Gairah Adik Istriku

Gairah Adik Istriku
71


__ADS_3

"Aku minum ya, just nya?" ucapku dan Adit tersenyum manis.


"Kita pulang?" tiba-tiba pak Heru sudah berada di belakangku. aku tersentak dan terbatuk-batuk karena tersedak minuman itu.


"Biarkan Mayang pulang aku yang antar. kalau anda mau pulang duluan silakan!" usir Adit.


kenapa sih mereka harus begitu, selalu bertengkar.


"May, aku izin sama kakakmu, jadi aku yang harus antar kamu!" aku memilih berdiri.


benar juga kata pak Heru, dia yg bertanggung jawab atas aku saat ini.


"Maaf Dit, aku harus pulang!" setelah itu aku langsung melangkah pergi.


tak ku hiraukan panggilan dari Adit, dan dia sampai membanting gelas terdengar dari suaranya.


aku melangkah mengikuti langkah pak Heru.


"Pulang kemana?" tanyanya.


"Kerumah sakit pak!" jawabku setelah itu aku memilih diam.


kepala ku tiba-tiba kembali terasa pusing.


.


.


.


setelah pak Heru berpamitan dengan mas Dimas dia langsung pulang. katanya tidak enak jika tinggal terlalu lama.


aku memijat kepalaku yang semakin terasa pusing.


"Mas, antarkan saja Mayang pulang! biarkan bik Ning yang menemani aku disini" seru mbak Maria dengan lemah.


"Baik, aku segera kembali" ujar mas Dimas yang duduk disamping mbak Maria.


"Tidak mas, Mayang juga sakit. coba lihat dia, wajahnya mulai pucat lihat keningnya yang berkeringat dingin itu!" lalu aku beralih menatap Mayang.


benar kata Maria, Mayang pucat dan di penuhi keringat di dahinya


aku bangkit menghampiri Mayang dan mengajaknya untuk pulang.


"Ayo, may kita pulang!" ajak ku.


Mayang pun bangkit dan menuruti perkataan ku tanpa membatah sedikitpun. biasanya dia akan menolak tapi kali ini tidak. ada yang aneh dengannya.


sikapnya juga beda. wajahnya kini menjadi merah, ada apa dengannya?. aku bertanya-tanya dalam hati.


kulihat Mayang mulai gelisah. aku mengemudi dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


"Mas, tolong cepat sedikit!" bisiknya. ada apa dengannya? lalu Mayang membelai wajahku.


aku takut tidak bisa fokus dengan kemudi ku. lalu iya kembali berulah dan mengecup pipiku.


Ciittt...


aku menginjak pedal rem mendadak, bagaimana mungkin Mayang menjadi seagresif ini. Mayang mengelus juniorku. aku menoleh menatap Mayang. lalu tanpa ku duga Mayang duduk di pangkuanku dan mengesankan tubuhnya pada tubuh ku.


"Ada apa dengan mu may?!." tanyaku. namun Mayang seolah tidak mendengarkan perkataan ku.


Lalu dia mengecup bibirku dan ********** dengan kasar.


nafasnya yang mulai tidak teratur kabut gairah terpancar dari matanya.


Mayang kembali berulah membuka semua Kancing kemejaku dan mengelus-elus dadaku. semua yang iya lakukan seolah membangkitkan gairah ke lelakianku.


hasrat yang selama ini ku pendam kini iya bangkitkan.


kurang lebih setahun aku menahan diri dari rasa ini. kini kembali gejolak itu datang.


Aku laki-laki normal, tentu aku terpancing olehnya. Tapi aku berusaha untuk tetap menahan diri, Aku tidak ingin mayang akan menyalahkan aku nantinya.


lalu mayang benar-benar tidak bisa dikendalikan. kali ini Mayang sudah melepaskan bajuku, dan juga iya berusaha melepaskan bajunya.


namun aku tahan, mengingat kami sekarang ada di dalam mobil dan dipinggir jalan.


brak brak brak.


lalu aku membuka kaca mobil sedikit.


"Woy, kalau mau mesum jangan disini donk. modal geh ke hotelkan bisa!" bentak seseorang itu.


"Maaf pak, istri saya sedang sakit. maaf" ucapku dan merengkuh Mayang yang mulai berontak.


Mayang berusaha melepas diri dariku. tentu aku tidak ingin melihat dia di perhatikan orang lain.


segera ku nyalakan mesin mobil dan mulai mengemudi.


"Mas, mas Dimas" bisik Mayang tepat di telingaku.


tentu aku tergoda atas tingkahnya yang sudah melampaui batas.


dengan beraninya Mayang membuka kancing celana ku.


"Astaghfirullah al'adzhim" aku beristigfar dalam hati.


mengapa Mayang jadi begini, apa mungkin Heru yang sudah melakukan ini. aku sangat yakin saat ini Mayang sedang dipengaruhi obat kuat.


siapa yang sudah melakukan ini padanya?


Alhamdulillah.. kami pun sampai dirumah. aku segera berlari mengunci gerbang. aku tidak ingin ada seseorang yang melihat Mayang seperti ini. di bagian atas Mayang sudah tidak ditutupi lagi busana.

__ADS_1


segera ku buka pintu rumah. tidak sabarannya Mayang langsung menerkam ku dengan cumbuannya.


segera ku tutup pintu, aku berjalan dan membawa Mayang kedalam kamar, tidak sedikitpun Mayang melepaskan diri dariku.


sampai didalam kamar Mayang langsung melepas semua pakaian yang menutupi tubuhnya dan berjalan menghampiri aku. aku segera membalik badan. jujur aku takut khilaf.


aku laki-laki normal tentu aku akan merasakan gejolak pada adik kecilku.


"Mas, ayo. lihat aku" Mayang berusaha melepas pakaian ku.


"Yaa Allah, aku harus apa, apa yang harus aku lakukan sekarang. di satu sisi aku juga ingin. disisi lain aku sudah mengajukan gugatan cerai dan tentu aku tidak ingin merusak masa depannya" aku membatin dalam hati.


"Mas, tolong aku. aku tidak sanggup lagi mas. tubuhku rasanya sangat panas" Mayang memohon padaku dengan tatapan yang sayu.


kali ini Mayang berhasil melucuti semua pakaian ku. adik kecil ku sudah sangat tegang. aku tetap menghindari dari Mayang.


namun Mayang dengan cepat menjalankan aksinya. "Mas, ini sangat lucu" Mayang bermain-main dengan adik kecilku.


laki-laki mana yang bisa tahan dengan godaan seperti ini.


benar-benar Mayang, dia sangat agresif dan menggoda iman ku.


setelah itu Mayang menariku keatas ranjang. jangan bayangkan seperti apa saat ini kami.


"Mas" panggilannya benar-benar membuat aku terlena.


"Aku mau mas" ucapnya dengan nafas yang tersengal-sengal dada yang naik turun.


"Maaf May, aku tidak ingin kamu menyesal setelah ini! aku tidak ingin kamu kecewa padaku may" aku masih berusaha untuk menolak keinginannya.


"Aku sudah tidak tahan mas" ucapnya dan segera naik keatas tubuhku. aku terhenyak akan tingkahnya yang sangat bar-bar.


"Aku tidak ingin kamu sakit may, tolong jangan memaksa!" aku berusaha mendorong tubuh Mayang.


namun Mayang malah menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku.


dua benda kenyal itu jatuh tepat di atas daguku.


"Saat ini tolong aku. biarkan aku merasakan yang belum pernah aku rasakan mas" kini Mayang mulai beraksi di mulai dari tangannya yang bergerak kemana-mana.


lalu Mayang kembali menyentuh belalai ku. dan tidak bisa kukatakan apa lagi yang dia lakukan.


hingga pada akhirnya aku lepas kendali dan membalas semua permainannya.


aku benar-benar sudah tidak tahan dengan ini. dia yang memaksa dan aku hanya bisa mengikuti permainannya.


setelah puas dengan permainannya Mayang kembali naik keatas tubuhku.


"Sebaiknya jangan may! aku tidak ingin kamu menyesal. bukankah kamu akan menikah dengan Heru?" tanyaku dengan lembut.


sejujurnya aku tidak ingin menolak. tapi aku tidak ingin membuat masalah baru hanya karena nafsu.

__ADS_1


__ADS_2