
akhirnya kami pun sampai, Tomi segera menepikan mobilnya di area parkir.
tempat ini, mengingatkan aku dengan mbak Maria, dan mas dimas.
kami sering menghabiskan waktu bersama. di setiap akhir pekan, mas Dimas dan mbak Maria pasti akan mengajakku menonton serial drama korengan kesukaan ku. wkwk
ah.. aku rindu masa-masa itu. hingga tak sadar aku sudah tertinggal oleh mereka berdua.
"Mayang!" panggil Tomi membuyarkan lamunan ku.
"Lo, nangis may?" tanya Rena. segera aku menyeka air di ujung mata dan menggeleng cepat.
"Lo, ada masalah? kalo emang ada masalah cerita aja may!. mungkin gue sama Rena bisa bantu!" ujar Tomi lembut.
"Iya udah yuk, nanti keburu habis film nya." ajak ku mengalihkan pembicaraan.
aku berjalan mendahului Rena dan Tomi. takut jika mereka akan curiga, jujur saat ini aku sangat butuh teman. teman untuk bercerita.
tapi aku takut jika Rena dan Tomi tidak bisa ku percaya.
☘️☘️☘️
hari ini pekerjaan ku sangat banyak, sampai-sampai aku terlambat menjemput Mayang.
hari semakin sore, segera ku sambar jas dan juga kunci mobil. aku berlari kecil keluar dari ruangan ku.
Hinga aku pun menjadi pusat perhatian mereka, aku tidak ingin Mayang menunggu terlalu lama.
__ADS_1
"Pak Dimas, kok lari-lari pak? apa semua baik-baik saja?." tanya seorang dosen. aku hanya melambai tangan sebagai jawaban.
"Bapak kok lari-lari?" tanya seorang satpam aku pun kembali melambai tangan.
hingga aku tiba di luar gedung dan segera membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi.
segera ku tancap gas menuju di kampus Mayang dengan kecepatan tinggi.
aku berusaha menghubungi Mayang namun tidak di jawab olehnya.
"May, jangan kemana-mana ya, mas masih di jalan. jalanan lumayan macet" send Mayang.
pesan ku masuk tapi tidak di baca olehnya. "Anak ini benar-benar berubah" ucap ku.
akhirnya pun aku tiba, ku cari Mayang dimana-mana tapi aku tidak menemukan keberadaannya.
"Oh.. non Mayang ya. tadi sih kayaknya sudah pulang pak." ujarnya memberi tahu.
"Baik pak, terimakasih." jawab ku.
dan aku segera masuk kedalam mobil, tujuan ku adalah rumah. jujur aku takut saat ini, iya jika memang Mayang pulang. jika tidak?.
aku menghela nafas berat, repot ternyata punya istri yang masih labil.
setelah sampai di rumah segera ku tepi kan mobil di garasi dan segera masuk.
"Assalamualaikum.." ucap ku memberi salam dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Mas, sudah pulang." tanya Maria.
"Mayang mana?" tanya ku langsung. tanpa menjawab pertanyaannya
"Loh.. memangnya Mayang dimana?" tanya Maria istriku.
ternyata benar dugaan ku. anak ini benar-benar menguji kesabaran ku.
aku takut terjadi sesuatu dengannya, masalahnya, Mayang masih sangat labil dan mudah di manfaatkan oleh baj**gn di luaran sana.
"Mas, sebaiknya minum dulu!" Maria mengansurkan segelas air putih untuk ku, segera ku teguk air itu hingga tandas.
☘️☘️☘️
malam ini sangat Happy aku memaksa Tomi dan Rena untuk menemani ku ke klab malam.
"Alhamdulillah.. " ucap ku, aku menarik nafas lega,
melihat rumah sudah tapak gelap. pertanda penghuni rumah sudah tertidur lelap.
aku segera mengambil kunci rumah dan membuka pintu. bayangkan saja aku seperti pencuri yang masuk dan mengendap-endap di dalam kegelapan.
sepatu sengaja ku lepas, agar tidak menimbulkan suara berisik. dan pada saat aku hendak menaiki anak tangga lampu menyala.
ceklek..
"Dari mana kamu?"
__ADS_1
"Iya salam!" ucap ku memejam mata