Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Acuh


__ADS_3

pagi menyapa, kini Maria berniat kembali ke kamarnya, Maria hendak membersihkan diri.


ragu Maria ingin menaiki anak tangga hingga berulang kali iya berjalan bolak balik bak seperti gosokan saja.


hingga akhirnya Maria memutuskan untuk menapaki anak tangga satu-persatu.


kini Maria menatap kamar dimana Mayang dan Dimas berada di dalamnya.


Maria sedikit murung dan menghela nafas berat.


ini semua salahnya, salah ketika iya memaksakan kehendaknya.


kembali Maria menitikkan air mata, Maria berlari menuju kamarnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


tangis Maria pecah, Maria menangis sejadi-jadinya. di bawah guyuran air yang mengalir dari shower Maria meratapi nasibnya.


apakah Maria seorang wanita yang paling bodoh? tentu! Maria adalah wanita yang bodoh di dunia ini! tidak ada wanita yang rela berbagi suami, apa lagi dengan adik sendiri.


Maria terduduk lesu dibawah guyuran air yang mengalir deras, dan membuat iya kelelahan menangis.


satu jam sudah Maria menghabiskan waktunya di bawah guyuran air. kini Maria memilih mengakhiri mandinya dan keluar dari kamar mandi.


setelah selesai mengenakan pakaian lengkap, Maria memilih turun kelantai bawah.

__ADS_1


kembali Maria menatap kamar yang Anda di depan matanya.


"Sebahagia itu kah mereka malam tadi?!." gumamnya dan memilih pergi.


seolah tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam kamar mereka.


mungkin mereka sedang tertidur pulas saat ini.


hingga akhirnya Maria memutuskan untuk pergi ke taman belakang untuk menenangkan diri.


☘️☘️☘️


terpal pukul sepuluh pagi Dimas turun dari lantai atas dan berjalan menuju ke meja makan. Dimas menarik satu kursi dan menjatuhkan bokongnya.


tak lama bik Ning datang dengan secangkir kopi yang iya letakan di atas meja tepat di depan Dimas.


tanpa sepatah katapun Dimas memasukan makanan kedalam mulutnya sesuap demi sesuap.


Maria hanya terdiam tidak banyak bicara. setelahnya Dimas meneguk air putih yang sudah disiapkan oleh maria.


tak lama Mayang pun turun, "Ayo may, kita sarapan bersama." ajak Maria.


namun Mayang hanya diam saja dan tidak menanggapi ajakan Maria.

__ADS_1


Dimas pun memilih pergi dan membawa secangkir kopi hitamnya.


Maria segera mengisikan piring Mayang dengan nasi, namun Mayang menolak dengan keras.


"Tidak perlu repot-repot, saya bisa sendiri." ucap Mayang ketus.


deg.


hati maria sakit bagai di tusuk sebuah belati yang sangat tajam. namun Maria masih ingin terlihat tenang, sebisa mungkin iya menyimpan luka hatinya.


dengan perubahan sikap Mayang dan Dimas membuat Maria menangis pilu di dadanya.


Maria pernah mendengar ada seseorang mengatakan padanya, ketika kita menangis di dalam jantung itu amat terasa sakit dan tersayat pilu.


mungkin ini yang di maksud oleh orang itu. saat ini Maria menahan tangisnya. pilu yang iya rasakan ada pada bagian jantungnya.


Mayang pun beranjak, "Mayang, sarapan mu belum di makan." ujar Maria lembut.


"Nggak nafsu." pungkas Mayang berlalu.


lalu Mayang menaiki anak tangga satu persatu, Maria menatap kepergian Mayang hingga Mayang kembali menuruni anak tangga kembali. dan Samapi Mayang menghilang dari balik pintu dan entah kemana.


kini kehangatan di rumah itu runtuh seketika. Mayang yang berubah sikapnya, Dimas yang menjadi acuh.

__ADS_1


ini sangat menyiksa Maria. Maria tidak suka dengan keadaan ini.


"Mas!." Maria menghampiri Dimas. namun Dimas memilih pergi. lagi-lagi Maria harus merasakan sakit' hati atas ulahnya sendiri.


__ADS_2