Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Kemarahan mayang 2


__ADS_3

"Jangan Maya...." teriak Maria.


namun Mayang tidak memperdulikan Maria. Mayang membanting semua barang-barang yang ada di sekitarnya.


terdengar suara pecahan-pecahan hiasan dan beberapa guci yang terbilang sangat mahal harganya.


Dimas hanya bisa menghela nafas berat dan menatap semua kegaduhan ini.


semua berawal dari Maria, lalu Dimas juga merasa bersalah karena telah menuruti keinginan Maria.


"Mayang, dengar! jangan begini may, iya, mba minta maaf. mba salah may." Maria berucap dan tertunduk lesu dan menitikkan air matanya


"Mayang kecewa sama mba. mba tega menghancurkan masa depan mayang. hanya sebuah ambisi Mbak" ucap Mayang dengan Nafas yang tersengal-sengal.


"Maaf may" ucap Maria di sela tangisnya. tangis Maria pecah seolah ada penyesalan terdalam.


namun semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur. benar kata Dimas, jika ini sampai terjadi tidak ada kebahagian di dalamnya. baik dari Mayang, Dimas juga Maria.


"Baik. jika ini keinginan mba Maria maka akan Mayang lakukan apapun yang bisa Mayang lakukan" Maria mendongak menatap Mayang dengan sedih.


lantas Mayang berjalan menghampiri Dimas yang berdiri tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Sayang!" ucap Mayang dan langsung memeluk Dimas sambil melirik Maria dengan ujung matanya, mayang menyeringai.


Maria hanya mampu melihat itu dan membelalakkan mata.


Mayang memeluk Dimas dengan erat, tapi Dimas hanya diam dan menatap Maria tidak membalas Mayang. Dimas hanya terpaku di tempat.


Mayang sengaja menarik tangan Dimas, dan iya lingkarkan pada pinggangnya. Dimas hanya pasrah atas perbuatan Mayang. Mayang hanya ingin memanasi Maria saat itu juga.


lalu Mayang melepaskan pelukannya dari Dimas dan berjalan menghampiri marian.


"Ini bukan, yang mba mau?. mba mau membagi suami dengan ku? baik kalau begitu jangan salahkan Mayang dan lihat apa yang akan Mayang lakukan terhadap suami mba!" ucap Mayang lagi dan membalik badan kembali menghampiri Dimas yang masih setia


Dimas hanya bisa menurut, Dimas bak seperti anak kecil yang mengekor pada induknya.


"Ayo lihat aku mba!" ujar Mayang yang tiba di depan Maria yang menunduk.


pada saat Maria mendongak pada saat itu pula Mayang berkata. "Mas Dimas sekarang adalah milik ku bukan?." tanyanya dan Maria mengangguk.


Maria menatap Mayang dan Dimas, Mayang merengkuh tengkuk Dimas dan ******* bibir Dimas tepat pada saat Maria menatap mereka.


Dimas terbelalak begitu juga dengan Maria. Maria sangat terkejut ada sikap bar-bar Mayang tepat di depan matanya.

__ADS_1


kemudian Dimas mendorong Mayang dengan sedikit kasar. namun Mayang kembali merengkuh Dimas dan Mayang membenamkan wajahnya di dada bidang Dimas.


Maria hanya terlihat pasrah atas yang terjadi tepat di depan matanya.


Dimas menatap Maria dengan lekat, Maria tidak tau arti dari tatapan Dimas saat itu.


Maria kembali menunduk tidak ingin berkontak mata dengan Dimas. Maria berusaha untuk menghindari dari pandangan Dimas.


"Mas, bukankah sebaiknya kita menikmati malam pertama kita?!." ujar Mayang yang memanasi Maria.


namun Dimas masih terdiam tanpa kata. "Ayo mas!." ajak Mayang Dimas hanya menurut.


"Ayo sayang, kita nikmatin malam pertama kita ya sayang." ujar Mayang dan berjalan menarik Dimas masuk kedalam kamarnya.


setelah tiba didepan kamar Mayang membukakan pintu dan mendorong Dimas agar masuk lebih dulu.


kemudian Mayang kembali menghampiri Maria.


"Jangan ganggu kami! kami akan bersenang-senang!." ujarnya kemudian Mayang kembali menghampiri Dimas yang ada di dalam kamar nya


Mayang menutup pintu kamarnya, Maria hanya bisa menatap dari kejauhan sana dengan duduk bersimpuh dan berderai air mata.

__ADS_1


__ADS_2