Freya

Freya
masa lalu


__ADS_3

dua jam berlalu mansion keluarga Derlene sudah bersih dari kekacauan tapi Freya belum juga sadar, membuat nyonya Daisy cemas seketika bahkan tuan Addi sampai memanggil dokter keluarga dan mereka mengatakan Freya tidak apa-apa hanya syok biasa saja, tapi semua itu tak membuat nyonya Daisy dan tuan Addi lega pasalnya sampai sekarang Freya belum menunjukan jika dirinya akan sadar


Alfino lebih dulu masuk ke kamar Freya sedangkan Adriano dan Alexader masih harus mengurusi sesuatu hal


terlihat raut wajah khawatir terpancar dari Mereka


" apa Freya sudah mengetahui masa lalu kita " ucap tuan Addi lirih


" entahlah, aku pun merasa begitu tapi jika ia siapa yang memberi tahunya " ucap nyonya Daisy ikut menimpali


Alfino yang mendengar itu hanya diam saja dan ia melihat mendekat ke sisi Freya membelai wajah serta tangganya dengan lembut


" mom dad kalian istirahat lah, biar aku yang menjaga nya " ucap Alfino menatap kedua orang tuannya


" tidak apa nak, biar kami disini saja menunggu sampai Freya sadar " ucap nyonya Daisy lembut, dan Alfino mengangguk patuh saat Alfino menggenggam tangan Freya ia merasakan pergerakan kecil dari sela sela jari Freya, Alfino dengan segara mendekat ke arah Freya


" mom dad Freya sudah sadar " ucap Alfino dan mereka segera mendekat ke arah Freya


" sayang kau membuat mom khawatir " ucap nyonya Daisy dan membelai wajah Freya lembut


" mom.. aku..hiks hiks aku membunuhnya mom " Isak Freya kala mengingat dirinya yang menembak mati Rahmono dengan tangannya sendiri


" tenanglah nak, sudah semuanya sudah berlalu " ucap tuan Addi " lain kali jangan seperti itu " lanjut tuan Addi lagi dan Freya masih saja menangis


setelah mematikan kondisi Freya baik-baik aja tuan Addi dan nyonya Daisy meninggalkan kamar putrinya bersama dengan Alfino


Freya menatap lurus ke arah samping balkon fikirannya menerawang tentang peristiwa yang baru beberapa jam berlalu terjadi


Alfino yang melihat itu segera mendekat dan mendekap tubuh Freya dengan lembut

__ADS_1


" Freya aku menyayangimu ! lupakan kejadian tadi dan aku harap kau tak akan pernah melakukan hal seperti itu " ucap Alfino lembut dan Freya mengangguk patuh


siapa yang ingin seperti itu ? seakan ada dorongan yang membuat Freya melakukan di luar dugaan nya otak dan tubuhnya seketika memberontak


" kak Adriano dan kak Alexader dimana mereka ? " tanya Freya lagi


" mereka sedang ada pekerjaan sedikit mungkin sebentar lagi mereka akan kembali " jelas Alfino " tidur lah, aku akan menemanimu disini " Alfino membelai punggung Freya sangat lembut menemukan kenyamanan pada pemilik hatinya


Alfino bisa merasakan jika Freya mulai memejamkan matanya, aroma tubuh Freya mampu membaut Alfino menjadi tenaga seketika bercampur dengan aroma vanilla sangat manis


posisi Freya memeluk alfino dengan sedikit bersandar dan menempatkan kepalanya di dada bidang Alfino


Alfino merapikan rambut Freya yang menghalangi wajahnya membelai lembut pipi Freya, baru saja Alfino ingin mencium bibir Freya


suara pintu terdengar disana menampilkan dua sosok pria siapa lagi kalau bukan Adriano dan Alexader


" apa yang ingin kau lakukan Alfino " ucap Alexader dengan nada sinis nya dan Alfino terkekeh seketika


dirasa Freya sudah tertidur pulas perlahan Alfino bangkit dan keluar dari kamar feminim itu bersama kedua saudaranya


mereka segera keruangan milik tuan Addi karena ayahnya sedang menunggu


keempat lelaki itu sedang duduk dengan tegap wajahnya sama sama datar dan dingin bahkan tuan Addi sedang menikmati sebatang rokok mahalnya


ketiga tuan muda keluarga Derlene sedang menikmati wine mahalnya, sesekali matanya beradu pandang satu sama lain


" apa yang akan kita lakukan selanjutnya dad " tanya Alexader memulai pembicaraan, tuan Addi mengatur nafasnya agar lebih baik dan tenang


" aku tau kalian menempatkan mata-mata untuk menjaga Freya sama hal nya seperti diriku " jelas tuan Addi dan ketiga tuan muda itu hanya mengangguk santai " apa yang kalian dapat selama mereka mengawasi Freya ? adakah orang yang kalian curigai disekitar Freya " tanya tuan Addi lagi menatap ketiga putranya

__ADS_1


" Dion " ucap mantap Alexader Adriano dan Alfino menatap nya dengan seksama, Dion ? tuan Addi mengerutkan dahinya seketika serasa tidak asing untuk namanya


Adriano dan Alfino menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada tuan Addi dan tuan Addi membukanya secara perlahan di mulai dari amplop milik Adriano


potret seorang wanita yang selalu saja ada di sekitar Freya ! di kampus, di luar kampus, bahkan terakhir di sebuah taman saat Freya di temani kedua bodyguard nya, tuan Addi meneliti wanita tersebut dengan seksama


" dia ? " gumam tuan Addi terkejut Adriano yang melihat itu pun heran


" apa dad mengenalnya ? " tanya Adriano lagi dan tuan Addi mengangguk perlahan


" dia salah satu orang di masa lalu dad dan mom " ucap tuan Addi dengan gugup itu semua tak luput dari pandangan ketiga putranya


" berbicara lah dengan jujur dad, " ucap Alexader lagi dan tuan Addi langsung meletakkan amplop milik Adriano kemudian beralih kepada Alfino


dengan rasa gugup dan khawatir tuan Addi membukanya seorang lelaki bertubuh tegap memakai pakaian kelewat rapi itu terlihat beberapa kali ada di sekitar Freya mata tuan Addi melebar sempurna ketika melihat simbol yang terbordir rapi di kameja pria itu jantung nya berpacu lebih cepat tangannya bergetar hebat ingatannya kembali ke masa lalu dimana ia dan istrinya sama-sama berjuang dan kini orang orang itu kembali hanya untuk mengintai putrinya


" tidak mungkin secepat ini " lirih tuan Addi dan ketiga putranya menatap bingung kepada ayahnya mereka yakin ada sesuatu hal yang orang tuanya sembunyikan, entah apa itu ? walaupun tuan Addi tipe yang terbuka kepada anak-anak nya tapi itu tidak semua ada yang harus di tutup dengan rapat untuk tak diketahui putranya terlebih putrinya sendiri


" dad kau menyembunyikan sesuatu ? ," seru Alfino dan tuan Addi segera menyeruput wine di gelas miliknya


tuan Addi terdiam sesaat wajahnya nampak sendu ia sangat memikirkan kehidupan putrinya dimana hidup dan nyawanya selalu terancam sejak Freya lahir


para musuh tuan Addi selalu saja mengincar Freya mereka benar benar menguji kesabaran seorang Addi Derlene


sekarang Freya sudah tumbuh menjadi gadis yang teramat cantik wajahnya tidak menunjukkan jika dia orang pribumi asli sama seperti ibunya nyonya Daisy hanya yang membedakan nya adalah warna bola mata keduanya ! milik Freya lebih mendominan sedangkan milik ibunya tidak


Freya terlalu sempurna untuk ukuran seorang gadis di usianya oleh karena itu tuan Addi selalu menjaga Freya mati-matian walaupun beberapa kali kecolongan


ingatan tuan Addi kembali mengingat perjuangan ia bersama nyonya Daisy di masa lalu, nyonya Daisy bukanlah orang sembarangan ia salah satu putri bangsawan berketurunan darah biru di negeri X bahkan mereka pun mempunyai kartel yang berdiri sendiri, nyonya Daisy yang rela menentang segalanya hanya untuk menikah dengan tuan Addi yang seorang mafia waktu itu bahkan bisa dikatakan tuan Addi hanyalah seorang bawahan yang tak lain seorang kaki kanan dari ketuanya sendiri

__ADS_1


keluarganya teramat murka kepada nyonya Daisy hingga ayah nya seseorang yang sangat dipuja dan di agungkan karena kekuasaan, jabatan, paras yang rupawan bagaikan Dewa Yunani pada jamannya itu memutuskan hubungan darah dengan nyonya Daisy pada detik itu juga bahkan kedua saudaranya hanya diam menatap iba kepada adik terkecil nya itu


bahkan gelar, kemewahan serta kekuasaan dicabut dengan paksa oleh ayahnya ! tapi itu semua tak membuat nyonya Daisy bersedih ia bisa terbebas dari jerat sangkar emas yang dibuat keluarganya sendiri terlebih nyonya Daisy seorang wanita dan anak perempuan satu-satunya di sana membuat kehidupan nyonya Daisy selalu saja bagaikan putri raja


__ADS_2