Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Pergi


__ADS_3

"Selamat ya sayang!" ucap mama memeluk ku erat.


"Terimakasih, ya ma." jawab ku mengulas senyum tipis.


"Oh iya, Dimas, ingat kata dokter! jangan sampai Maria terabaikan dia sangat membutuhkan mu!"


"Pekerjaan biarkan saja. nanti papa akan suruh Tono yang urus. yang penting keselamatan menantu dan cucu kita ya ma?" tutur papa lembut.


Dimas tersenyum, kebahagian tidak bisa iya gambarkan. dua tahun lebih iya mendambakan seorang anak dalam kehidupannya.


"Jadi, Maria harus di rawat ya?" tanya mama bertanya.


"Iya ma, keadaan Maria sangat lemah." jawab Dimas.


"Kalau begitu papa, dan mama pulang ya. hari sudah petang, besok mama kesini lagi." ucapnya sambil mengelus bahu ini.


kulihat Maria menarik sudut bibirnya, dan mama mengecup keningnya. bahagia jika melihat mama begitu menyayangi menantunya.


"Ayo pa!." ajak mama, "Mayang mana ya?" tanya mama.


benar sejak tadi aku tidak melihat keberadaan mayang disini. kemana dia?


"Mas, tolong Carikan Mayang!" pinta Maria istriku, aku mengangguk.

__ADS_1


"Mama, ikut dim" setelahnya aku mama dan papa keluar dari ruangan rawat Maria.


kami berpencar mencari Mayang. papa dan mama ke kantin, sedang aku mencari Mayang ke taman. mungkin saja dia sedang duduk termenung disana.


sekian lama kami mencari keberadaan mayang . kami tidak menemukan.


aku mencoba menghubunginya, namun sayang nomornya tidak bisa di hubungi.


"Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada di luar jangkauan!"


"Kemana kamu mayang?!."


"Kami tidak bisa menemukan Mayang dim," mama memberi tahu.


"Mama kasian dengan Mayang. Mayang disini jadi korban, mungkin Mayang marah dim. alasan Maria menikahkan kamu dengan Mayang karna dia tidak bisa punya anak bukan?" ujar mama menjelaskan.


☘️☘️☘️


pada saat aku mendengar kenyataan bahwa mbak Maria hamil, jujur aku kecewa! kecewa kenapa dia mempermainkan hidupku.


apa lagi mereka seolah lupa akan kehadiran ku disana. mereka begitu bahagia tapi tidak dengan ku.


aku memilih pulang kerumah, setah sampai aku berkemas memasukan beberapa pakaian kedalam koper.

__ADS_1


setelah kurasa cukup aku segera pergi. dengan langkah gontai aku berjala, hati ku sakit tatkala melihat mas Dimas begitu bahagia dan memeluk mbak Maria hingga menciumnya.


dada ku sesak, entah perasaan apa ini. aku seolah benci melihat kedekatan mereka, aneh bukan? harusnya aku bahagia melihat kebahagiaan mereka bukan sebaliknya.


niatku saat ini adalah mencari kosan, aku harus mencari tempat tinggal yang jauh dari bayang-bayang mas Dimas, dan mbak Maria.


aku ingin bebas, bebas dari jeratan rumah tangga ini.


aku mampir di sebuah konter kecil untuk sekedar membeli kartu. segera ku ganti kartu SIM card ku, aku ingin jauh-jauh dari bayangan masa lalu.


biarlah,, aku ingin membuka lembaran baru di hidupku. tanpa ada kata kemewahan, yang terpenting aku bahagia.


"Rena, boleh minta tolong? aku sangat butuh pertolongan mu saat ini." sengaja ku kirim pesan kepada Rena.


"Aku butuh tempat menginap malam ini saja, besok aku akan mencari kosan."


namun Rena tidak menjawab pesan yang aku kirim, hingga waktu sudah larut malam. terpaksa aku harus mencari penginapan.


"Pak, ada kosan tidak di deket-deket sini?" tanya ku sopan kepada seorang pria paruh baya.


"Buat siapa neng?" tanya si bapak.


"Buat saya pak?" jawab ku lembut. mengingat aku sudah sangat lelah.

__ADS_1


bantu komen dan like ya kak. itu sangat membatu bagi saya 🙏🙏 ☺️❤️❤️


__ADS_2