
" Daisy " lirih tuan agung Jerrick.
nyonya Daisy tentu saja tersentak karena sosok itu memanggil namanya dengan sendu dan pelan. Sedetik kemudian Nyonya Daisy menetralkan kembali perasaanya dan mulai menegakan wajahnya dengan angkuh dan sorot mata yang datar.
" selamat malam tuan agung. Maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu istirahat Anda. '' ucap nyonya Daisy dengan datar tanpa ekspresi. Sungguh tuan agung Jerrick hanya bisa menerima semua perlakuan putrinya yang kini bersikap seolah-olah tak saling mengenal. " maksud kedatangan kemari ke sini adalah untuk membicarakan perihal orang-orang anda yang selalu mengawasi putriku Freya Derlene. '' ucap nyonya Daisy penuh penekanan. Tak lama seorang wanita masuk nyonya Daisy menatap pada wanita itu. " Shafira " ucap nyonya Daisy lagi.
" Maafkan atas kelancangan saya tuan putri " ucap Shafira dengan menunduk.
" Nyonya Daisy ! jangan panggil aku dengan sebutan itu karena aku bukan lagi tuan putri disini " sinis nyonya Daisy dan Shafira hanya mengangguk patuh. Lalu ia beralih menatap tuan agung yang sedang terlihat murung itu.
BRAKKKKKK
pintu ruangan itu dibuka dengan keras dan munculah dua sosok lelaki dengan nafas yang tersengal-sengal. Nyonya Daisy segera memalingkan pandangannya ke arah lain.
" hormat kami ayah " seru dua orang lelaki itu dan tuan agung segera memerintahkan putra-putra nya untuk duduk.
" Daisy " panggil tuan agung Jerrick lagi dan kini nyonya Daisy menatap sang ayah dengan pandangan biasa " maafkan ayahmu ini Daisy. Aku tau kau pasti marah dan kecewa karena ucapan ku di waktu dulu. Tapi percayalah jika aku sangat menyayangimu kau putriku satu-satunya " sendu tuan agung Jerrick dan nyonya Daisy hanya diam saja " maafkan kan lah pria tua ini " lanjutnya lagi.
" Maaf tuan agung jika saya menyela ucapan tuan. Aku Daisy Derlene maaf dan aku bukan putrimu " ucap nyonya Daisy lagi dan semua orang hanya bisa diam mereka sangat tau kisah lama pada masa itu. '' jangan bertele-tele aku hanya ingin mengatakan berhenti untuk mengikuti dan mencari tahu tentang putriku tuan " ucap nyonya Daisy penuh penekanan.
__ADS_1
" kenapa ? dia cucuku. Cucu dari Jerrick Castello " ucap tuan agung dengan tegas dan nyonya Daisy hanya menatap tajam sang ayah. " jangan mengelak dan jangan menutupi kenyataan Daisy. Kau dan putrimu sama-sama keturunan ku " ucapnya lagi dan nyonya Daisy hanya bisa tertawa sumbang.
" putrimu ? keturunan mu ? tidak kah anda lupa tuan Jerrick jika pada masa itu kau memutuskan hubungan darah diantara kita saat aku lebih memilih suamiku. Tidak kah kau ingat jika waktu itu aku memohon padamu untuk tidak melakukan nya tapi apa kau justru menamparku dihadapan banyak orang dan membuat harga diriku sebagai putrimu hancur. '' marah nyonya Daisy dan tuan agung hanya diam saja saat melihat sang putri yang sedang meluapkan amarahnya itu.
" Daisy " seru Donovan " Jangan berkata seperti itu " ucapnya Donovan lagi.
" kenapa tuan Donovan ? aku hanya sedang mengingat masa lalu yang sangat menyakitkan itu. " sarkas nyonya Daisy lagi dengan lantang " kalian tidak tau bagaimana rasanya saat hidup terbuang dari keluarga. Bahkan ayahku sendiri yang melakukan hal itu padaku. Jadi jangan salahkan aku jika pada saat itu terjadi hingga kini aku tak mempunyai seorang ayah karena ayahku telah mati " pekik nyonya Daisy dengan amarah yang meledak-ledak.
" Daisy " pekik Donovan dan Darian hingga mereka beranjak dari kursinya akan tetapi sang ayah langsung mencegahnya.
nafas nyonya Daisy tersengal dengan mata yang memerah, tuan Addi segera menenangkan istrinya agar tak hilang kendali dihadapan ayahnya dan juga kedua kakak nya.
" baiklah jika itu mau mu. Aku sudah meminta maaf atas perlakuan buruk ku terhadap mu kala itu. Tapi jangan menghalangi aku untuk bertemu dengan Freya " ucap tuan Addi dengan sorot mata yang tajam seakan ia sedang mengancam.
BRAKKKKKK
Nyonya Daisy menggebrak meja dan melempar vas bunga kristal ke lantai dengan emosinya yang benar-benar sudah di ubun-ubun. Semuanya terkejut dan terperanjat kaget akan apa yang dilakukan oleh nyony Daisy. Tuan agung Jerrick hanya bisa tersenyum tipis.
" Addi lihatlah apa selama ini kau mendidik istrimu jadi seperti ini " ucap tuan agung dan tak Addi hanya menatap diam sang ayah mertua.
__ADS_1
" jangan salahkan cara ku yang mendidik istri dan juga anak-anak ku tuan. Kau salah besar jika selalu menilai seseorang dari sampulnya saja. " tajam tuan Addi dan tuan agung hanya terkekeh kecil. " itu semua karena sikap anda dulu pada putrimu sendiri tuan. Kau tak merestui hubungan kami bahkan kau merendah kan ku dan juga menghina ku karena perbedaan status. Tapi lihat lah sekarang aku mampu membahagiakan Daisy dan juga anak-anak ku. " tajam tuan Addi lagi dan tuan agung hanya bisa diam.
nyonya Daisy menatap dalam sang suami, benar dirinya teringat pada masa-masa saat hidup bersama dengan tuan Addi susah senang ia lalui bersama dan nyonya Daisy tak pernah keberatan saat tuan Addi hanya seorang mantan mafia saja.
" Urusanku disini sudah selesai tuan, Aku harus pulang karena anak-anak ku pasti menunggu '' ucap nyonya Daisy dengan datar dan bangkit dari kursinya begitupun dengan tuan Addi. Donovan dan Darian merasa bersalah pada kasus masa lalu yang menimpa adik terkecilnya karena mereka sebagai kakaknya tidak bisa menolong dan mengulurkan tangannya untuk membantu karena tuan agung yang mencegah itu semua pada waktu itu..
" Daisy " panggil tuan agung Jerrick dengan ia beranjak dari kursi kebesarannya, langkah nyonya Daisy sesaat terhenti tapi kemudian ia tak menghiraukan panggilan ayahnya " Daisy mari kita bicara baik-baik " ucap tuan agung lagi dan nyonya Daisy tak mau berhenti.
" ayah " seru Darian " biarkan ia pergi ayah. Daisy hanya sedang marah dan merasa kecewa atas sikap ayah dulu. " jelas Darian dan tuan agung akhirnya menjelaskan nafasnya kasar dan mengalah membiarkan putrinya pergi lagi.
" dia sangat membenciku " lirih tuan agung berwajah sendu " putriku membenciku " ucapnya lagi. Darian dan Donovan hanya bisa diam melihat ayahnya yang menyesali perbuatannya di masa lalu.
" Daisy tidak membencimu ayah.. beri ia waktu ayah, mungkin rasa kecewanya lebih besar daripada rasa sayangnya terhadapmu " jelas Donovan dan tuan agung diam saja mendengar penjelasan putra-putra nya.
" Aku hanya ingin meminta maaf. Dan mengenal lebih Freya. Bukankah dia cucuku " ucap tuan agung lagi.
" Freya cucumu ayah. Hanya saja kita butuh waktu hingga Daisy mau memaafkan dan menerima ayah kembali " ucap Darian dan tuan agung hanya mengangguk kecil.
setelah kepergian Daisy dari tempat itu, tuan agung hanya menugaskan orang-orang untuk menjaga Freya dari jarak jauh dan tidak mencolok agar tak diketahui oleh pihak manapun termasuk oleh orang-orang tuan Addi.
__ADS_1
sedangkan sepasang suami istri itu kini sudah kembali ke sebuah hotel berbintang setelah melakukan perjalanan tiga jam dari kediaman tuan agung Jerrick.
Nyonya Daisy sangat merindukan Freya akan tetapi ia tau jika perbedaan waktu sangat berbeda jauh membuat nyonya Daisy mengurungkan niatnya kembali.