
setelah kepergian Amel, Adit segera menghampiri Mayang seraya berkata, "Tugas mu sudah selesai. mari kita pergi!" ajaknya sambil meraih tangan Mayang lembut.
"Tunggu!" pak Heru membuka suara setelah terdiam cukup lama semenjak kepergian wanita yang bernamakan Amel itu.
"Bukankah tugas Mayang sudah selesai? untuk apa lagi dia harus bersama anda?!." ucap Adit yang tak terima atas sikap pak Heru.
"Anda tidak bisa membawa sari pergi begitu saja. dia masih terikat kontrak kerja dengan saya. faham!" tekan pak Heru dengan jumawa.
"Aku tidak perduli itu, itu urusan anda." jawab Adit santai.
Adit menarik tanganku dan pak Heru juga tak mau kalah, akhirnya mereka saling tarik-menarik diantara kedua tanganku. hingga membuat aku pusing dan merasakan sakit' di bagian kedua tanganku.
"Stop!" pekik ku kuat, dan segera menghempaskan kedua tangan mereka.
"Kalian? mengapa tingkah kalian seperti anak kecil? harusnya kalian sadar, malu ini tempat umum." setelah itu aku beranjak pergi.
sengaja aku berlari untuk menghindari kedua laki-laki itu.
aku segera menghentikan taxi dan segera masuk kedalam mobil.
"Jalan pak!" pintaku. setelah itu pak supir segera mengemudi. terserah dengan Adit dan pak Heru aku tidak perduli yang penting aku ingin beristirahat dengan nyenyak.
tiba didepan kosan aku segera turun dari mobil dan membayar tagihan ongkos, setelah itu aku langsung membuka pintu.
Aku bernafas lega, membaringkan diri di atas kasur yang kecil. yang berukuran cukup untuk satu orang saja.
tak lama saat aku hendak ku memejamkan mata terdengar suara keributan dari luar sana. aku berusaha untuk mengabaikannya dan ingin melanjutkan tidurku.
namun keributan itu sangat menggangu pendengaran ku. hingga aku memutuskan memilih keluar untuk melihat siapa yang menciptakan kegaduhan itu.
"Ah,, ya tuhan.. mengapa mereka harus berada di tempat ini. bukankan pak Heru juga Adit tidak tau tempat tinggal ku." aku menepuk jidat kesal.
"Kalian lagi. bisa tidak jangan bikin kegaduhan? apa kalian tidak melihat sekarang sudah jam berapa?" kesal ku mengapa mereka harus tau tempat tinggal ku.
aku menatap disekeliling kami ternyata, saat ini kami sudah menjadi pusat perhatian semua orang.
aku segera menarik pak Heru juga adit agar masuk kedalam. bahaya, bisa-bisa ini akan menjadi bahan gosip para tetangga. aku tidak ingin nama baik tercemar saat ini.
__ADS_1
"Apa kalian tidak bisa diam?" pekik ku lantang. aku kesal melihat dua manusia ini yang tidak bisa bersikap dewasa. aku menjadi geram rasanya.
"Apa sih yang kalian ributkan? apa kalian tidak punya rasa malu?" tanyaku pada mereka berdua. aneh,, mereka hanya diam menunduk seperti seorang anak kecil yang sedang dimarahi ibunya.
"Jawab" teriakku lantang. saat ini aku merasa sangat emosi pada mereka berdua.
"Dia duluan"
"Dia duluan"
ucap mereka bersamaan saling tunjuk dan mengejek. "Diam..!" teriakku.
"Kalian ini. lebih baik kalian pulang!" usir ku.
"Sari, aku hanya ingin memberikan bayaran tadi!" ucap pak Heru dengan suara beratnya.
kulihat pak heru mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dan iya serahkan padaku.
"Ini, bayaran tadi" aku tidak langsung menerimanya. pak Heru menatapku penuh tanya dengan amplop yang masih menggantung di udara.
amplop itu terlihat sangat tebal isinya, aku tidak berani untuk menerimanya. pekerjaan ku juga hanya duduk tidak melakukan apapun.
"Lebih baik sekarang kalian pulang saja! saya mau istirahat sekarang!" tegas ku. kulihat Adit terlihat kecewa atas sikapku seperti ini.
aki tidak ingin menyinggung perasaan mereka berdua. jika aku meminta Adit untuk tetap tinggal maka aku tidak enak dengan pak Heru.
"May, kamu ngusir aku?" tanya Adit dengan raut wajah yang tidak bisa ku artikan.
"Maaf dit, ini sudah malam. tidak baik dilihat orang kalau kamu ada disini!"
"Tapi kita bisa keluar may? mencari tempat makan misalnya?"
"tidak bisa! besok sari harus berkerja di kantor saya. saya tidak ingin karyawan saya datang terlambat karna kesiangan. dan itu disebabkan oleh anda."
"Stop!" ucapku kesal. rasanya aku sudah tidak bisa lagi menahan amarah yang sudah dipuncak ubun-ubun.
"Sekarang kalian pergi!" usir ku. aku segera membuka pintu kosanku dan mendorong mereka berdua untuk segera keluar.
__ADS_1
setelah itu aku langsung berbalik dan mengunci pintu. aku segera merebahkan diri di atas ranjang dan memejamkan mata.
☘️☘️☘️
malam ini aku tidak bisa tidur menjaga Maria yang masih terbaring lemah dirumah sakit.
terdengar ponselku berdering belum sempat aku mengangkatnya panggilan sudah berakhir. kulihat pada layar telepon ada nama domain disana.
tak lama Dion mengirimkan sebuah video yang aku tidak tau isinya. dan Dion kembali mengirim pesan padaku.
"Dim, coba Lo lihat cewek yang ada di Vidio itu. dia sekarang jadi viral"
entah Vidio apa yang Dion maksud aku malas untuk melihatnya. dan aku memilih mengabaikan benda pipihku, aku kembali melihat keadaan Maria. beberapa orang yang aku suruh untuk mencari Mayang belum memberikan kabar baik.
tak lama kemudian ponselku kembali berbunyi. tapi bunyi kali ini hanya sebuah pesan yang begitu banyak. entah siapa yang mengirim pesan sebanyak itu kulihat jam sudah menunjukan pukul satu malam.
apa mungkin mereka sengaja mengerjai ku. hingga kembali ponselku berdering dan ini menandakan bahwa ada panggilan masuk dan aku tidak tau dari siapa.
kulihat ada nama Jarwo disana. segera ku geser tombol berwarna hijau. tapi belum sempat aku bicara panggilan sudah mati dan kembali berdering, tidak lagi ku sia-siakan segera ku angkat dan bicara.
"Ya, halo"
[Pak, tolong bapak lihat gadis yang ada di dalam video itu! apakah itu nona Mayang?] ucap Jarwo dari seberang telpon.
tanpa ba-bi-bu aku langsung mematikan sambungan telepon seluler begitu saja. dan segera ku buka pesan masuk begitu banyak yang mengirimkan aku sebuah video yang berdurasi 2 menit lamanya.
dada berdegup kencang Vido apakah ini. ya tuhan jangan sampai video yang bukan-bukan aku belum siap menerima kenyataan yang bukan aku inginkan.
apa yang akan aku bicarakan dengan Marian nanti.
pesan yang masuk makin bertambah banyak orang yang menayangkan apakah itu Mayang atau bukan. ada pula teman Mayang yang juga mengirimkan Vidio yang sama.
[Maaf pak Dimas, ini sepertinya Mayang yang ada didalam video ini. sepertinya Mayang jadi viral saat ini] ucap Rena dalam pesan itu.
tak lama Tomi juga mengirimkan pesan yang sama dan sebuah Vidio yang sama.
[Pak Dimas, tolong dilihat ini sepertinya Mayang atau bukan ya pak?]
__ADS_1
seketika aku membuka Vidio singkat itu dan benar saja itu Mayang yang ada didalam video itu