Freya

Freya
episode 20


__ADS_3

freya duduk di tepian halte bis...


semenjak pengakuan dava tentang tunanganya itu freya lebih memilih untuk menyendiri...


dia sengaja menjaga jarak dari teman temannya karena ia tidak mau membuat teman temannya kembali khawatir....


freya menatap ke arah kaki kanannya yang belum sembuh total itu terlihat ada bekas jaitan disana..


"bis nya mana si " ucap freya pada diri sendiri sambil sesekali menengok ke arah kanan arah bis datang..


cuaca sore itu sangat tidak bersahabat ...


sejak pagi langit di kota bandung sangat mendung...


rintik hujan pun mulai turun tetes demi tetes hujan kini telah membasahi seluruh jalanan...


freya yang masih berada di halte bis pun pasrah dengan keadaan itu...


"loe dimana frey" pesan dari meta itu muncul dari layar ponselnya..


"gue udah dirumah ko ... " jawab freya berbohomg pada meta


"ya udah syukur deh kalo loe udh dirumah kita pasti bklan balik telat soalnya ujannya gede banget"


"ok"


freya pun menutup ponselnya kembali dan memasukannya ke dalam tas ...


dia kembali terdiam dan memandangi tiap tetesan hujan yang jatuh ke jalanan


secara tiba tiba lamunan tentang dava pun menghampiri diamnya..


tidak bisa dipungkiri kalau freya memang merindukan sosok dava yang tiap harinya selalu menghiasi senyum nya..


freya kembali membalikan tas nya di pangkuanya dan mengambil ponsel yang berada di dalamnya...


freya mulai membaca pesan pesan yang dikirim oleh dava..


"maafin aku frey... aku sama sekli ga pernah ada maksud untuk mainin hati kamu"


"plisss kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya "


" freya aku sayang kamu "


itulah beberapa pesan dari dava yang di baca oleh freya....


freya menunduk merasakan matanya mulai basah ia mengusap pelan pipinya.


dan menutup kembali ponselnya


hujan mulai reda hanya tinggal rintik rintik gerimis kecil..


freya pun memutuskan untuk berjalan karena bis yang ia tunggu tidak kunjung tiba.

__ADS_1


selangkah demi selangkah freya menyusuri jalanan yang sepi,saat itu hanya ada beberapa kendaraan saja yang lalu lalang disana.


freya terus menyusuri jalan dengan perasaan yang terus memikirkan dava...


tiitt...tiit...


suara kalkson mobil seakan membuatnya kaget hingga tersentak jatuh ke tanah...


freya bangkit dari tanah seluruh baju nya basah kuyup.


freya mengusap tanganya yang kotor terkena lumpur


"hahahaaaa.... " tiba tiba terdengar suara tawa dari mobil itu.


freya menoleh ke arah suara itu dan ia melihat disana ada clara bersama teman temannya..


mereka memang sengaja melakukan itu pada freya dengan tujuan untuk mempermalukan freya di depan umum untuk acara pembalasan dendam clara terhadap freya..


" sampah tetep ajah sampah ...kotor!!" ucap clara sambil menjalankan kembali mobilnya


freya diam membiarkan clara pergi


.ucapan clara sukses membuat freya merasa terhina dengan ucapanya ...


ditambah lagi dengan perbuatanya yang membuat freya menjadi kotor seperti sekarang..


tak terasa air mata pun mengalir di pipinya ..


namun sesaat aktivitasnya terhenti saat seseorang menghampirinya memegang tangan freya ...


"biar aku bantu bersihin ini " ucap dava


ia seseorang itu adalah dava ...


dava yang saat ini tengah berjongkok si hadapan freya sambil terus membersihkan kaki freya dari lumpur...


freya memundurkan kakinya selangkah menandakan kalau dia tidak mau disentuh oleh dava..


dava yang melihat kaki freya menghindar pun melihat ke arah freya...


kini mereka saling menatap ... kedua manik mata mereka bertemu secara bersamaan.


"maapin sikap clara " ucap dava


freya yang mendengarnya pun langsung memutuskan untuk pergi tanpa menjawab apa apa..


"sayang...sa-"


"stop panggil aku dengaan sebutan itu dava..!" bentak freya memotong pembicaraan dava yang belum selesai...


keduanya kini saling berpandangan kembali


"aku mohon kasih aku kesempatan waktu untuk membereskan semuanya frey..."jawab dava sambil meraih tangan freya

__ADS_1


"aku bilang cukup dava...


aku udah ga mau nerusin ini semuanya..


sejenak freya menarik nafasnya berat ..


dan melepaskan genggaman dava dari tanganya .


"kamu liat kan gimana tadi cara clara perlakuin aku kaya apa..?


kamu liat segimana bencinya clara terhadap aku sekarang ..


gara gara kamu dia jadi mikir kalau aku yang rebut kamu dari dia..


kamu sadar ga sih dav kalau tindakan kamu itu udah nyakitin kita berdua


...." ujar freya marah sesekali air matanya mengalir deras dipipinya


"tapi aku cinta sama kamu freya " jawab dava tegas


"percuma dava percuma... mullai sekrang aku udah ga mau lagi berhubungan sama semua tentang kamu..


jadi tolong jangan pernah kamu cari aku jangan pernah kamu ngehubungin aku lagi..


aku kecewa sama kamu , aku nyesel kenapa tuhan dulu mempertemukan kita..


aku benci sama kamu " ucap freya ..


dava yang mendengar lontaran kata dari freya hanya diam. dia pasrah dengan apa yg freya ucapkan karena jauh dalam lubuk hatinya ia merasakan bahwa apa yang freya ucapkan itu adalah benar...


dava hanya diam dan membiarkan freya lari pergi jauh dari tatapannya..


**********


sore itu waktu menunjukan pukul 5 sore...


meta rani dan mala yang sudah 1 jam menunggu freya cemas di ruang tamu pun dibuat kaget dengan kedatangan freya yang secara tiba tiba..


mereka bertiga dibuat heran dan kaget karena melihat kondisi freya yang basah kuyup kotor serta acak acakan ...


"astaga frey loe kenapa?" tanya mala sambil menghambur mendekati freya...


meta dan rani pun menyusul ikut menghambur ke arah freya...


namun freya hanya diam...


dia menutup mulutnya rapat rapat dan akhirnya iapun menangis...


freya menangis sejadi jadinya di pelukan ketiga sahabatnya itu...


meskipun freya sudah bersusah payah untuk menahan kesedihannya tp tetap saja air matanya tidak bisa ia bendung ...


*****

__ADS_1


__ADS_2