Freya

Freya
episode 12


__ADS_3

tak terasa sudah 5 hari freya dirawat dirumah sakit.


operasinya berjalan dengan lancar namun saat ini kondisi freya masih belum pulih..


freya masih tertidur lemas..


" frey sori yah kita berdua pas loe kecelakaan gada di sisi loe" ucap mala yang kini tengah menyuapi freya makan.


freya hanya tersenyum dan memakan jeruk yang di suapi mala.


" gue juga frey sori bgt gue waktu itu emang lagi diluar kota bareng cowo gue" timbrung rani sambil merapaikan semua pakaian freya ke dalam tas.


" udah udah mending sekarang cepetan dikit bntr lagi kan freya mau pulang" ucap meta seakan memotong pembicaraan rani dan mala.


" met.. " ucap freya lirih


"ia frey " jawab meta


" yang bantuin administrasi gue siapa?" tanya freya lemah


sejenak ketiga temannya saling pandang dan saling melempar senyuman


" bukanya tunagan loe frey yang bayarin " jawab rani


freya yang mendengar jawaban dari ranipun sontak kaget.


" tunangan..tunangan siapa?" tanya freya heran


"hmmmm sebenernya gue ga dibolehin cerita maslah ini sma loe.cuma gue pikir loe juga harus tau siapa yang udah biayain loe." jawab meta


meta menarik sesuatu dari tasnya ..


dan memberikan selembar amplop padanya.


freya pun meraih amplop itu dari tangan meta.


dengan tangan yang masih terpasang impusan freya membuka amplop itu dan menarik sesuatu yang ada di dalamnya..


dia melihat isi dari amplop itu adalah foto dirinya yang telah sobek lalu di tata kembali layaknya fuzzle.


tampak tempelannya sangat rapih namun bekas sobekan sobekan itu masih tetap ada.


"frey kalo ga salah itu kan foto loe yaang sama..... sama arga " ucap mala ragu


freya hanya memandangi fotonya itu..


'kenapa cuma foto aku ..foto arga nya dia bawa kemana' gumam dalam hati freya.


" loe tau ga selama loe belum sadar dalam masa pemulihan kemarin , dia selalu nemenin loe frey.


" trus dia kemana sekarang ..??" tanya freya

__ADS_1


meta mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya


terkahir si tadi pagi frey,cm pas dia tau loe udah sadar dia ga masuk dia cuma nitipin itu sma gue" jawab meta


freya terdiam ...dan terlintas dipikirannya untuk menghubungi dava.


lalau ia meraih ponsel yang ada dipinggir badannya..


ia langsunh mencari kontak dava


tuuut...tuut....


sudah bberapa kali freya menghubungi namun tak ada jawaban.


" dia kemana yah met??


telponya ko ga diangkat " sahut freya bertanya tanya..


freya pun melakukan panggilan sekali lagi namun belum sempat freya menelpon dava seorang dokter masuk dan hendak memeriksa kondisi kaki freya.


************


dalam ruangan yang sepi ...


dava melihat kearah luar dari jendela kantornya


dia duduk termanggu di kursinya entah apa yang ada di pikirannya. yang jelas kini wajah freya selalu ada dalam ingatanya.


ada rasa sedih begitu dava mendengar tentang kecelakaan freya dari meta saat itu.


entah apa yang menariknya agar bisa selalu merawat freya kala itu..yang jelas saat itu dava hanya ingin menemani freya..


pernah satu malam setelah freya melakukan operasi dava mendengar gumaman dari mulut freya dan memanggil satu nama " arga" terlintas saat itubdalam pikiran dava merasa kasihan pada freya..


'bahkan saat kondisinya sendiri yang sangat lemah pun dia masih saja mengingat laki laki itu..' gumam dava dalam hati


padahal waktu mereka berpisahpun sudah cukup lama


1 tahun bukan waktu yang sebentar untuk bisa meluapakan seseorang.


tapi dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama laki laki yang telah menyakitinya.


dava yang mulai tidak bisa berpikir jernih pun seakan merasa ada rasa cemburu dibdalam hatinya ,meskipun dia sadar kalo antara freya dan dirinya tidak terjalin apa apa


ingin sekali hatinya menampik kalo dia tidak sedang benar benar menghawatirkan freya saat itu.


namun segala tampikan yang ia buat sendiri tidak mampu mengubah hatinya..


hatinya berkata kalau dia mulai menyayangi freya.


malam itu dava pulang dengan keadaan badan yang sangat lelah karena pekerjaanya,

__ADS_1


dia menjatuhkan diri di kursi sofa dan saat melihat ke arah meja dia melihat segundukan kertas yang telah di sobek dalam sebuah strey kaca.


ia perlahan mengumpulkan robekan robekan kertas itu dan menyusunya kembali sampai dia benar banar tau kalau itu adalah sebuah foto sepasang kekasih yang terlihat bahagia dengan seragam sekolah nya.


dan dari situlah dava mulai tau siapa arga..


dari foto itulah dava mulai mengenali arga..


dava pun menyobek bagian gambar arga dan membuangnya sedangkan foto freya ia simpan.


4 hari dava merawat freya perasaan yang ia simpan terhadap freya kini sudah tidak bisa dipungkiri lagi


ia dava benar benar jatuh cinta pada freya..


sampai di hari ke 4 itulah dava merawat freya ..


dipandangilah wajah freya yang polos tanpa make up itu,perlahan dava mengelus pipi freya dengan lembut dan dengan tidak sadar dava mencium bibir freya yang masih terbaring tidak sadarkan diri itu..


namun saat bersamaan ...


saat dava masih mencium bibir freya ..secara tiba tiba terlintas wajah clara ..


sontak dava bangun dan melepaskna bibirnya dari bibir freya..


" ya tuhann.. apa yang udah aku lakuin .." gumam dava sambil menggengam tangan freya..


dava merasa bersalah pada clara , dava merasa dia sudah menghianati cintanya pada clara...


namun dava mencoba menyeimbangkan pada hati nya ..


dalamn hati ia berkata tidak pernah aku merasakan hal seprti ini..


hal dimana aku selalu merasa nyaman saat bersama freya bahkan saat freya tertidur pun rasa nyaman itu tetap ada.


sedangkan jauh selama 2 tahun kebelakang ia tidak pernah mendapatkan hal itu dari clara..


dava pun bangkit dari duduknya..


ia berusaha menepis semuanya..


ia sadar kalo sebentar lagi ia akan menikah dengan clara...


dengan sekuat tenaga dava melawan perasaan yang ia rasakn terhadap freya saat ini.


dalam hatinya ' mungkin ini hanyalah perasaan sementara karena ia sekarang sedang merasa jenuh terhadap sikap clara akhir akhir ini.


dava pun keluar kamar pergi meninggalkan


freya sendiri yang masih tertidur lelap disana


**********

__ADS_1


__ADS_2