menyala di tanganya dava terus memandangi awan gelap diatas yang dipenuhi dengan bintang .


"saya mohon dav demi kesembuhan clara saya harap kamu tidak meninggalkn anak saya.."


kata kata yang keluar dari mulut ayahnya clara terus saja terlintas dipikiranya seakan tidak mau pergi


sejenak dava menundukan kepalanya dan mengarahkan tatapanya ke bawah memandangi pamandangan kota bandung yang gelap dan dipenuhi cahaya lampu.


dava menghisap lagi rokonya secara perlahan meniupkan asapnya ke udara


namun saat hisapan kedua ia menghentikan tiupanya..


lalu meraih ponselnya yang sejak tadi bergetar dan memencet tanda hijau


" aku minta maaf " ucapan itu tiba tiba saja terdengar begitu ponselnya menempel di telinganya ..


"aku minta maaf sama kamu... aku ga mau kamu ninggalin aku dav, aku sayang sma kamu " ucap clara lirih


dava yang mendengar ucapan clara hanya diam


sejenak ia menarik nafasnya pelan..


" aku butuh waktu untuk berpikir ra.." jawab dava pada clara yang kini terdiam setelah mendengar ucapan dava.


" maaf ra aku lagi pengen sendiri aku tutup yah telponya " ucap dava sambil menutup panggilan di ponselnya


namun belum sempat dava menyimpan kembali ponselnya tiba tiba berdering kembali ...


dan terlihat di layar masih nama clara...


dava menekan tombol merah di ponselnya ...


namun setelah itu ponselnya kini berbunyi lagi dan tiada henti ....


dava diam terus mengusap wajahnya kasar dan memikirkan apa yang harus ia katakan pada clara ..


setelah beberapa menit ia mendiamkan panggilan masuk di ponselnya


akhirnya pada panggilan keempat kali nya dava pun menyerah...


ia meraih ponselnya dan menekan tanda hijau,


ia menerima panggilan itu


tanpa melihat ke arah ponselnya terlebih dahulu


" ok clara aku kasih kamu kesempatan .. .." ucapnya terpaksa


"aku freya dav..." jawaban freya seketika membuat matanya terbelalak tajam dan membulat


dava kaget karena ternyata yang menelponya bukanlah clara ...


bibirnya bergetar hati nya berdetak lebih kencang saat ia mendengar suara freya


"maaf frey.. aku kira tadi clara." jawabnya sedikit terbata bata


namun jauh di sebrang sana hanya hening yang terdengar tidak ada suara freya maupun nafas freya disana .


***********


freya mengenggam ponselnya di dada...


tanpa sadar air matanya pun ikut tumpah


membasahi pipinya


awal nya freya menelpon dava dengan tujuan untuk bercerita tentang kedatangan arga dan ayah nya clara hari ini.


ia berharap dengan dirinya bercerita semua tentang kejadian hari ini pada dava ia akan mendapatkan sedikit ketenangan darinya...


tapi ternyta itu semua tidak sesuai dengan apa yang ia harapakan..


"halo frey frey... freya halo"

__ADS_1


suara sahutan dava masih terdengar jelas dalam keheningan tangis freya ...


dava yang kebingungan pun melihat ke arah ponselnya yang kini sudah mati


dava yang terus berusaha menghubungi freya kembali namun tak kunjung ada jawaban pun diam dan mengusap wajahnya kasar ...


"maapin aku frey...bukan maksud aku nyakitin kamu " gumam dava kacau...


*****


keesokan hari nya freya berangkat ke sekolah seperti biasa..


meskipun suasana hatinya yang sedang kacau tapi ia tetap harus pergi ke sekolah karena hanya tinggal 2 bulan lagi freya menuju kelulusan sekolahnya ..


"elo kenapa si frey beberapa hari ini gue perhatiin ko elo kaya badmood gituh..?" tanya meta sambil teus lahap memakan makan siangnya


" gue gapapa ko met.."tembal freya pelan


"serius lu ga apa apa..?" tanya meta curiga


freya yang merasa meta curiga pun hanya diam dan menggelngkan kepalanya sambil melahap makanannya...


"ywdah yu kita masuk kelas sekarang bentar lagi juga bel masuk " ajak meta pada freya.


freya yang sudah terlihat selesai pun langsung menganggukan kepalanya.


kini freya berada di kelas dalam jam pelajarannya, suasana di dalam kelas sangat tenang dan hening


semua murid pun terlihat sangat fokus saat memperhatikan penjelasan dari sang guru...


tapi berbeda dengan freya...


sekilas jika dilihat dari kejauhan freya memang seperti sedang memperhatikan semua penjelasan dari sang guru


namun jauh di dalam hati nya pikirannya melayang memikirkan maslahnya bersama dava ...


kring............


tak lama suara bel pun berbunyi di sela keheningan gedung sekolah


" baik bu..." serentak seluruh murid menjawab


mereka pun terlihat sibuk dengan barangnya masing masing...


mereka bergegas bersiap siap untuk pulang..


satu persatu murid telah meninggalkan kelasnya masing masing disana hanya tinggal freya meta rani dan mala.


meta duduk di tepi meja mala dan rani duduk dipinggir freya yang kini tengah menjulurkan tanganya ke meja dan menenggelamkan wajahnya dimeja.


" guys ... kita nge mall yu .." ajak rani


"ayooo..ayoo gua setuju banget guys.. " jawab mala


" ia ayo..... frey loe juga ngikut kita kan.."ujar meta sambil memegang pundak freya ...


freya hanya mengangguk tanpa mengangkat kepalanya..


" ok yawdah yu jalan skrang ... " ajak rani yang sambil turun dari duduknya disusul dengan meta dan rani serta freya yang masih terlihat malas saat itu.


mereka melangkah meninggalkan kelas dan segera menuju parkiran dimana mobil mala terparkir.


tak butuh waktu lama sekitar 30 menitan mereka kini tengah sampai di sebuah mall terkenal di bandung..


dengan masih menggunakan seragam sekolah mereka terus melangkahkan kakinya menyusuri setiap lantai di sana.


rani dan meta yang terlihat sangat antusias menjelajahi setiap sudut toko pun berlomba lomba memasuki toko toko fashion yang ada disana


sedangkan mala dan freya mereka hanya berjalan santai seolah mereka tak tau apa kebutuhan mereka..


" gue laper deh kayanya... elo laper ga mal..?"tanya freya di sela sela langkahnya


"ia nih gue juga laper.. apa kita makn dulu ajh kali yah.. biar mereka ntr gue dm ajh biar pada nyusul .." jawab mala sambil membuka ponselnya ..

__ADS_1


freya hanya membulatkan matanya dan menggangukan kepalanya.


"ok bentar " jawab mala pada freya


kemudian ia membuka menu pesan ponselnya dan mengirimkan pesan pada rani ..


" ok udah yu.. mending kita duluan ajah ke tempat makan .biar mereka nyusul kita ajah "ajak mala


mala dan freya pun memutar balikan langkahnya untuk menuju sebuah cafe yang ada disana.


setelah berdiskusi sepanjang jalan bberapa menit kemudian keduanyapun sampai di sebuah tempat makanan siap saji.


"nih yg elo..dan ini yang gue .." ucap mala sambil menyodorkan minuman berupa lemon squash kepada freya..


" makananya ..?" tanya freya heran karena mala kembali hanya dengan membawa minuman saja.


"ntar dianter kesini katanya soalnya gua pesen sekalian sma buat meta dan rani ." jawab mala


"oh ok"


keduanya diam sejenak larut dalam lemon squashnya masing masing....


"eh bentar yah gue toilet dulu.." ijin freya pada mala


"ook"


freya bangkit dari duduknya tak lupa ia membawa tasnya dan melangkah menuju sebuah toilet.


disepanjang perjalanan ia memperhatikan disekitarnya kalau disana ternyata sangat ramai hingga tanpa sengaja ia melihat ke arah pojok kanan langkahnya seketika terhenti..


ia melihat sosok 2 orang yang ia kenali sedang duduk berdua disana..


"dava clara." gumam freya kecil pada dirinya sendiri..


dan tanpa disadari freya dava pun menoleh ke arah dimana freya berdiri tanpa sengaja mereka berpapasan pandangan mata.


freya yang melihat pemandangan itu pun langsung pergi dan lari keluar...


freya trus melangkahkan kakinya dengan cepat ia brusaha menghindari keadaan itu.


dengan stopan satu tangan taxi pun berhenti di depanya lalu ia segera menaiki taxi itu dengan cepat dan duduk dikursi belakang


" buah batu recident yah pa"


ucap freya pada supir taxi yang sudah menganggukan kepalanya mengiyakan ucapnya.


"sori mal gue pulang duluan tiba tiba kepala gue pusing " ucap freya dalam pesannya pada mala


mala yang membaca pesan dari freya pun hanya menarik napas kecil dan mwnggelngkan keplanya


"freya katanya balik duluan guys..." ujar mala pada rani dan meta yang kini sudah berada denganya.


"lah...kenapa tu anak mendadak gitu "jawab rani


"pusing katanya " jawaab mala sambil menyedot minumannya


"ko gue ngerasa ada yang aneh yah sma dia " tiba tiba meta membuka suara hingga mala dan rani menghentikan aktipitas mengunyahnya.


"aneh gimna maksud loe..?" tanya rani


" loe berdua merhatiin dia dari kemaren kemaren ga sih..dari pas kejadian dia pulang ujan ujan dengan keadaan kotor dan basah kuyul yang malem malem waktu itu.."tekas meta


mala dan rani saling memandang dan kemudian menganggukn kepalanya secara bersamaan...


"gue rasa dia lagi ada maslah deh sm dava " jawab rani mengira ngira..


"ia gue setuju sama loe.. apa kita tanya langsung dava ajah " jawab meta sambil mengacungkan satu jari telunjuknya ke arah rani


" tanya gimana maksud loe..?" tanya mala tidak mengerti


" ia kita datengin tuh kantor nya si dava trs kita introgasi dia disana ...soalnya kalo kita tanya sama freya nya langsung dia gaakan mungkin mau jawab" ujar meta pada kedua temanya.


"ok bagus juga ide loe..besok kita datengin ajah kantornya dava.."ajak mala

__ADS_1


rani dan meta pun menganggukn kepalanya tanda setuuju.


*******


__ADS_2