Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Dunia baru Mayang


__ADS_3

"Alhamdulillah.." seruku, aku sudah berada di atas ranjang merebahkan diri.


aku tersenyum getir, bayangan mas Dimas pada saat mengecup kening dan wajah mbak Maria menari-nari didepan mata.


selama dua bulan lebih aku yang katanya menjadi istrinya, tidak pernah mendapat perhatian seperti itu.


hati ku sakit melihat mereka terlihat bahagia, sedangkan aku. aku disini terluka.


saatnya aku menata kehidupan baru, aku ingin bahagia tentunya.


lupakan masa lalu! lupakan mereka yang sudah menyakiti aku.


☘️☘️☘️


hari ini aku akan mencari pekerjaan, untungnya aku membawa surat lamaran. walau hanya bermodal ijasah SMA, tidak masalah pekerjaan apa saja yang penting bisa menyambung hidup.


"Pak, apa disini butuh karyawan?" tanya ku pada seorang satpam yang berdiri di dekat pintu restoran.


"Oh,, gak ada mbak. maaf ya." ucapnya ramah. aku pun pergi.


kembali aku mencari, "Jangan putus asa Mayang! hidup butuh perjuangan!" ucap ku menyemangati diri sendiri.


"Pak, ada lowong pekerjaan gak ya. apa aja pak?"


"Maaf, mba gak ada" ucap pak satpam sopan.

__ADS_1


"Baik pak, terimakasih" jawabku dan langsung pergi.


sudah beberapa tempat aku kunjungi, Hinga hari sudah mulai petang. aku pun belum sempat untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


"Gapapa may, besok kita cari lagi!" ucapku pada diri sendiri.


kini aku tiba di kosan, aku segera masuk mengingat perut sudah sangat perih karna belum terisi nasi.


kubuka nasi bungkus yang tadi sempat ku beli di warung makan pinggir jalan. "Mulai sekarang tidak ada lagi makan di restoran! nanti ya may. kalau sudah sukses!" aku berbicara sendiri.


kubuka bungkusan putih ini yang berisikan nasi dan dada ayam goreng. lapar, tapi,, aku tidak berselera untuk menyantapnya.


aku benci mas Dimas dan Mba Maria. mereka sudah mempermainkan hidupku.


dengan terpaksa aku harus mengisi perutku, aku tidak mau mati konyol. hidupku masih panjang aku harus berjuang bukan?.


selesai makan aku langsung membersikan diri, setelah itu aku ingin merebahkan diri. kaki ku sangat pegal rasanya, tidak tau seberapa jauhnya perjalanan yang aku tempuh hari ini.


aku sengaja tidak membawa motor pemberian mba Maria dan mas Dimas, aku ingin melupakan mereka.


aku ingin berjuang dan menikmati hasil jerih payahku sendiri, berhenti menjadi wanita manja, dan hidup serba ada itu tidak mudah aku akan berusaha.


☘️☘️☘️


suara deringan ponsel membangunkan aku dari tidurku, aku langsung bergegas pergi kebalik kamar mandi membersihkan diri.

__ADS_1


"Siap," ucapku yang mematut di depan cermin. "Berangkat!" sambung ku dengan senyum menghias wajahku.


pagi ini aku kembali mencari pekerjaan, walau tabungan ku masih banyak, tapi aku harus segera mencari pekerjaan. jika terus dipakai tidak ditambah ya habis tentunya.


tujuanku saat ini adalah kesebuah perusahan besar, aku dapat informasi perkejaan dari berbagai berita pagi yang tayang di FB.


"Semoga aku bisa di terima." ucapku dalam hati.


kini aku tiba di depan gedung yang sangat tinggi, gedung pencakar langit ini memiliki banyak karyawan.


dan aku mulai melangkah masuk melewati gerbang dan berjalan menuju resepsionis.


"Pagi, mba!" ucapku sopan.


"Iya, ada yang bisa di bantu?."


"Maaf, mba. saya ingin melamar pekerjaan" ucapku hati-hati.


"Oh,,, maaf mba. untuk saat ini kami sedang tidak membutuhkan karyawan baru!" ucapnya penuh hormat.


"Padahal, aku berharap penuh bisa diterima dini." ucap ku dalam hati. hati menjerit keras begitu sulitkah hidupku.


setelahnya aku melangkah gontai keluar dari gedung.


"Tunggu!" ucap seorang lelaki menghentikan langkah ku.

__ADS_1


__ADS_2