Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Mau jadi yang ke 3


__ADS_3

"Mayang!" panggilnya lagi.


"Mas dimas??" seruku. aku tersentak kaget ketika mas Dimas mencekal tangan ini.


lalu langkah kami terhenti. dan Tomi menatap mas Dimas dengan penuh tanya.


"Kenapa mas?!." tanya ku. tumben lelaki ini masuk menyusul ku, katanya di ada rapat penting.


"Ini." kulihat mas Dimas menyodorkan buku-buku milikku. "Ke tinggalan di mobil." ucapnya lagi.


aku langsung mengambil alih buku-buku itu dari tangan mas Dimas.


kulihat mas Dimas menatap kami tidak suka, jelas terlihat dari tatapan matanya dan rahangnya yang mulai mengeras. bodoamat, emangnya gue pikirin.


"Ayo, tom!" ajak ku. aku langsung menarik tangan Tomi dan meninggalkan mas Dimas disana. Tomi hanya menurut dan tidak protes sedikitpun atau pun bertanya.


aku tidak melihat lagi kearah mas Dimas, malas! biarkan saja dia yang berbuat sesukanya. dia pikir dia siapa?


kami pun sampai di kantin. perlahan mood ku mulai membaik. Tomi sangat pintar membuat diri ini tersenyum.


"May, tadi itu siapa?" tanyanya. "Maaf!" ucapnya lagi.


"Oh ... dia itu---" ucapan ku terhenti ketikan aku hendak menjawab pertanyaan Tomi ponsel ku berdering.


"Sebentar" ucap ku. dan langsung mengambil ponselku dari dalam saku baju ku.

__ADS_1


kulihat dari layar ponsel ku, ternyata "kadal" itu yang menghubungi ku. lalu ku abaikan panggilan itu. dan ku ubah ponselku dari nada dering menjadi silent.


"Kok nggak di angkat may?" tanya Tomi aku hanya mengangkat bahu sebagai jawaban ku.


"Serius amat Lo berdua?" tanya Rena teman kami dan langsung duduk tepat di depan Tomi.


"Boleh gabung?" ujarnya.


"Lah itu? Lo udah duduk masih juga Naya. harusnya sebelum Lo duduk tadi ya tanya dulu!" geram ku. tanpa sadar aku sudah melampiaskan kekesalan ku kepada Rena.


"Sorry, sorry!" ucapnya tersenyum tanpa dosa.


aku kembali menyeruput secangkir teh hangat milikku. lantas aku segera menyantap sepiring nasi goreng lengkap dengan sosis, bakso dan ayam suwir. mantap memang.


"Maya, tadi Lo di anter siapa?" tanya Rena.


"Liat lah... kalau tidak. mana mungkin gue tanya!" jawab Rena dengan sedikit mengintrogasi diri ini.


aku yang malas menjawab pertanyaan pun melanjutkan makan ku.


"Maya!" pekik Rena, aku menutup telinga. suaranya sangat melengking.


"Ayo donk may, nanti gue deh yang bayar sarapan Lo ini." ucapnya.


lantas ku tatap Rena dengan lekat, lalu dia tersenyum menatapku. "Aish.. jijik gue. gak usah sok ke cakepan lo.." ucap ku geli melihat tingkahnya.

__ADS_1


"Iya mangkanya, kasih tau gue dia siapa?" tanyanya lagi. Kulik Tomi sedang asik memainkan ponselnya.


"Dia, kakak ipar gue" ucapku.


Tomi dan Rena menatap ku tidak percaya.


"Serius Lo"


"Serius Lo.." tanya mereka serempak. aku mengangguk.


"Gue mau deh jadi yang kedua." ucap Rena, tanpa ba-bi-bu langsung ku toyor tu anak.


"Enak aja mau jadi yang kedua" ucap ku geram.


kulihat Tomi hanya tersenyum menyaksikan keributan yang Rena ciptakan.


"Mayang, Lo kok sewot sih." protes Rena. "gue aja nggak masalah, kok Lo yang marah?" lanjutnya lagi.


"Iya jelas gue marah, emangnya Lo mau jadi yang ketiga??" tanyaku ku kesal.


"Serius Lo? Jadi bininya dua?" tanya Rena sedikit berbisik. aku mengangguk kepala.


lantas kulihat Rena mendekatkan wajahnya kearah ku. "Tidak masalah, jika memang aku jadi yang ketiga." ucapnya dengan jumawa.


ih.. percaya diri sekali dia, sombong juga iya. aku menggelikan bahu menatap Rena malas.

__ADS_1


berani dia ngajak gue bersaing apa? "ngomong-ngomong emang mas Dimas suka sama gue?" ucap ku dalam hati. jelas mas Dimas hanya mencintai mba Maria.


__ADS_2