
tuan Addi memutuskan kembali menuju kamar pribadinya untuk melihat keadaan sang istri sedangkan ketiga tuan muda Derlene masih berpetualang dengan pemikirannya sendiri
CEKLEK
tuan Addi membuka pintu kamarnya terlihat nyonya Daisy sedang berbaring di sana, tuan Addi duduk di sisi ranjang miliknya
" dad, ada apa ? tanya nyonya Daisy lembut kepada tuan Addi
" tidak apa-apa mom " ucap tuan Addi mencoba untuk tersenyum walaupun fikirannya sendiri sedang kalut saat ini
" jangan berbohong ! kau tak pandai berbohong pada istrimu ini " saut nyonya Daisy kini posisinya duduk dan menatap wajah lelaki yang sudah menjadi suaminya 30 tahun silam yang lalu
" mereka sedang mengawasi putri kita " ucap tuan Addi dengan suara pelannya membuat nyonya Daisy bingung seketika
" mereka ? siapa ? " ucap bingung nyonya Daisy bingung
" keluarga mu ! mereka sudah mengetahui jika Freya adalah putri mu " ucap lirih tuan Addi
Deg_
nyonya Daisy menatap wajah suaminya dengan pandangan yang sulit diartikan, keluarganya? bagaimana mungkin mereka tau sedangkan nyonya Daisy sudah hidup menjauh dan kini ia hidup bahagia dengan keempat anaknya serta suaminya,
sekelebatan ingatan masa lalu terngiang kembali di kepala nyonya Daisy dimana ayahnya menolak keras dan menentang hubungan nya dengan tuan Addi karena perbedaan status, derajat dan kekuasaan
dimana ayahnya memutuskan perhubungan darah antara ayah dan putrinya saat itu juga tanpa mau berbelas kasih pada nyonya Daisy dimana kedua saudaranya hanya diam tak mau membantu ? dimana saat itu nenek nya tak bisa berbuat apa-apa selain melihat nyonya Daisy terpuruk dan diusir secara tidak hormat serta gelar nya sebagai putri di geserkan begitu saja oleh ayahnya
" bagiamana mereka bisa tau " lirih nyonya Daisy dengan air mata yang mengalir deras, bagaimana pun Freya bukan lah gadis biasa darah biru dan bangsawan mengalir dalam dirinya " apa yang harus kita lakukan ? aku tak ingin mereka mengambil putriku " Isak nyonya Daisy dan menangis di pelukan suaminya tuan Addi
" kita akan menjaganya, ada ketiga putra kita yang akan menjaganya aku tidak akan membiarkan mereka membawa Freya dari kita " tegas tuan Addi membelai lembut punggung istrinya yang masih terisak dan menangis itu
****
__ADS_1
sinar mentari menyambut pagi yang indah Freya sedang menatap dirinya di pantulan kaca sembari tersenyum manis
" selesai " ucap Freya lalu mengambil tas mewah miliknya yang berwana putih itu, agar lebih terlihat elegan dengan dress yang dipakainya saat ini
Freya menuruni anak tangga dengan wajah yang ceria seakan-akan ia melupakan kejadian tadi malam
" selamat pagi " sapa Freya dengan senyum indahnya
" pagi " ucap mereka serempak, mereka merasa bingung melihat wajah Freya yang tampak berseri seakan tak terjadi apa-apa
Freya melahap sarapannya dengan sangat anggun cara dari ia memegang sendok serta meminum pun tak kalah anggunya, nyonya Daisy sampai tertegun karena Freya mirip dengan nyonya Daisy sewaktu gadis dulu
" kak Alfino dimana dia " tanya Freya
" Alfino sedang sedikit demam, mom tidak mengijinkannya untuk pergi ke kampus hari ini, dan kau bisa diantar supir dan dua bodyguard mu saja " ucap lembut nyonya Daisy dana Freya hanya mengangguk
" biar aku saja yang mengantarnya mom " seru Adriano cepat membuat Alexader mendengus kasar Freya yang mendengarnya hanya mengangguk kecil dan tersenyum tipis
" Freya " panggil Adriano lembut Freya menoleh dan menatap wajah tampan milik Adriano " apa kau masih marah kepadaku ? " tanya Adriano ragu
" tidak kak ! aku tidak pernah marah kepada kakak, aku tau selama ini kakak dan yang lain nya selalu melindungi diriku dari berbagai hal apapun, terimakasih kak " ucap bijak Freya lalu tersenyum manis dan Adriano segera mencium punggung tangan Freya dan mengecupnya disana beberapa kali
" kau tau ? aku takut jika kau marah padaku Freya, Jika hal itu terjadi maka duniaku akan hancur " ujar Adriano lagi
tiga puluh menit berlalu Adriano sudah sampai di pelataran kampus milik Freya sebelum itu Adriano mengecup dahi, pipi, serta bibir Freya dengan lembut hanya sebuah kecupan saja disana
" kakak aku ingin kau membeli sebuah tas baru untuk ku " saut Freya santai
Adriano yang mendengar itu langsung teringat akan hadiah yang sudah ia pesan beberapa hari ini tapi belum sempat ia beri kepada Freya
" baiklah, apapun untukmu " ucap lembut Adriano dan Freya pun tersenyum lalu keluar dari mobil milik Adriano dan melenggang pergi di kawal oleh Ken dan Kai di mengekor dibelakangnya
__ADS_1
***
disisi lain seorang pria tua dengan pesona kharismanya serta keelokan wajahnya sedang duduk serta menatap sebuah photo gadis cantik memakai gaun kebangsawanan nya
walupun pria itu sudah berumur tapi tubuh serta wajahnya masih saja terlihat segar
hanya saja fisiknya sudah mulai menurun karena faktor usia.
" putriku, maafkan ayahmu yang dulu mengusir mu dari sini andai waktu bisa ku putar kembali aku tidak akan pernah mau melakukan hal seperti itu lagi " sendu nya
pria tua itu hanya meratapi kebodohannya sendiri di masa lalu yang buta oleh pangkat dan kekuasaan yang menyebabkan putri nya harus mengangkat kaki dari mansion yang hampir mirip sebuah istana
" Tuan, saya membawa photo nona Freya hari ini " ucap seorang pria dengan sopan
" lihat lah cucuku mempunyai kharismanya sendiri bahkan bola matanya mirip dengan diriku, tak di ragukan lagi dia memang keturunan ku ! keturunan Castello " ucap pria tua itu lagi dan orang yang menjadi kepercayaanya hanya tersenyum senang karena tuannya sudah menemukan calon pewaris
Jerrick Castello adalah seorang raja agung, seorang casanova, seorang ahli petarung, seorang pria yang selalu jadi dambaan bagi setiap kaum hawa, dan yang lebih mengerikannya lagi seorang pembunuh berdarah dingin di dunia kartel nya sendiri
Jerrick mempunyai tiga orang anak sah dari istri pertamanya yaitu Darian,Donovan,dan Daisy
walaupun Jerrick seorang casanova tapi ia tidak pernah menabur benihnya pada setiap pemain wanitanya cukup istri sah nya saja yang mengandung benih dari dirinya, tapi sayang istri sah nya Salome Castello telah meninggal dunia beberapa tahun silam yang lalu
" hormat kami ayah " ucap Darian dan Donovan dengan serempak kedua pria yang usianya hampir sudah setengah abad
" duduklah " ucap tuan agung Jerrick kepada kedua putra nya " ada apa gerangan ? " ucap tuan agung Jerrick dengan nada datar yang penuh akan kharismanya
" tidak ayah, hanya saja kapan kita akan menjemput Daisy dan putrinya " ucap Donovan tenang, ia sangat merindukan adik kecilnya itu
tuan agung Jerrick yang mendengarnya berubah menjadi sendu, menjemput ? bahkan dirinya sendiri sudah memutuskan hubungan darah dengan Daisy ! lalu apa masih pantaskah dirinya untuk meminta putrinya kembali ?
Darian dan Donovan yang melihat wajah sendu ayahnya menjadi merasa bersalah , ayahnya pasti mengingat dan mengenang masa lalu yang menyakitkan jika mengenai Daisy adik kecilnya
__ADS_1