Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Tersesat 2


__ADS_3

"Mas, kita dimana ini?" tanyaku setelah aku terbangun dari tidur ku. aku sudah berada di suatu tempat yang sangat gelap.


namun Mas Dimas, tidak menjawab pertanyaan ku. apakah Mas Dimas, meninggalkan aku disini sendiri. tidak! tidak!. tidak mungkin dia tega meninggalkan aku.


aku tau betul bagaimana sikap Mas Dimas, dia lelaki yang sangat baik. atau kah terjadi sesuatu kepadanya? "Iya tuhan tolonglah kami lindungi lah kami"


aku mulai menangis', aku takut disini sendiri. hanya sekedar bergerak pun aku tidak berani penglihatan ku sangat gelap.


tiada pencahayaan sama sekali, bahkan suara disini sangat menakutkan. terdengar sura jangkrik, dan suara katak dan masih banyak lagi. yang jelas suara burung hantu terdengar dimana-mana.


"Mas, Mas Dimas, dimana? Mayang takut" ucapku disela tangis.


☘️☘️☘️


aku masih berputar-putar mengelilingi hutan ini. tujuanku keluar untuk mencari sinyal, malah aku makin jauh tersesat.


Mayang, aku tinggalkan didalam mobil sendiri, aku yakin saat ini Mayang sudah terbangun atau mungkin iya menangis ketakutan sendirian.


lagi-lagi aku kembali ketempat ini, sudah beberapa kali aku pergi untuk mencari jalan keluar tapi aku terus balik lagi kesini.


aku sudah sangat lelah, malam semakin larut. kulihat, jam di ponsel milikku sudah menunjukan pukul 10 malam.


sampai-sampai aku tak sadar sudah 4 jam aku berada di tempat yang sama. aku memilih beristirahat sejenak aku benar-benar kelelahan saat ini.


hingga aku tersadar, aku tidak bisa bertahan disini terlalu lama. takut akan terjadi sesuatu pada Mayang, lantas aku pun bangkit segera mencari jalan keluar kembali.


aku menyusuri jalanan di tepian sungai, beruntung aku dapat pencahayaan dari ponsel milikku. aku merasa tenggorokan ku terasa kering lantas aku sedikit mengambil air dengan kedua tangan ku dan meminum beberapa teguk.


andai Mayang, tidak datang dan menyarankan untuk menyusul Paman dirumah kerabatnya mungkin tidak akan begini. ...ah sudah lah ... semua sudah terjadi.


"Mayang" aku harus segera mencari Mayang. aku lupa dimana aku meninggalkannya di mobil sendiri dalam keadaan tertidur.


aku mempercepat langkah ku tak lupa juga aku menandai jalanan yang telah aku lewati.


aku melafalkan doa-doa agar aku tidak lagi tersesat seperti tadi. hingga aku benar-benar kelelahan kehabisan tenaga untuk perjalanan ini.


dan ... aku tersungkur, aku sudah tidak lagi kuat untuk berjalan.


☘️☘️☘️


pagi ini aku sengaja menyambangi rumah Mayang, aku ingin memastikan apakah Mayang, sudah pulang atau belum.


aku mencoba menghubunginya berulang kali namun diluar jangkauan. ini seperti misteri yang harus di pecahkan bukan?.

__ADS_1


dengan terpaksa aku meninggal kediaman Mayang, mengingat aku harus segera tiba di sekolah tepat waktu.


takut terlambat dan tidak diperbolehkan masuk di ruang kelas.


"Dit, dapet kabar dari Mayang?" tanya Rara, pada diri ini aku menggeleng lemah.


"Apa dia menghubungi kamu?" tanyaku ke Rara. mengingat hubungan mereka yang sangat dekat.


namun Rara menggeleng kepala, "Iya sudah kita cari sarapan" ajak ku.


Rara pun mengikuti langkah ini hingga kita sampai di kantin. aku segera memesan bakso kesukaan Mayang, "aku rindu padamu sayang" ucap ku hanya aku yg mampu mendengar kan.


"Dit, dua Minggu lagi kita perpisahan. ngomong-ngomong Lo ... mau kemana?!." Rara bertanya pada diri ku.


"Papa, minta aku lanjutin kuliah di luar kota Ra,"


"Dimana?!."


"Aku belum tau, Mama, dan Papa yang menentukan" terang ku.


memang Papa, dan Mama sudah menentukan. tinggal aku mempersiapkan diri untuk keberangkatan nanti.


"terus, gimana sama Mayang?"


"see, sayang itu kah kamu Dit dengan Mayang, apa kamu tidak melihat keberadaan aku disini." ucapku dalam hati. beruntung sekali Mayang, jujur aku merasa iri, melihat Mayang,


di sayangi banyak orang.


bahkan aku pun sangat menyayangi nya seperti saudara sendiri.


☘️☘️☘️


aku tersadar dari silaunya cahaya mentari pagi, setelah aku melihat sekelilingku rupanya aku tertidur di tengah hutan beralaskan dedaunan yang sudah kering.


setelahnya aku mencoba untuk duduk, kaki ku terasa nyeri. dimana sebenarnya aku ini.


pikiran kembali berputar. Mayang, aku harus bangun dan mencari Mayang.


segera ku raih ponsel milik ku yang tergeletak tak jauh dari tempat ku duduk tadi. perlahan aku berjalan mengikuti langkah kaki ini.


aku berusaha berteriak dan memanggil nama Mayang, berulang kali agar mudah untuk aku temui.


tidak ada sahutan, hanya terdengar kicauan burung dan Suara jangkrik mungkin aku juga tidak tahu.

__ADS_1


hutan ini sepertinya jarang dikunjungi oleh orang-orang, sebab tidak ku temukan bekas jejak kaki di hutan ini.


"Mayang, May!" panggil ku.


aku menatap ponsel milikku, "ah ... ada sinyal" ucap ku aku segera menghubungi Mayang, tapi tidak tersambung.


setelah itu aku ingin mengulang panggilan ku sinyal kembali hilang, benar-benar sial.


kembali aku berteriak berulang kali, aku berharap Mayang, bisa mendengar suara menggema dari ku.


Iya, aku memanggil Mayang, satu kali seperti berulang kali. dan itu di sebabkan dari gema,an Suara ditempat ini.


kulihat jam yang melingkar di pergelangan tangan sudah menunjukan pukul 13:20 siang.


"Yaa Allah, jangan sesat kan hamba mu ini lagi yaa Robb" aku menghela nafa setelah melihat ada sebuah jalan di depan sana, lantas aku tak lagi menyia-nyiakan kesempatan ini.


aku menyusuri jalan setapak yang ada di tengah-tengah hutan ini. sepertinya hutan ini memang jarang di kunjungi oleh orang-orang, mungkin.


aku mengingat-ingat kembali, apakah aku kemarin melewati jalanan ini atau tidak. ku perhatikan jalan ini, dan benar saja jalanan ini yang aku lewati kemarin bersama Mayang.


ku ikuti jalanan ini, agar aku bisa menemukan Mayang, dan juga mobil pastinya. kalau tidak bagaimana aku dan Mayang, bisa kembali ke kota.


"ketemu" ucapku "Alhamdulillah.. Yaa Allah atas segala Ridha mu" aku mengucap syukur, segera aku berlari menghampiri dimana mobil yang terparkir disana.


Kasihan Mayang, setelah tiba aku segera membuka pintu mobil "Mayang!" panggil ku.


Namum si empunya nama tidak ada didalamnya. kemana perginya Mayang?, ku amati di sekeliling sini tapi ... aku tidak dapat melihat Mayang, di sekitaran sini.


... ah mengapa harus begini, aku mengusap wajah ku kasar dan membanting pintu mobil ini.


andai Mayang, tidak aku tinggalkan, mungkin kami sudah melakukan perjalanan pulang kerumah.


"Mayang!" teriak ku.


"May, Mayang!" ulang ku lagi.


aku mencari masih di sekitaran sini, tidak ingin jauh-jauh takut jika Mayang kembali.


"Mayang!" aku masih berusaha memanggilnya.


"Mas, Mas Dimas, tolong aku Mas"


terdengar suara Mayang, meminta tolong pada ku. "kembali aku berteriak "Mayang! kamu dimana?!."

__ADS_1


"Mas ...." teriaknya, apa terjadi sesuatu dengan Mayang.


__ADS_2