Freya

Freya
bertemu Karina lagi


__ADS_3

Hari ini Freya tampak bermalas-malasan ditemani Adriano dan juga Alexander karena Alfino sedang ada jam untuk mengajar di universitas.


Freya tampak asik dengan cemilan kue coklat keringnya, Alexander tampak serius menatap layar laptopnya sedangkan Adriano hanya sesekali melirik ke arah ponselnya.


Freya tampak menggerutu tidak jelas pada acara film yang sedang disiarkan dimana terjadi konflik untuk orang dewasa.


" Kak. Apakah menikah akan menimbulkan suatu masalah yang rumit ? " tanya Freya yang masih fokus menatap layar 50'in tersebut.


Alexander dan Adriano menatap Freya dan seksama, sesaat mereka memikirkan apa yang baru saja terlontarkan oleh Freya nya.


" Tidak Freya. Memangnya ada apa ? " tanya Alexander dengan lembut.


" Kakak lihat film itu, sungguh menyebalkan " ucap Freya dengan mendengus kesal membuat Adriano tertawa karena melihat ekspresi Freya yang sangat menggemaskan. " Pemain pria itu sungguh tidak berperasaan kak. Aku tidak suka dengan nya " ucap Freya lalu ia segera memindahkan ke Chanel lainnya.


" sudahlah untuk apa kau kesal itu hanya sebuah film Freya " ucap Alexander dan Freya hanya mengangguk saja.


ponsel Freya berdering membuat Adriano dan juga Alexander mengarahkan pandangannya ke ponsel itu, Freya segera mengangkat panggilan tersebut dan ternyata Juliana menghunginya.


" Ana " ucap Freya.


" Freya. Kau dimana ? apa kau sibuk ? jika tidak bisakah kau menemaniku untuk berbelanja " ucap Juliana di sebrang sana.


" Aku sedang berada di mansion. Baiklah aku akan bersiap terlebih dahulu ana. " ucap Freya dengan senang.


" baiklah, setengah jam lagi aku akan sampai di mansion mu " ucap ana lalu memutuskan panggilan tersebut.


Freya tampak tersenyum senang, berbelanja ? ohh rasanya Freya benar-benar butuh waktu untuk memanjakan diri bersama sahabatnya itu.


" Kak, aku akan pergi bersama dengan ana " ucap Freya.


" kemana ? " ucap Adriano dan Alexander serempak.


" memanjakan diri kak " ucap Freya tersenyum genit.


" Ken dan Kai akan tetap ikut. " ucap Adriano dan Freya hanya diam saja " kakak pun akan ikut " ucap Adriano lagi.


" kakak " kesal Freya karena Adriano justru ikut dengan dirinya " bisakah kakak tidak ikut ! aku membutuhkan waktu bersama sahabat ku kak " rengek Freya.

__ADS_1


" Tapi ... " ucap Adriano terpotong karena Freya langsung menyelanya.


" Aku akan marah jika kakak melakukan nya, dan aku pun tidak mau makan " ancam Freya sedikit kesal dan Adriano langsung gelagapan.


" baiklah, " ucap Adriano pasrah dan Freya langsung tersenyum lalu berlari menuju kamarnya untuk bersiap.


*****


Freya dan Julina tampak asik memilah barang-barang para wanita mulai dari baju, gaun, tas dan juga sepatu, Semuanya tak terlewatkan.


Ken dan Kai hanya bisa mengikuti langkah nona mudanya yang sangat lincah jika berhubungan dengan berbelanja, begitupun dengan Juliana mereka benar-benar cocok dan serasi.


" Freya aku lapar " keluh Juliana saat ia akan memasuki toko perhiasan tapi ia urungkan karena perutnya sudah mendemo meminta jatah.


" Hmm kalau begitu ayo kita makan terlebih dahulu " saut Freya dan Juliana mengangguk patuh, kedua bodyguard Freya berdiri sigap berada di belakang nona mudanya. Hingga mereka sampai di sebuah restoran yang terdapat di mall tersebut.


Freya dan Juliana segera memesan makanan untuk mengisi perutnya, bahkan Juliana menyuruh kedua bodyguard Freya untuk bergabung bersama.


" tidak nona... " ucap Ken menggantung


" duduklah, aku tau kalian pasti lapar " seru Freya. Ken dan Kai saling lirik.


hingga beberapa saat hidangan telah tersaji dengan rapi, mereka segera makan dengan lahap nampak Juliana terlihat begitu lapar hingga Freya yang melihatnya tertawa geli.


" Haii nona, kita bertemu lagi " ucap suara bariton seorang pria. Freya dan Juliana langsung menoleh kearah sumber suara. Ken dan Kai memperhatikan lelaki itu dari kursinya. " nona Freya " sapa lelaki itu ramah dan Freya tampak seperti sedang memikirkan sesuatu. " silver, kau masih ingat aku ? " tanya lelaki itu lagi.


" ohh tua silver " ucap Freya tak kalah ramah dengan senyum menawannya " maaf aku tak mengenali mu tadi " ucap Freya lagi dan silver hanya tersenyum menanggapinya.


" boleh aku duduk ? " tanya silver dan Freya mengangguk tanpa ragu. Juliana sesaat terpana akan lelaki berpakaian formal dengan jas berwarna biru tua yang sangat elegan itu. " maaf jika kedatangan ku mengganggu waktu kalian, tadi aku tak sengaja melihatmu disini, jadi aku memutuskan untuk menyapa mu terlebih dahulu. " ucap silver dan Freya hanya tersenyum simpul.


" Tidak masalah tuan, dan maaf sekali lagi aku sungguh tak mengenali mu " ucap Freya dan silver hanya mengangguk kecil lalu tersenyum manis.


Ken dan Kai memperhatikan silver dengan seksama bahkan silver menyadari tatapan keduanya, sedangkan Juliana dan tampak asik melanjutkan makannya.


" cihh. Kau memang pantas menyandang gelar jalang kecil, nona " ucap suara wanita tiba-tiba membuat Freya dan Juliana menghentikan kegiatannya sesaat lalu menatap wanita asing tersebut, sedangkan silver hanya menatap bingung pada wanita yang datang dengan tiba-tiba.


" Maaf kau berbicara dengan siapa ? " tanya Juliana dengan ramah.

__ADS_1


" tentu saja teman mu ini " ketus wanita itu yang tak lain adalah Karina. Freya tampak tak menghiraukan Karina karena baginya itu tak penting.


" jaga sikap mu nona " tegas Kai menatap Karina dengan marah.


" kenapa ? ohh apa kalian salah satu lelaki yang menemani dia atau menemani dan menghangatkan ranjangnya " sinis Karina


BRAKKKKKK


Juliana tampak marah dan menggebrak meja dengan keras hingga membuat semua orang menatap kearahnya. sedangkan Freya ia dibuat terkejut akan ulah Juliana.


" kau berbicara dengan asal " tunjuk Juliana tepat di wajah Karina " berkacalah sebelum mengatai sahabatku dengan mulut kotor mu itu lihatlah penampilan mu sendiri yang lebih mirip dengan tante-tante penghangat ranjang para pria hidung belang " tajam Juliana dengan suara keras hingga terdengar bisik-bisik dari orang-orang sekitar.


Freya terkejut dan silver ia tampak tersenyum dengan ucapan gadis belia kepada seorang wanita dewasa tanpa sadar Kai dan Ken tersenyum puas.


PLAKKK


" Ana " pekik Freya karena Karina menamparnya di depan umum.


" jaga bicara mu gadis sialan " marah Karina dan Juliana tampak tak terima dengan tamparan yang dilayangkan oleh Karina.


BYUURRR


Juliana menumpahkan minumannya dengan kasar ke wajah Karina hingga rambut dan sebagian pakain nya basah karena ulah Juliana. Freya tampak menahan lengan sahabat nya itu agar tak bertindak lebih jauh.


" Kau.. " pekik Karina marah menatap nyalang pada Juliana.


BYUURRR


" nona / Freya " semua orang tercengang karena Freya yang menjadi korban siraman Karina. Freya menatap tajam pada Karina sesaat.


" hehehe baguslah jika kau yang terkena siraman itu " ucap Karina lagi.


" hentikan ! kau ini sebenarnya siapa ? datang-datang dan membuat keributan disini " ucap tajam silver kepada Karina dan Karina kini menatap silver tanpa berkedip.


" hati-hati dengan gadis itu tuan " tunjuk Karina kepada Freya dan Freya diam saja begitupun yang lainnya " dia adalah gadis yang pandai menggoda " ucap Karina dengan lantang.


Juliana tampak marah kepada Karina karena berbicara yang bukan-bukan kepada sahabat nya ini, akan tetapi Freya menahan nya dan memutuskan untuk segera kembali.

__ADS_1


'' maaf tuan silver sebaiknya aku segera kembali. " ucap Freya dengan ramah dan silver sebenarnya tak rela jika Freya pergi lalu ia mengumpat kesal Karina dalam hati " permisi " ucap Freya lalu menarik tangan Juliana agar cepat pergi dari situ Ken dan Kai mengekor di belakang nya.


Karina menatap kepergian Freya dengan senyum puas nya, silver bisa merasakan jika Karina membenci Freya tapi kenapa, silver akhirnya meninggalkan tempat itu dan membiarkan Karina yang masih memandang kepergian Freya.


__ADS_2