
mendadak suasana rumah menjadi dingin, tidak ada lagi kehangatan di dalamnya.
baik Dimas atau pun Mayang, tidak lagi terdengar keributan yang mereka ciptakan. ini rumah seperti tidak berpenghuni, horor rasanya.
Dimas yang pulang dari kantor langsung masuk kedalam kamar, tidak ada lagi makan bersama. keceriaan mendadak hilang seketika.
Maria tidak pernah berpikir akan begini, begitu buruk kah perbuatanya. hingga Mayang dan Dimas berubah sikap padanya.
Mayang yang selalu pergi pagi pulang malam, tidak seperti biasanya.
Mayang berubah menjadi seperti perempuan nakal saja tingkahnya.
dengan pakaian yang kurang bahan, menjadi pecandu rokok dan seringkali pulang menjelang pagi dalam keadaan mabuk.
Maria sudah menciptakan neraka di dalam kehidupannya. penyesalan terdalam tidak mampu merubah itu semua.
meratapi pun tidak lagi berguna, nasi sudah menjadi bubur. kehangatan sirna sudah.
seperti biasa setiap pagi meja makan akan terlihat kosong. baik Dimas atau pun Mayang tidak lagi duduk disana.
Maria hanya mampu menatapi bangku-bangku yang kosong. biasanya mereka bertiga selalu melakukan sarapan bersama. terdengar keributan dari Dimas dan Mayang biasanya.
☘️☘️☘️
"Tolong tanda tangani!" ucap Mayang. sambil menyodorkan selembar kertas kepada Dimas yang tengah duduk di sofa kamar.
__ADS_1
"Apa ini?." tanya Dimas menatap Mayang.
"Boleh anda baca terlebih dahulu. dan saya sudah menandatangani nya." jawab Mayang.
lantas Dimas pun meraih kertas itu dan membacanya.
"Pernikahan kontrak" seru Dimas. Mayang menggangguk setuju.
"Apa maksudnya ini Mayang?!." tanya Dimas geram.
"Tolong dibaca dengan seksama ya mas, tidak perlu bertanya. saya pikir anda adalah orang yang cerdas bukan?." jawab Mayang ketus.
"Jadi, maksud kamu pernikahan kita akan bertahan selama satu tahun?" tanya Dimas memastikan. Mayang mengangguk.
Dimas tersenyum mengejek. "kamu pikir pernikahan itu mainan?." Mayang lagi-lagi mengangguk.
sejak pernikahan ini terjadi Dimas tidak lagi tidur di kamar Maria.
sebab semua pakaian Dimas sudah Maria pindahkan di kamar Mayang.
Dimas juga malas berdebat dengan Maria, sebab itulah iya selalu menghindari Maria. dimana Dimas masih sangat mencintai Maria.
bahkan Mayang pun tidak mampu menembus hati Dimas untuk mengalahkan posisi Maria.
Mayang kembali bersiap lengkap dengan make-up dan baju-baju yang seksi.
__ADS_1
"Mau kemana?." tanya Dimas dengan masih menatap layar laptopnya.
"Cari udara segar"
"Udara segar di klub malam begitu?." tanya Dimas tegas.
namun Mayang tidak menjawab pertanyaan Dimas dan memilih pergi begitu saja.
sebelum Mayang berhasil membuka pintu kamar, Dimas sudah lebih dulu mengunci pintu kamar mereka.
"Kembalikan kuncinya!" pinta mayang. dimas hanya berlalu dan duduk kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Kembalikan kuncinya!" Mayang mengulang kembali ucapannya.
namun Dimas tetap pada pendiriannya. Dimas menyimpan kunci kamar tersebut disaku celananya.
"Apakah Anda tidak mendengan permintaan saya?."
"Apa kamu tidak bisa bicara sedikit lembut kepada saya, ingat Mayang! saat ini kamu sedang berbicara kepada siapa?."
"Iya, aku ingat! dan aku ingat betul sedang bicara dengan Dimas Anggara pradipta anak konglomerat yang ada di kota ini!." tukasnya. "jadi kembalikan kuncinya." pinta Mayang lagi.
"Apa kamu ingin menjajakan tubuhmu diluar sana?." Dimas bangkit menghampiri Mayang.
"Dengan berpakaian seperti kurang bahan begini kamu mau keluar nyonya Dimas Anggara pradipta? Hem.." dengan kasar Dimas berkata.
__ADS_1
"Lebih baik kau goda suami mu, dari pada menggoda laki-laki lain di luar sana. mereka tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada mu. dan ingat, aku akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirimu! ingat itu!" tekan Dimas
dan Dimas menarik Mayang berjalan menuju ranjang. Mayang hanya cemberut atas perbuatan Dimas akan dirinya.