
Empat hari berlalu sudah kini kondisi Freya semakin membaik usai tragedi yang membuat dirinya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Selama empat hari itu semua keluarganya tak pernah pergi meninggalkan Freya sendiri terlebih Adriano.
CEKLEK
Seorang lelaki berumur yang ditemani seorang lelaki terpaut usia jauh lebih muda muncul dan seraya memberikan senyum lembutnya pada Freya yang kini menatapnya. nyonya Daisy dan tuan Addi yang sedang berada di ruangan milik Freya tertegun dengan kehadiran lelaki itu.
" Selamat sore Freya. Bagaimana keadaan mu? " tanya tuan agung jerrick tersenyum lembut.
" Aku baik-baik saja '' jawab Freya polos tatapannya penuh tanda pertanyaan didalam benak nya. Tuan agung jerrick ikut menatap kearah nyonya Daisy dan tuan Addi yang sedari tadi diam dengan bungkam. " Kau siapa ? " tanya Freya begitu saja hingga tuan agung jerrick terkekeh kecil dibuatnya.
" Apakah ibumu belum memberitahu siapa aku padamu ? '' ucap tuan agung jerrick dan Freya hanya menggeleng kecil tanda tak mengerti.
" Mom ? " ucap Freya penuh penekanan menatap sang ibu untuk meminta penjelasan. Nyonya Daisy tersenyum menatap kearah putrinya dengan tangan yang saling meremas.
" Freya dia.. dia adalah kakek mu '' ucap nyonya Daisy begitu saja dan Freya bahkan Adriano dan Alfino yang berada disana terkejut bukan main. Kakek ? itu artinya lelaki itu adalah ayah dari ibunya. Freya menatap lekat wajah lelaki berumur yang sangat asing dimatanya. " Dia kakek mu sayang dan dia juga yang memberikan darah nya padamu saat kau kekurangan banyak darah pada saat itu '' ucap nyonya Daisy lagi dan Freya masih saja diam.
" Kakek? " ucap Freya lagi dengan gumaman Kecil " Benarkah ? '' tanya Freya lagi.
" Aku kakek mu. Apakah kau tidak senang ? '' tanya tuan agung jerrick menatap lekat waja cantik cucu perempuan nya itu.
" Jadi selama ini aku masih memiliki kakek? Jika dilihat mata kita berdua sangat lah mirip sama-sama mempunyai bola mata berwarna perak. Hanya saja kau seorang lelaki dan aku seorang wanita '' ucap Freya lagi dan tuan agung jerrick hanya tersenyum dan mengangguk kecil.
__ADS_1
" Kau memang pandai Freya. Kau mewarisi setengah paras dari yang ku punya. Bola mata, bibir dan dagu yang sangat runcing. Hanya saja rambut panjang dan kecokelatan yang kau miliki sama persis dengan ibumu saat dirinya masih muda '' ucap tuan agung jerrick dengan lirih menatap sendu kearah nyonya Daisy yang hanya menunduk saja.
" benarkah? ternyata kakek pandai sekali menilai " ucap Freya dengan tersenyum tipis. " mom bisakah kau jelaskan ? " ucap Freya menatap sang ibu yang sedari tadi hanya diam dengan menunduk tak berani menatap. Tuan agung jerrick yang ditemani oleh Karim hanya diam dan saling pandang satu sama lain.
" Freya mommy akan menjelaskan nya nanti tapi tidak disini sayang. Mommy akan menjelaskan nya nanti di rumah '' ucap nyonya Daisy lagi yang terlihat tertekan dengan kedatangan sang ayah.
" Mom kau baik-baik saja ? '' tanya alfino berjalan kearah sang ibu dan duduk disampingnya. Nyonya Daisy mengangguk dan tersenyum lalu mengelus lembut pipi alfino.
Tak lama suara ketukan pintu terdengar dan menampilkan dua orang perawat yang akan bertugas untuk memeriksa keadaan Freya. Gadis bermanik perak itu seakan memalingkan wajahnya saat melihat peralatan medis lainnya.
Tuan Addi yang memahami segera berjalan mendekat kearah Freya dan menenangkan nya dengan lembut. Freya tampak tak mau namun tuan Addi segera mendekap kepala putrinya untuk bersandar di dada bidang sang ayah.
********
Kini nyonya Daisy dan tuan agung jerrick saling berhadapan tak hanya mereka bertiga tuan muda Derlene pun turut berada di antara mereka dan tuan agung jerrick merasa tak keberatan dengan hal itu.
'' Apa kau benar-benar ingin menutupi identitas ku pada putri mu? Kau ingin benar-benar dia tak mengenali diriku '' tuan agung jerrick berkata dengan nada yang sangat pelan bisa dirasakan jika dari nadanya terdengar sangat menyedihkan.
" Aku belum siap " ucap nyonya Daisy lagi '' Aku belum siap ketika putriku mengetahui siapa kakek nya karena selama ini putriku dan juga putraku tak pernah mengenal kerabat lain. Hanya aku dan suamiku '' tegas nyonya Daisy lagi dan tuan agung jerrick hanya diam dan tersenyum tipis. " Apa tujuan mu saat putriku mengenali siapa kakek nya '' nyonya Daisy berkata dengan penuh penekanan.
" Putri Daisy beliau masih ayahmu '' ucap Karim memperingati namun nyonya Daisy menatap tajam pada kepercayaan ayahnya itu.
__ADS_1
" Ralat perkataan ku Karim. Dia sendiri yang memutuskan hubungan diantara kami itu artinya dia bukan siapa-siapa bagiku. '' kecam Daisy " Satu lagi sebut nama ku dengan nyonya Derlene! Aku bukan putri '' ucap Daisy kesal hingga tuan Addi mengelus lembut punggung istrinya sedangkan ketiga tuan muda Derlene pun hanya diam menyimak pembicaraan.
'' Namun kau tak pernah melupakan darah yang mengalir di dalam tubuhmu dan juga putrimu. Secara garis besar kau masih tetap sama putriku. Putri di kastil yang aku bangun begitupun dengan status putrimu secara tidak langsung dirinya seorang putri. '' ucap tuan agung tenang dan tangan nyonya Daisy sudah terkepal sempurna hingga tuan agung jerrick dapat melihat semuanya. '' Kau berubah begitu banyak Daisy. Sekarang kau terlihat tak bersikap sopan pada ayahmu! Apakah pengaruh lelaki itu yang membuat dirimu seperti ini ? '' tekan tuan agung jerrick lagi menatap putrinya tajam.
" Kau!! " geram Daisy namun tuan Addi menggeleng tegas.
" Maaf jika aku turut berbicara. Sikap istriku tentu saja aku yang menanggungnya sejauh ini istriku memiliki sikap yang santun itu sebab nya aku berterimakasih pada didikan mu tuan agung. Hanya saja jika kau menyalahkan aku dengan sikap istriku saat ini sungguh kau tak melihat peristiwa beberapa tahun silam '' ucap tuan Addi dingin dan datar.
Tuan agung sejenak terdiam dan mengingat masa lalunya kembali dimana dia dengan tegas memutuskan hubungan yang sah diantara mereka hanya karena nyonya Daisy lebih memilih suaminya yang merupakan seorang pesuruh mafia.
Karim yang melihat tuan nya seperti murung dengan cepat mengusap lembut punggung lelaki yang sangat berjasa hidupnya.
" putri bisakah kita semua lupakan masa lalu ? tuan agung sedang tidak baik-baik saja kondisi nya menurun akhir-akhir ini dan pada saat tuan agung mendapatkan kabar jika terjadi sesuatu pada nona Freya beliau rela datang jauh dari asal nya '' ucap Karim menatap lekat nyonya Daisy.
" Tidak apa-apa Karim. Aku minta maaf padamu mu dan juga suamimu. Kau tau dengan diriku bahkan kau tau dengan keluarga kita. Saat itu kau lebih memilih meninggalkan kastil dan menikah diam-diam dengan pilihan mu hingga membuat aku merasa tak berguna sebagai seorang ayah untuk mu Daisy tidak kah kau lihat jika aku hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak ku. Namun kau menentang ? tapi kini aku bisa bernafas lega karena kau memiliki suami yang bertanggung jawab. Maaf sungguh aku minta maaf. Hanya saja jangan tutupi hubungan yang terjalin diantara kita kau tetap putri kecil ku. '' sendu tuan agung jerrick dengan pandangan tertunduk wibawa kekuasaan nya lenyap tat kala perdebatan diantara mereka yang terjadi sedikit membuat hati nyonya Daisy tersentuh.
" Ayah.. " lirih Daisy dengan berderai air mata tanpa bisa dirinya cegah. Nyonya Daisy beranjak dan bersimpuh di kaki sang ayah. Sejatinya dirinya sangat merindukan sang ayah hanya saja masalah yang terjadi diantara mereka membuat hatinya kecewa dan sakit.
" Tidak apa-apa Daisy jangan menangis. Datang lah ke kastil bersama dengan keluarga mu saat kalian semua mempunyai waktu pintu kastil ku terbuka lebar untuk kalian. Jaga dirimu baik-baik sudah waktunya aku pergi '' ucap tuan agung seraya mengelus lembut kepala putrinya. Nyonya Daisy rindu saat dirinya bermanja-manja dengan sang ayah dulu bahkan dirinya rindu ketika sang ayah tak mampu menolak keinginan nya. Namun sekarang semuanya terasa sangat berbeda tangan yang dulu nya kekar dan keras kini telah mengerut seiring berjalan nya waktu.
Nyonya Daisy menatap kepergian tuan agung jerrick bersama dengan Karim yang terlebih dahulu menunduk hormat pada nyonya Daisy. Tuan Addi mengelus dan membawa istrinya kedalam dekapan sedangkan para putranya hanya bisa diam tak tau harus berkata apa.
__ADS_1