
☘️☘️☘️
jantung Mayang berdetak lebih cepat. seolah habis lari dari kejauhan puluhan kilo. terlihat jelas dadanya yang naik turun.
"****" umpat Dimas, lalu iya melepaskan Mayang.
"Jangan dekat-dekat saya!." ucap Mayang jutek.
"Bukan kah kamu yang mengajak saya untuk melakukan malam pertama kita" pungkas Dimas cepat. Mayang terbelalak.
"Ayo, kita nikmati malam pertama kita sayang." ajak Dimas, Mayang menganga dengan mulut sedikit terbuka.
"oh iya, bibir mu sangat manis" ujar Dimas dengan senyum manisnya.
Mayang menjauh dari Dimas dan menutup di bagian dadanya. disaat bersamaan Dimas maju mengikuti langkah Mayang.
"Mau apa mas?." tanya Mayang ketakutan.
"Mau apalagi, ya melakukan itu lah!" pungkas Dimas cepat..
"Oh no.." ucap Mayang cepat wkwk
Mayang hendak berlari, namun sayang pintu kamar sudah di kunci oleh Dimas.
"Ayo,"ajak Dimas dengan memandang Mayang lekat.
Mayang pun menjadi salah tingkah, dan wajahnya pun bersemu kemerahan bak seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"Udah ihh sana, saya sudah bilang jangan deket-deket. ingat ya saya bukan istri anda!" ucapnya penuh penekanan.
"Siapa bilang kamu bukan istri ku. pernikahan kita bahkan resmi di mata hukum negara dan agama! jadi saya berhak atas kamu!" papar Dimas menjelaskan.
"Dan ya, kamu harus ingat! bukan hanya bibir mu! aku berhak atas ini, ini, dan ini." Dimas menunjuk semua yang ada pada bagian tubuh Mayang. "semua yang ada pada mu, itu adalah milik ku. milik Dimas Anggara pradipta!." lanjutnya lagi
Dimas sengaja menekankan bahwa Mayang sekarang adalah miliknya. agar Mayang bisa menjauhi orang dari lawan jenisnya.
Mayang hanya terpaku mendengarkan perkataan Dimas, tidak menjawab dan hanya bisa menunduk.
mundur perlahan dan membalik badan berjalan menuju sofa, Mayang memilih tidur di sofa dengan handuk yang masih melekat di bagian dadanya.
pada saat Mayang sudah hampir membaringkan diri di sofa Dimas kembali bersuara.
"Apa kamu sengaja menggoda ku?!." ujar Dimas. Mayang tersadar dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.
"mau kemana?" tanya Dimas pada saat Mayang hendak sampai di sofa.
"Iya, mau tidur lah.." jawab mayang ketus.
"Tidur di sini!" perintah Dimas tegas.
terlihat Mayang mengerucutkan bibirnya dan tetap berjalan menuju sofa.
"Mau jalan sendiri atau aku paksa" pungkas Dimas cepat.
namun Mayang malah menjatuhkan bokongnya tepat di atas sofa dan hendak membaringkan diri.
__ADS_1
Dimas yang gemas melihat tingkah Mayang yang keras kepala pun akhirnya memilih berdiri, dan langsung menghampiri Mayang yang sudah memejamkan mata.
tanpa aba-aba Dimas langsung menyimpan satu tangan kirinya dibawah lutut Mayang dan tangan satunya ia simpan di bawah bahunya.
Mayang sangat terkejut atas perbuatan Dimas yang tiba-tiba, dan membuka mata.
"Mau apa kamu?!." tanya Mayang terlihat gugup.
baru kali ini Mayang berdekatan dengan lawan jenis tanpa jarak sedikit pun.
"Bukankah sudah ku katakan, tapi kamu memilih untuk di paksa." terang Dimas dengan nada suara yang sangat pelan.
"Biarkan aku tidur disini."
"Tidak bisa! yang namanya suami istri itu harus tidur satu ranjang. Apa kau dengar?"
"Aku tidak ingin berbagi ranjang dengan mu."
"Kau yang memaksa ku, baiklah."
Dimas segera mengangkat Mayang dan berjalan menuju ranjang, dan Dimas langsung melempar Mayang di tengah-tengah ranjang hingga membuat Mayang mengaduh kesakitan.
"Mulai malam ini, kata akan selalu begini!" tegas Dimas sedikit menarik ujung bibirnya dan iya pun membaringkan diri di samping Mayang.
bayangkan betapa gugupnya Mayang saat ini, detak jantungnya tidak beraturan hingga membuat iya bersembunyi dibalik selimut.
tapi bukan hanya Mayang, Dimas pun merasakan hal yang sama. sebelumnya Dimas hanya menganggap Mayang seperti adiknya, tapi kini berbeda ceritanya.
__ADS_1