Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Kenyataan


__ADS_3

"Apa ada hal penting dok?!." tanya ku langsung.


"Begini pak, ibu Maria sudah memasuki stadium akhir!." ucap dokter Rima yang tidak aku mengerti sama sekali.


"Maksud dokter? saya tidak mengerti?" tanyaku tidak mengerti dengan ucapannya.


"Jadi begini pak, penyebab utama dari janin yang ibu Maria kandung tidak berkembang adalah infeksi dari penyakit kanker yang menyerang pada bagian payudara Bu Maria. jadi kuman-kuman yang ada didalam tubuh Bu Maria lah penyebab utamanya!" ujar dokter Rima menjelaskan.


"Tapi Dok, saya beneran tidak mengerti dari pembicaraan dokter? kanker, kanker apa maksud dokter? saya tidak paham dengan pembicaraan ini?" aku tersenyum getir.


"Jadi selama ini pak Dimas tidak tahu kalau istri anda mengidap penyakit kanker payudara?!." tanya dokter Rima lagi. aku menggeleng cepat.


"Baik kalau begitu, saya akan jelaskan ya, pak. ini menurut pemeriksaan dari kami selaku dokter. sebaiknya bapak langsung temui saja dokter Arif. beliau ada di ruang ujung sana ya pak!" tutur dokter Rima lembut.


"Sebenarnya ini ada apa ya, dok? saya masih tidak mengerti ucapan dokter barusan?" tanya ku penasaran.


"Biar lebih jelas pak Dimas, temui langsung dokter Arif!" aku mengangguk setuju menemui dokter Arif.


aku segera bangkit dari duduk dan berjalan membuka pintu ruangan dokter Rima, segera aku mencari ruangan dokter Arif. sekelebat pertanyaan memenuhi kepala.


apa yang terjadi sebenarnya, mengapa aku seolah mendapatkan kenyataan yang sangat mengejutkan hari ini yaa Allah. aku berjalan penuh semangat.

__ADS_1


tiba di depan ruangan dokter Arif aku langsung mengetuk pintu ruangannya.


tok. tok. tok.


ketuk ku.


"Masuk!" sahutnya dari dalam.


tidak ingin membuang waktu aku langsung menarik gagang pintu dan terbuka setelahnya aku langsung masuk kedalam menghadap dokter Arif.


"Dengan pak Dimas?!." tanyanya. aku mengangguk.


"Silakan duduk pak!" dokter Arif mempersilahkan aku duduk tepat di depannya.


DEG.


jantung ku serasa berhenti berdetak, aku terpaku mendengar ucapan dokter barusan. mengapa Maria menutupi hal ini sendiri, menanggung deritanya sendiri.


kenyataan ini membuat ku serasa berhenti bernafas, Mayang yang belum aku temukan. di tambah lagi aku harus menerima kenyataan bahwa Maria mengidap penyakit yang mematikan.


tubuh ku gemetaran lutut ku terasa begitu lemas, untuknya aku sedang dalam keadaan duduk saat ini. jika tidak mungkin aku sudah terkulai lemah.

__ADS_1


"Pak? masih dengar saya?" ucap dokter Arif. menyadarkan ku dari lamunanku.


"Baik pak, saya jelaskan ya. Bu Maria sudah lama mengidap penyakit ini. sudah dua tahun lebih memang kemarin-kemarin belum dirasa semakin hari semakin berkembang dan semakin menggerogoti kekebalan tubuhnya. Sekitar tiga bulan yang lalu Bu Maria pergi dengan saya ke Singapure untuk melakukan operasi! tapi setelah kami sampai disana keadaan Bu Maria drop jadi gagal untuk melakukan pengangkatan ***********. setelah keadaan Bu Maria pulih beliau membatalkan secara sepihak.


alasannya karena tidak ingin diketahui oleh bapak Dimas, padahal waktu itu waktunya sangat tepat tapi beliau bersikeras menolah untuk melakukan pengangkatan ***********. bahkan beliau juga tidak mau melakukan kemoterapi ya saya bisa apa pak, yang punya wewenang adalah beliau. saya tidak kuasa untuk itu, kami tidak bisa memaksakan keinginan kami. walaupun kami tau bahwa itu yang terbaik untuk pasien kami!"


aku tertegun mendengarkan penuturan dokter Arif. sungguh aku merasa sudah gagal menjadi seorang suami.


baik untuk Mayang juga Maria. mungkin mereka kecewa terhadapku. seperti Mayang yang pergi tidak tau kemana perginya?


tanpa terasa aku menjatuhkan air mata tepat di depan dokter Arif. rasa gengsi ku hilang sudah dunia ku seolah hancur dan luluh lantah. "Maria" ratap ku.


"Dok, apa tidak bisa disembuhkan?" tanyaku ketika aku tersadar.


namun dokter Arif hanya tersenyum simpul. aku tidak dapat mengartikan dari senyumnya itu.


"Dok, tolong bantu saya!" mohon ku. kulihat dokter Arif menghela nafas panjang.


"Tolong dok, sembukan istri saya!"


"Saya tidak bisa berjanji pak, untuk sementara kita hanya bisa melakukan kemoterapi. tapi, untuk pengangkatan belum bisa dilakukan melihat kesehatan istri bapak sangat tidak memungkinkan!"

__ADS_1


aku hanya bisa berserah diri kepada Allah. memohon ampun kepada Allah, baik kesalahan ku atau Maria. meminta kesembuhan baginya!


__ADS_2