
sejak saat Dimas sedikit tegas terhadap Mayang. Mayang tidak lagi keluar rumah di saat malam.
Dimas sadar, mungkin ini sudah jalan kehidupan dan takdir dari Allah SWT. Dimas pun mulai memaafkan Maria istrinya.
ini bukan murni kesalahan dari Maria. Dimas juga merasa bersalah karena telah menuruti keinginan Maria.
andai Dimas menolak mentah-mentah permintaan Maria, mungkin ini tidak akan terjadi.
ada sedikit kekecewaan Dimas terhadap Maria. andai malam itu Maria tidak mengulangi percobaan bunuh dirinya, mungkin Dimas tidak akan menyetujui permintaannya.
Dimas menghela nafas panjang, menatap Mayang dari kejauhan yang sedang tertidur pulas.
Dimas pun bangkit dan berjalan kearah pintu, segera iya mengambil kunci pintu kamar dari saku celananya.
sudah hampir sepekan kamar selalu iya kunci agar Mayang tidak berkeluyuran di malam hari.
Dimas berjalan menuju ke kamar dimana Maria berada disana.
setelah sampai di depan pintu kamar yang Maria tempati. dimas memutar gagang pintu dan mendorongnya pelan.
Dimas pun masuk, Dimas melihat Maria yang sedang terbaring di atas ranjang yang membelakanginya.
perlahan Dimas menghampiri Maria. pelan Dimas naik keatas ranjang dan memeluk Maria dari belakang.
__ADS_1
Maria yang menyadari keberadaan Dimas, terpaksa iya harus berpura-pura tidur. Maria enggan berbicara pada Dimas. Dimas berdehem.
"Aku, tau kamu berpura-pura tidur." ucapnya lembut.
tapi maria tidak menyahut, Maria memilih untuk diam walau sejujurnya iya ingin membalas kehangatan Dimas.
Maria rindu sosok Dimas yang penyayang dan penuh perhatian.
tapi Maria cukup sadar diri, saat ini sudah ada Mayang yang harus di pikirkan juga perasaannya.
Dimas merengkuh Maria dan membalikkan tubuh Maria agar menghadap kearahnya. tidak ada perlawanan dari Maria sedikit pun.
setelah Maria sudah menghadap Dimas Maria masih membisu tanpa suara.
namun Maria tetap tidak menjawab bahkan menatap Dimas pun enggan. Maria memilih membisu.
setelah itu Dimas merengkuh Maria kedalam dekapannya dan membenamkan wajah Maria di dada bidang nya.
Maria menitikkan air matanya, pada saat itu juga. terbayang di benaknya dimana dada inilah tempatnya bersandar. dikala dulu dan sekarang harus berbagi dengan Mayang adiknya.
☘️☘️☘️
di tempat lain seorang gadis tengah berlenggak lenggok di atas meja yang luas. menjadi pusat perhatian para lelaki disana.
__ADS_1
siapa lagi kalau bukan kemayang sari. wanita yang sudah berstatus istri itu lari dari kamar pada saat Dimas meninggalkannya.
pada saat Dimas dikamar, Mayang hanya berpura-pura tidur terlelap. Mayang sengaja mengecoh Dimas saat itu.
"Dasar buaya darat, kamu pikir kamu siapa. setelah bosan dengan ku lalu kamu merangkak ke tempat lain" gerutunya
dengan tanpa mengganti pakaian Mayang langsung keluar secara perlahan dari rumah. bak seperti pencuri yang takut ketahuan oleh pemilik rumah.
Mayang langsung keluar rumah dan memesan taksi di ujung persimpangan.
setelah kenyang berjoget ria Mayang memilih duduk di bangku bar. memesan minuman beralkohol.
"Hai.." sapa seorang pria yang menghampiri Mayang.
namun Mayang hanya diam saja, sesat pria itu mengulurkan tangannya. Mayang tetap pada pendiriannya.
"Boleh aku duduk disini? aku perhatikan kamu dari kemarin-kemarin hanya sendiri?." tanya pria itu.
"Apa begitu penting untuk ku jawab?"
dan si pria itu mengulas senyum. lalu menarik uluran tangannya.
"Ini kartu namaku. jika kamu membutuhkan teman aku siap untuk mu." ucap pria itu dan memilih pergi.
__ADS_1