
akhirnya hari keberangkatan freya ke surabaya tiba.
freya yang sudah siap untuk pergi dengan berbagai barang bawaanya pun segera keluar dari kamarnya.
"freya.. lo janji yah sma kita kita kalo loe udah disana jangn sampe lupain kita "ujar mala sedih
"ia ia gue kan disana cuma beberapa taun doang ko kl kuliah gue beres juga gue pasti balik kesini.."jawab freya
"kenapa loe ga kuliah disini aja si frey.." timbrung meta
"gue pengenya juga gitu cuma ini kan nyokap gue yang minta.."jawba freya
"yaudah yah kalian ga usah pada lebay kalo ada waktu seminggu sekali gue pasti kesini ko..
gue minta bantuan kalian buat jagain rumah kesayangan gue yah.."ujar freya pada ketiga temannya itu
"ia kita pasti jagain rumah loe ko..loe tenang ajah yah.
loe take care yah disana "jawab rani sambil memeluk freya
diikuti dengan meta dan mala keempat sahabat itu saling berpelukan seolah tidak merelakan kepergian freya.
sesaat kemudian mereka pun melepas peluknya masing masing
freya menoleh ke arah jam tanganya waktu sudah menunjukan pukul 11 sedangkan pesawat keberangkatanya dijadwalkan akan berangkat pukul 12.30
"yaudah gue pamit yah gue takut telat..jaga diri kalian buat gue yah.. " sekali lagi freya memeluk erat teman temannya itu
setelah itu dia pun segera memasuki taxi yang sudah dipesanya
terlihat seorang supir taxi pun keluar untuk membantu memasukan koper dan tas milik freya ke dalam bagasi
setelah beres disusul dengan freya yang segera memasuki mobil
freya melambakaikan tanganya pada ketiga sahabatnya itu
dan mobil pun segera melaju meningalkan halaman rumah
dengan setia ketiga sahabatnya itu masih memeperhatikan laju mobil yang ia naiki.
dengan perasaan hati yang sedih freya terpaksa harus meninggalkn sahabat sahabatnya itu.
karena mau tidak mau freya memang harus kuliah disana dan membantu ibunya untuk mengelola perusahaan alm.ayahnya
*****
setelah 1 jam perjalanan akhirnya freya tiba dibandara
dia turun dari taxi dengan bberapa tas serta koper nya..
"maksih yah pa " ucap freya pada supir taxi yang telah membantunya
freya pun melihat ke arah sekeliling di bandara itu
freya tidak bisa mengelak bahwa dalam hatinya terasa berat untuk pergi meninggalkan bandung..
meskipun freya tidak lahir di bandung tapi di bandung dia mendapatkan banyak kenangan serta pelajaran yang luar biasa dalam hidupnya.
dengan berat hati akhirnya freya pun memantapkan dirinya berusaha ikhlas untuk meninggalkan kota bandung
*****
siang itu dava baru saja selesai meeting..
tanpa sengaja freya melewati sekolahan freya
sejenak ia menghentikan laju mobilnya dan berhenti disana
dava mengingat semua tentang freya.
__ADS_1
hatinya merasakan rindu yang amat sangat
setelah beberapa waktu kebelakang dirinya memenag tidak pernah menemui freya lagi.
sekilas dava tersadar bahwa setelah selesai sekolah freya akan meneruskan kuliahnya di surabaya..
tanpa pikir panjang dava menancap gas mobilnya dengan cepat ia segera pergi menuju ke arah rumah freya.
di lain tempat ketiga sahabat freya mala meta dan rani pun masih sibuk dengan rasa kehilanganya, mereka masih berkumpul di ruang depan sambil mengobrol dengan sisa sisa air mata yang ada
"gue sedih banget mala... kita tuh dari smp udah bareng bareng trs skrg freya malah ninggalin kita "ujar rani lirih
"ia sama gue juga sedih..tapi gimna lagi kita kan ga bisa egois nahan nahan dia buat ga pergi..." jawab mala
mereka mengobrolll dengan posisi saling menyandarkan diri satu sama lainya.
meta yang melihat mala dan rani bertingkah seperti itu pun hanya menggelengkan kepalanya pelan.
lalu ia kembali fokus kepada ponselnya
suasana hening sejenak...ketiganya kembali diam dengan 1 pemikiran yang sama
"sampe kapanpun gue akan selalu tetep sayang sama dia met"
meta diam memelotokan matanya setelah membaca pesan singkat terkhir dari freya.
tok...tokk...tok...
suara ketukan pintu tiba tiba terdengar seolah memecahkan keheningan antara ketiganya.
"siapa ...?" tanya meta pada kedua temannya
"gatau gue.. apa mungkin freya, bisa aja kan dia berubah pikiran trus dia balik lagi "ujar rani menerka nerka
"hmmm bisa jadi tuh....kedepan yu " timbrung meta ketiganya segera berlari berhamburan ke arah ruang depan
dengan senyum lebar dan perasaan yang senang mereka saling berebut membuka pintu.
"dava ..!!"sahut mereka kompak
" freya ?" tanya dava tanpa basa basi
"freya udah bergkt tdi ke bandara dav.."
"ok "
tanpa mengucap permisi terlebih dahulu secepat kilat dava pergi setelah mengetahui bahwa freya sudah berangkat ke bandara.
dava menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi...
sepanjang perjalanan hatinya cemas takut kalau dia akan kehilangan freya sebelum mereka bertemu untuk terkhir kalinya..
otaknya terus saja dipenuhi dengan pikiran tentang freya
sesaat kemudian dava pun sampai di bandara tanpa memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dava langsung masuk memasuki pintu bandara
kakinya yang panjang terus melangkah cepat,sesekali ia melangkah dengan sedikit berlari mengitari seluruh ruangan disana.
"frey kamu dimana?"tanya nya pada diri sendiri
dava terus mencari keberadaan dimana freya
matanya mengintai ke seluruh penjuru ruangan disana
hingga matanya terhenti di satu titik dimana freya sedang duduk tenang dengan earphone yang terpasang ditelinganya .
secara langsung hati dava merasa sangat tenang sekaligus senang
dia tertawa pada diri sendiri karena melihat freya masih ada disana
__ADS_1
perlahan dava melangkahkan kakinya hingga ia berdiri tepat di belakang freya.
untuk sekarang ia hanya mampu melihat freya dari arah belakang
sejuta kata kata ingin dia ungkapkan sejuta pelukan ingin dia lakukan
tapi dava sadar akan satu hal dengan ucapan freya terkhir kalinya saat mereka bertemu.
langkahnya sedikit tertahan tapi rasa rindu yang ia tahan mampu mengalahkan semuanya akhirnya dava memeluk freya yang yang masih tidak sadar akan kehadiranya itu.
freya yang mendapatkan pelukan secara tiba tiba dari arah belakang pun kaget..
ia memelototkan matanya ke depan dengan menerima pelukan yang kini membuat tubuhnya bergetar.
wangi khas dari seseorang yang kini memeluknya membuat freya meneteskan air matanya
freya ingat betul siapa orang yang selalu memakai minyak wangi seperti itu..
"jangan pergi frey.." ucap dava di tengkuk freya
dava sedikit mengeratkan pelukanya terhadap freya
sedangkan freya,dia masih terdiam dan mengalirkan air matanya deras yang kini membasahi pipinya.
untuk beberapa saat, keduanya terbenam dalam perasaannya masing masing
mereka saling diam merasakan bahwa hati mereka masih saling menyatu.
"lepasin aku dav." ucap freya beberapa saat kemudian
"jangan pergi frey aku mohon.."mohon dava pada freya
"udah gada lagi alesan aku untuk ada disini dava.aku ga mau kehadiran aku di anggap sebagai pengacau antara kamu sama clara."jawab freya
dava melepaskan pelukanya secara perlahan
ia seakan tersadar hal akan tentang ayahnya clara
dia memang sudah terlanjur berjanji pada ayahnya untuk tidak meninggalakn clara
dan ia menerima itu meskipun ia harus memaksakan hatinya untuk menerima itu semua
dengan pelan freya mengusap air matanya lalu ia melepaskan pelukan dava dari tubuhnya
dan kemudian ia bangkit dari duduknya dan kini tengah berdiri saling berhadapan bersama dava.
"aku pamit dava.. " ucap freya pelan.
freya melangkahkan kakinya selangkah lebih dekat dengan dava
kini mata mereka saling bertatapan
"cup" sebuah kecupan dari bibir mungil freya mendarat di pipi dava
"aku sayang kamu dava.biarkan waktu yang akan menjawab semua tentang kita "ucap freya pada dava..
sesaat kemudian freya pun pergi
ia trrus melangkahkan kakinya untuk segera memasuki pesawat keberangkatanya
sepanjang perjalanan air matanya terus menetes hingga membasahi wajahnya.
sementara dava ia hanya bisa menyaksikan kepergian freya.
hanya rasa sepi yang dava rasakan sekarang
kini rasa sedih menghinggapi dirinya
air matanya tak sanggup lagi ia bendung..
__ADS_1
dava pun menangis seolah menyesali kepergian freya ..
******