Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
Sari


__ADS_3

"Sari, di panggil pak bos tuh!." seru Mila, menghampiriku. dia adalah sahabatku di tempat ini.


"Ada apa ya, kira-kira mil?!." tanyaku. kulihat Mila mendelik bahu.


"Ya sudah sana!" ucap Mila kembali. menyuruh diri ini segera menghadap ke pak bos. dengan langkah gontai aku mengikuti permintaannya.


lantas aku segera keruangan pak Heru, aku tidak ingin membuang banyak waktu. setelah tiba, aku segera mengetuk pintu.


tok. tok. tok.


"Silakan masuk sari!" pinta pak Heru yang sudah berdiri di belakang ku, aku terperanjat.


"Ko--kok ba--pak disini?"tanyaku terbata karna terkejut tiba-tiba pak Heru ada di belakangku


"Katanya bapak manggil saya ya?" lanjut ku lagi. aku sedikit gemetaran karna menahan rasa gugup ku.


aku menunduk, sebab dia adalah atasanku di kantor ini. aku juga merasa segan dengan beliau ku remas jari-jariku untuk mengurangi rasa gugup ku.


"Kok malah bengong? ayo masuk!" seru pak Heru mengagetkan ku dan tersadar dari lamunanku


"Bapak duluan aja deh. nanti saya menyusul dari belakang." ucapku malu. gimana tidak malu lah wong pak Heru menatapku lekat.

__ADS_1


pak Heru menggeleng kepala menatapku dan berjalan lebih dulu dariku. aku hanya bisa mengekornya dari belakang.


setelah berada di dalam ruangan pak Heru. kulihat beliau sudah menjatuhkan bobotnya di atas kursi ternyaman nya.


Ekhemm..


pak Heru berdehem, aku hanya bisa menunduk malu dan juga takut. sebelumnya aku belum pernah dipanggil seperti ini.


"Sari kamu boleh duduk!" ucap pak Heru lembut dengan suara beratnya.


laki-laki ini terkenal dingin dan kaku, bicara seperlunya saja.


"Terimakasih pak." jawabku "biar saya berdiri saja pak." tolak ku halus takut dia tersinggung atas penolakan ku


"Jadi begini sari, saya memanggil kamu keruangan saya adalah. kamu sudah melakukan kesalahan terbesar." ucap pak Heru tanpa menatap wajah ku.


dia tetap setia memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di hadapannya.


"Sa--salah?!." tanyaku terbata dan membola kan mata. ya Tuhan kesalahan apa yang sudah aku lakukan.


"Iya, kamu sudah melakukan kesalahan terbesar di perusahaan ini!" ucap pak Heru dengan menatapku, tangannya bertumpu di depan dada dan dagunya iya letakan di atas kedua tangannya sebagai penumpang.

__ADS_1


"Maaf pak, salah sa-ya dimana ya pak?" tanyaku dengan suara yang sangat pelan. aku tidak tau letak kesalahan yang sudah aku perbuat disini.


"Disini!" pak Heru melemparkan beberapa map di atas meja kearah ku. "Banyak yang salah disini! saya harap kamu bisa perbaiki ini!" ucap pak Heru dengan serius.


"Maaf pak, saya hanya ingin belajar pak. maaf jika saya sudah sangat lancang di kantor ini, tap--"


"Siapa yang kasih kamu ijin untuk menjadikan kantor ini sebagai tempat belajar. kalau kamu mau belajar, kamu salah tempat. harusnya kamu keunipersitas dan bukan disini!" tegasnya. aku menunduk


"Maaf pak, saya mengaku salah" aku meminta maaf kepada pak Heru atas kesalahan yang sudah ku perbuat.


aku mengutuk kebodohan ku mengapa aku harus mendengarkan ucapan mereka selama ini!


aku sadar atas apa yang aku lakukan, harusnya aku tidak mengikuti permintaan para staf kantor.


"Karena ini kesalahan terbesar kamu, kamu harus bertanggung jawab!. kerjakan tugas-tugas ini! kalau sampai kamu berhasil maka kamu akan naik jabatan dan tidak akan lagi menjadi seorang office girl. kamu paham? dan satu lagi, kerjakan disini?" tutur pak Heru lembut dengan senyuman manis.


kulihat pak Heru bangkit dari duduknya dan iya memintaku untuk duduk di kursinya. "Ayo duduk!" pintanya. aku malah celingukan kiri dan kanan.


"Sari! kamu dengar saya?" tanyanya. aku reflek mengangguk kepala. "Duduk!" pintanya lagi dengan mengarahkan pandangannya kearah kursi.


dengan terpaksa aku berjalan kearah kursi pak Heru. aku takut! takut kalau aku tidak mampu dan akan mendapatkan hukuman darinya.

__ADS_1


tiba di depan kursi yang tadi pak Heru duduki aku tidak langsung duduk. ku tatap lebih dulu pak Heru dan akhirnya beliau menggangguk setuju. perlahan aku mulai menjatuhkan bobot ku di atas kursi itu.


"Bismillah" ucapku dalam hati dan ku pejamkan mata sesat. setelah itu kubuka mataku dan menatap tumpukan berkas didepan mataku.


__ADS_2