
kulihat Mayang keluar dari mobil tanpa membawa buku-bukunya. sudah ku panggil beberapa kali tapi Mayang tidak mendengar.
dengan terpaksa aku turun, aku mengambil buku-buku Mayang dan berjalan masuk kedalam gedung.
ku susuri di sekeliling gedung, tapi aku tidak menemukan keberadaan mayang.
dan aku bertanya kepada salah satu mahasiswa disana. dia memberi tahukan kalau Mayang sedang berjalan menuju ke kantin.
segera ku susul, aku melihat Mayang sedang berjalan dengan seorang pria yang merangkul bahunya.
"Mayang!" panggilku.
namun Mayang tidak mendengar panggilan ku. ku ulangi lagi.
"Mayang!" ucapku dengan nada suara yang sedikit meninggi.
ku lihat Mayang menghentikan langkahnya, namun Mayang tidak berniat untuk mencari tau siapa yang memanggilnya.
ku percepat langkah ini dan segera mencekal pergelangan tangannya. terlihat jelas Mayang terkejut dengan adanya kehadiran ku disana.
"Mas Dimas!" ucapnya terkejut.
"Kenapa mas??" tanyanya lagi.
"Ini," ucapku. mengansurkan buku-buku itu kepada mayang. "Ketinggalan di mobil." lanjut ku lagi
entah perasaan apa ini. yang jelas aku tidak suka jika Mayang berdekatan dengan laki-laki lain.
aku mengepalkan kedua tangan ku ketika Mayang mengapit lengan temannya lelakinya dan segera pergi. tanpa pamit, menoleh pun tidak pada diri ini, dia pergi begitu saja.
__ADS_1
☘️☘️☘️
di kantor, aku berusaha menghubungi Mayang tapi tidak di angkat olehnya.
ku kirimkan beberapa pesan kepadanya, tapi tidak dibaca olehnya.
Tok. tok. tok.
terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!" ucapku mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu.
"Pak, rapat penting akan segera di mulai." ucap Heni sekertaris ku memberi tau.
"Saya akan segera keruangan rapat." jawabku.
setelah Heni berlalu, aku pun segera bersiap-siap untuk beranjak pergi keruangan rapat tersebut.
pada saat aku hendak masuk kedalam life tiba-tiba Amel menghentikan langkahku.
"Dimas, tunggu!" ucap Amel dengan memegang tangan ku.
"Mau apa kamu kesini??" tanya ku tidak suka.
"Aku ingin membicarakan tentang istri mu." ucapnya dengan seringaian.
"Tau apa kamu tentang istriku? Hem.. lagi pula aku tidak punya banyak waktu! minggir!" ucapku.
pada saat aku berjalan melewati Amel dia berteriak "Dimas! kamu akan menyesali!" ucapnya.
__ADS_1
apa yang dia ketahui tentang Maria? bukankan selama ini mereka tidak saling mengenal satu sama lain. apa yang Amel ketahui tentang Maria?.
aku masih mengayunkan langkah ini menuju keruangan dimana rapat akan dilangsungkan.
☘️☘️☘️
"Maya, ayo kita nonton yok." ajak Rena dan Tomi namun aku menolak ajakan mereka.
"Ayolah may. lagi pula inikan sidah waktunya pulang!" ajak Tomi.
"Nggak Tomi, aku takut nanti kakak ipar ku datang, dan tidak menemukan aku di sini dia akan marah."
"Memangnya dia kakak ipar mu? atau. jangan-jangan dia suami mu??" dan itu berhasil membuat aku tersedak air liur ku sendiri.
ukhuk.. ukhuk... ukhuk..
"Lo, ini kenapa may? atau---"
plak..
dengan reflek Mayang kembali menoyol kepala Rena. "Duh.. Mayang!" keluh Rena sambil mengelus di bagian kepalanya.
"Lagian ya, kalo ngomong jangan asal!" ucap Mayang dengan sengit.
"Ya lagian, elo. sama kakak ipar aja takutnya udah kayak Ama laki sendiri!" timpal Tomi.
"Nah, iya" jawab Rena.
"Yok lah, kita nonton!" ajak Tomi dan Rena bersamaan. Mayang hanya mampu mengikuti langkah tomi dan Rena.
__ADS_1
jujur Mayang takut jika ketahuan Dimas, tapi Mayang juga tidak mau hubungannya dengan Dimas ketahuan oleh mereka.
dengan terpaksa Mayang mengikuti ajakan mereka.