Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Viral 2


__ADS_3

"Mayang?" aku berseru sambil menatap wanita yang ada didalam video itu.


"Bukankah itu Adit? dan lelaki yang satunya lagi siapa?" sebab aku tidak dapat melihatnya. lelaki itu hanya terlihat punggungnya saja.


disana terlihat Mayang jadi rebutan dua lelaki yang sama-sama tampan. dan tertulis disana di akun seseorang "Dua lelaki tampan ribut dan berebutan satu wanita cantik"


berita ini menjadi tranding topik yang hangat, aku segera membuka Sw WhatsApp ku dan benar saja isinya hanya Mayang.


lalu aku membuka akun IG ku semua isinya Mayang. lagi aku membuka akun Twitter, dan Facebook ku semua isinya tentang Mayang. ada yang menghujat ada juga yang memuji, sebagian banyaknya yang memuji Mayang.


"Wah beruntun sekali cewek itu sudah cantik jadi rebutan para cowok ganteng"


"Aku juga mau dong jadi rebutan"


"Wah beruntungnya cewek kamu jadi rebutan?


ada yang menghujat Mayang dengan kata-kata yang kotor.


"Makanya kalau sudah punya satu ya, satu aja. jangan gatel jadi cewek gak bermoral" ucap si penghujat.


dan ada yang membalas si penghujan. "Itu bukan gatel. bilang aja kalo Lo iri, mungkin Lo gak laku" ucap si pembela Mayang dengan tawa.


Dimana ini? aku harus mencari Mayang sekarang, aku pun langsung menghubungi Dion temanku.


"Bro, Lo tau lokasi kejadian itu?" tanya ku setelah sambungan tersambung dan di angkat oleh dion teman ku.


[Lo, ikutin aku tiktok itu aja bro, Lo komen dan tanyakan alamatnya] jawab Dion. benar juga kenapa aku tidak berpikir kesana sejak tadi.


pada saat aku sedang membuka akun tiktok ku aku dikejutkan lagi dengan Mayang yang sedang berada dihalaman sebuah kosan. keributan dua lelaki itu berlanjut disana tapi aku tidak dapat melihat dengan jelas sebab kurangnya pencahayaan lampu penerang.


Dimana mereka ini? aku langsung mengetik pesan di kolom komentar dan segera mengirimkannya.


tidak sabar sayanya aku menunggu balasan dari pemilik akun tersebut. hingga sudah satu jam aku belum mendapatkan balasan dan akhirnya aku berusaha mencari ke akun lain lagi.


aku yang sedang sibuk dengan benda pipihku tidak sadar jika Maria sudah terbangun.

__ADS_1


dapat kulihat dari ujung pandangan ku Maria ingin meraih segelas air putih di atas nakas samping tempat tidurnya.


aku segera bangkit menghampiri dan memberikan Maria segelas air itu membantu Maria meminumkan dan kembali menidurkan.


"Lain kali panggil aku. jangan memaksakan diri!" ucapku lembut. kulihat Maria menatapku sendu.


"Mas, aku ingin kita pulang saja." ucapnya dengan suara yang lemah. untuk mengerjakan mulutnya saja dia seperti kesulitan.


aku segera meraih benda pipihku dan menunjukan gambar Mayang yang ada didalam Video itu. ternya reaksinya sangat kuat, Maria tersenyum lebar seraya berkata. "Ma-yang, mb-a rin-du!!" walau terbata Maria mengambil ponselku dan mencium gambar Mayang disana.


"Aku akan bawa Mayang pulang. tapi kamu harus janji, kamu harus sembuh. oke!" lalu Maria tersenyum tipis dan mengangguk setuju.


aku tau dia pasti sangat rindu adiknya. segera ku usap air mata yang membasahi ujung matanya. "Bukan cuma kamu, aku juga merindukannya." batinku.


setelah itu mari kembali terlelap dan aku masih menunggu kabar balasan dari aku tersebut. hingga aku terlelap di atas sofa.


☘️☘️☘️


keesokan paginya ku lihat Maria sudah duduk di atas tempat tidur. tidak seperti biasanya istriku ini terlihat segar dan ceria. apakah ini ada kaitannya dengan Mayang?. tak lama dokter datang untuk melakukan pemeriksaan rutin.


"Semuanya normal, hari ini ibu terlihat penuh semangat dalam menjalani hari. semoga ada keajaiban dari Tuhan, ibu bisa sembuh total ya Bu." dokter Arif memberikan semangat kepada Maria.


Maria menggangguk dan mengembangkan senyum. lalu dokter Arif keluar dan meminta agar aku ikut keruangan beliau. aku segera mengikuti langkahnya meninggalkan Maria yang ditemani seorang perawat.


"Maaf pak, apakah ada penyebab kuatnya istri bapak untuk sembuh. beliau terlihat sangat penuh semangat hari ini?" tanya dokter Arif lembut.


"Ada dok, aku semalam menunjukan gambar adiknya yang tidak lama lagi akan segera kami temukan" paparku menjelaskan tentang keberadaan mayang.


"Semoga ya pak, karena menurut saya. adik istri pak Dimas membawa pengaruh positif pada Bu maria." ucapnya penuh yakin.


aku pun mengaminkan doanya "Semoga Mayang segera ditemukan!" ucapku dalam hati.


☘️☘️☘️


kini aku tiba didepan kosan Mayang yang aku lihat semalam, suasana tempak sepi. tidak ada orang disekitaran sini aku memilih untuk menunggu mungkin Mayang akan segera kembali ke kosannya sebentar lagi.

__ADS_1


sudah tiga jam aku menunggu disini tapi belum ada tanda-tanda dari Mayang.


kulihat ada seseorang wanita muda masuk kedalam kompleks kosan tersebut aku segera turun dan menyusul wanita itu.


"Mbak maaf. numpang tanya, mba gadis ini ngekos disekitaran sini ya?" tanya ku sambil menunjukan selembar Poto milik Mayang.


"Oh,,, mbak sari ya. iya, benar. beliau ngekos disini, itu kosannya." tunjuk wanita ini "tapi kalau Sekarang dia gak ada mas, orangnya masih kerja." lanjutnya lagi.


"Sari!" gumam ku "Oh,,, jadi Mayang menggunakan nama sari?" ucapku dalam hati.


"Maaf kalau boleh tau, dia kerja dimana ya? Sari maksud saya kerja di mana?" tanyaku ingin tahu. aku ingin menyusunya ditempat kerjanya saja.


"Wah,,, sayang sekali mas.. saya kurang tau itu!" ucap wanita itu penuh kecewa. "Maaf ya mas" sesalnya.


"tidak apa-apa mbak, terimakasih atas waktunya. saya permisi pulang dulu ya" aku pamit undur diri. lebih baik aku cari makan dulu baru setelah itu aku kembali lagi kesini.


☘️☘️☘️


"Pak, saya izin pulang. ini semua ulah bapak!" Sari terlihat sangat marah padaku.


"Kamu kenapa sari?" tanyaku heran melihat tingkah gadis itu yang terlihat aneh.


"Ini." kulihat iya menyerahkan sebuah ponsel miliknya dan memutar sebuah video lalu kuraih ponsel itu.


aku membulatkan mata, bagaimana mungkin ini terjadi. untungnya aku tidak terlihat jelas kalau tidak habislah karier ku.


"Saya mau pulang pak. aku harus pindah kosan, saya tidak mau kehidupan saya jadi kacau gara-gara berita ini. ini semua salah bapak" setalah itu sari meraih ponselnya dengan kasar dan berlalu pergi meninggalkan aku sendiri.


aku hanya mampu menatapi punggungnya yang mulai menghilang dibalik pintu. kasian juga dia, ini juga gara-gara pria jelek itu! apa dia suaminya sari? lebih baik dia menjadi istriku lebih terjamin hidupnya. dari lelaki itu terlihat loyo begitu.


☘️☘️☘️


"Ma-yang!" panggilku ketika aku melihat Mayang keluar dari sebuah gedung dengan wajah cemberut.


"Alhamdulillah.." ucapku. aku bisa menemukan Mayang kembali aku tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2