
Di tempat lain, Adit merasa sangat frustasi atas penolakan Mayang.
Adit segera pulang kerumah dan membanting semua barang-barang yang ada didalam kamarnya.
rencana yang sudah Adit susun dengan Apik gagal sudah.
Adit sengaja memasukan obat perangsang di dalam just yang iya siapkan untuk Mayang. berharap bisa memiliki Mayang dengan cara yang licik Adit ingin merusak masa depan mayang.
Namun apa yang terjadi? Mayang pergi meninggalkan nya. Adit pun mengikuti mobil Heru. sampai kerumah sakit. dan Adit melihat Mayang dibawa oleh Dimas untuk pulang.
gagal sudah rencananya, Adit merasa yakin pasti terjadi sesuatu dengan Mayang dan Dimas. Adit melihat ketika ada orang yang mendobrak kaca mobil mereka yang sempat berhenti di pinggir jalan.
Iya yakin pada saat itu obat sudah mulai bekerja dan perlahan membuat Mayang jadi menggila.
sebab Adit tau betul obat yang iya masukan adalah obat yang terbaik, dan termahal.
obat itu sengaja iya pesan dari Amerika, sengaja Adit memesannya melalui temannya yang ada disana.
obat itu bisa membuat seseorang yang meminumnya kecanduan dengan orang yang pertama menyentuhnya.
obat itu tidak bisa membuat kita berpaling dari orang yang sudah melakukan penyatuan kepadanya.
kamar Adit sudah seperti kapal pecah semuanya iya banting dan iya pecahkan.
Adit menjambak rambutnya kasar dan berteriak mengumpat tidak jelas.
para pelayan hanya bisa mendengarkan makian Adit, dan tidak bisa berbuat banyak.
Bayangan Mayang dan Dimas bercumbu menari-nari di atas kepalanya.
.
.
.
"Her, kamu Bertemu dimana dengan Mayang?" tanyaku kepada anak sulung ku.
Sebab umurnya sudah lebih dari kepala tiga belum juga menemukan tambatan hati. kami sudah memilih banyak wanita tapi dia tolak.
"Dia pernah bekerja di perusahaan aku ma!" seruku membiru tahu bahwa memang sari bekerja di tempatku.
"Wahh.. hebat! bos jatuh cinta kepada bawahannya" guyon papa dengan tawa.
"Mama suka dengan Mayang, dia gadis yang manis dan baik sepertinya. apakah dia anak pertama?" tanyaku. aku ingin lebih jauh mengetahui latar belakang Mayang.
sebelum mereka menikah, aku tidak ingin putraku salah dalam memilih pasangan.
"Dia tinggal bersama kakak nya ma, orang tua mereka sudah lama meninggal dunia" aku hanya ber-oh-ria saja mendengar jawaban Heru.
__ADS_1
"Boleh mama bertemu kakaknya?" aku ingin mencari tau tentang keluarga nya dan bibit, bobot juga bebet nya.
"Tidak perlu ma, kakak Mayang sedang sakit saat ini. dia sedang dirawat dirumah sakit" ujar ku menjelaskan.
aku tidak ingin mama menemui mereka, yang ada nanti mama banyak tanya dan bisa membuat keadaan kakaknya sari tambah parah.
"Udah lah, ma. sebaiknya kita tidur. ini sudah larut malam" aku tidak ingin istriku terlalu ikut campur urusan Heru.
mengingat selama ini dialah yang sudah merusak kehidupan puteranya. setiap Heru membawa pasangannya Lila selalu saja mengatakan wanita itu tidak cocok dengannya.
itulah penyebab Heru menjadi malas untuk mencari pasang hingga umurnya sudah menginjak 35 tahun.
Lila merasa Heru tidak pantas bersanding dengan wanita sederhana, Lila ingin memiliki menantu yang sepadan dengannya dan seperkuensi dengannya. mana ada, kalau dia selalu begitu yang ada anak ku akan menjadi bujang tua selamanya.
"Yuk ma, kita tidur!" ajak ku, setalah aku bangkit dari dudukku.
Untungnya Lila sudah banyak berubah, akhirnya kamu pun sampai di dalam kamar.
aku segera merangkak naik keatas tempat tidur. dan disusul dengan Lila juga.
"Pa, sudah tidur?" Lila bertanya ketika aku hendak memasuki mimpi yang indah.
"Mm" jawabku singkat.
"Pa, mama suka sama Mayang. tapi mama mau cari tau latar belakangnya lebih dulu deh."
ternyata benar dugaan ku, jangan sampai Lila kembali mengacaukan rencana Heru untuk menikah. kalau itu Sampai terjadi kapan aku akan memiliki cucu. kasian juga Heru sudah cukup umur.
aku yakin jika ini sampai terjadi maka Heru pasti sudah malas untuk melanjutkan hidupnya.
aku tidak ingin putraku menjadi perjaka tua selamanya seperti aku, dan akhirnya sulit untukku mendapatkan keturunan.
.
.
.
Dimas sangat kewalahan menghadapi Mayang, ini yang ke empat kalinya mereka melakukan penyatuan.
Dimas sudah sangat lelah dan mengantuk, tapi Mayang semakin tidak bisa dikendalikan.
lutut ku sudah sangat lemah, dan aku sudah sangat lelah. rasanya tenagaku terkuras habis malam ini.
peluh membanjiri tubuh kami, benar-benar aku sudah tidak sanggup lagi. aku sudah kewalahan menghadapi mayang.
"Mas, ayok bangun! sekali lagi ya mas?" seruku sambil mengguncang lengan mas Dimas.
Namun laki-laki itu malah terpejam dan tidur terlungkup benar-benar menyebalkan.
__ADS_1
hingga akhirnya aku membalikan badan mas Dimas sampai iya terlentang lalu aku pun melanjutkan misiku.
tapi bagai mana caranya, belalai mas Dimas juga ikut tertidur dan menjadi layu.
aku tidak tau bagai mana caranya membangkitkan terong satu itu, sebab aku belum tau tentang hal itu.
iya, itu adalah terong menurut ku, sama persis . aku meraih gawai ku aku ingin mencari tau tentang cara membangkitkan benda aneh itu.
ku buka gawai, lalu segera ku buka aplikasi google dan kutek disana.
"Cara membangkitkan terong" klik.
kenapa yang keluar terong sayuran? kenapa bukan terongnya mas Dimas.
selain itu gairah dalam tubuh ku semakin tinggi hasrat ini sangat menyiksaku.
jujur aku sudah sangat merasakan perih di bagian bawahku. tapi ada rasa lain yang ingin di tuntaskan. aku tersiksa, sangat.
"Mas, tolong bangun mas, bantu aku" ujar ku.
sungguh aku tidak tahan kalau begini hingga aku mengigit bibir ku sampai berdarah. aku menangis menahan rasa ini.
"Mas," ku guncang lagi tubuh kekar mas Dimas. dan akhirnya dia terbangun.
"Kamu kenapa may? ada apa dengan bibir mu?" aku terkejut melihat bibir mayang mengeluarkan banyak darah sampai dibagia dagu dan dadanya. darah segar mengalir begitu saja.
"Bantu aku mas, aku tersiksa denga rasa aneh ini" pekik ku lantang.
lalu mas Dimas menarik ku kedalam pelukannya. dan membenamkan aku di dadanya.
"Akan ku bantu, tapi dengan cara lain" aku harus mencari cara lain untuk hal ini. aku sudah sangat lelah.
"Sekarang kamu terbaring ya!" pintaku, lalu Mayang mengangguk.
segera ku raih tissue aku membersihkan darah itu lebih dulu. setelah bersih aku membuka kaki Mayang satu persatu memberi jarak agar aku bisa melakukan dan memberikan kepuasan padanya.
"Kamu diam, cukup rasakan!" bisikin pelan.
setelah itu aku mulai melakukan yang harus ku lakukan.
"Mas," desahnya. Mayang mulai merasakan sensasi pada dirinya.
"Mas, Dimas" dengan kuat iya menjambak rambuk ku kasar.
"Oh.. mas.." pekiknya.
benar-benar Mayang menggila entah obat apa yang mereka campurka untuknya.
"Mas, aku mau itu!" dia menunjuk junior ku. aku tidak sanggup kalau dia kembali meminta ku untuk melakukan itu.
__ADS_1
"Maria, tolong aku" aku berteriak dalam hati
Tentu aku berteriak dalam hati. aku tidak ingin menyakiti hati Mayang kalau aku benar-benar menyebutkan nama Maria di depannya pada saat begini.