Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 21 Violet di temukan.


__ADS_3

Manggar dan seluruh pasukannya sudah sampai di kantor polisi, Violet langsung di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sedangkan Dewandaru, di bawa ke ruangan penyidik dan berhadapan dengan pihak penyidik untuk di introgasi. Di rumah sakit Violet, mendapatkan perawatan intensif dari dokter, sesuai dengan prosedur kepolisian dokter juga langsung melakukan visum pada Violet, untuk mengumpulkan bukti-bukti yang akurat supaya bisa memenjarakan sang pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya.


Manggar, sendiri yang memberi kabar pada Widuri dan Abyas, jika Violet, sudah di ketemukan, namun Manggar, masih merahasiakan pada mereka siapa pelaku penculikan Violet.


"Selamat pagi, kami dari pihak kepolisian ingin bicara dengan bu Widuri." Manggar, menelpon dengan bahasa formal, sesuai prosedur kepolisian.


"Selamat pagi, iya saya sendiri." jawab Widuri gugup.


"Kami, dari pihak polisi mengabarkan, jika nona Violet Damayanti, telah di ketemukan, kami harap mbak Widuri, dan keluarga segera ke sini." ucap Manggar sopan dan tegas.


"Alhamdulillah, ba...ba...baik, saya segera ke kantor polisi." sahut Widuri, Widuri sangat senang sekali, begitu mendapat kabar jika Violet sudah di ketemukan Widuri, langsung berteriak histeris, dan memeluk tetangganya yang sedang menemaninya di dalam rumah sakit.


Widuri segera memberitahu Abyas dan Swasti, melalui sambungan telepon jika Violet, sudah di ketemukan. Abyas dan Swasti sangat bahagia sekali ketika mendapat kabar jika Violet, sudah di ketemukan, Abyas dan Swasti segera menuju rumah sakit menjemput Widuri, mereka pergi ke kantor polisi secara bersamaan.


Mereka bertiga tidak henti-hentinya mengucap syukur alhamdulillah karena Violet, sudah di ketemukan. Mobil yang Abyas, kendarai telah memasuki area parkiran kantor polisi kota. Sesampainya di kantor polisi, Abyas, Swasti dan Widuri menyampaikan maksud kedatangannya pada polisi yang jaga di pintu depan.


Polisi tersebut dengan sopan mengantar Abyas, Swasti dan Widuri langsung menuju ruangan Manggar. Manggar menyambut mereka dengan senang hati, Utari teman Violet, ternyata juga sudah berada di dalam ruangan Manggar.


"Assalamu'alaikum Bu." sapa mereka bertiga pada Manggar.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, silakan duduk." Manggar, mempersilakan tamunya untuk duduk setelah saling berjabat tangan, Utari juga ikut menjabat tangan Abyas, Widuri dan Swasti dengan hormat, Widuri memeluk Utari haru.


Manggar langsung menceritakan tentang proses Pengintaian dan penemuan Violet, Manggar juga menceritakan jika hanya satu pemuda yang menculik Violet, namun apa yang menjadi motif anak muda tersebut Manggar, belum bisa memberitahukan secara pasti, karena proses penyidikan belum selesai. Manggar juga belum memberi tahukan nama pemuda tersebut apalagi sekarang masih dalam proses introgasi di ruangan penyidik, Manggar memberitahukan pada Widuri, Swasti dan Abyas, jika Violet untuk sekarang mengalami depresi berat, Manggar, menyarankan agar Violet, harus berada di bawah penanganan piskiater, Abyas sangat setuju dan akan segera mencari piskiater handal untuk proses penyembuhan Violet.


"Violet, masih menjalani visum di rumah sakit, sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang." Manggar mengajak Abyas, Widuri, Swasti dan Utari pergi ke rumah sakit


"Baik, kita pergi ke sana." sahut Widuri, yang sangat mencemaskan Violet.


Sesampainya di rumah sakit mereka menunggu Violet di ruang tunggu, mereka dengan sabar menunggu Violet menjalani visum dengan perasaan cemas, sedangkan Manggar, meninggalkan mereka untuk melanjutkan kembali tugas-tugasnya sebagai seorang polisi.


Setelah dua jam Manggar, kembali menemui mereka di ruang tunggu, Manggar, mengajak Widuri, Abyas, Swasti dan Utari untuk menuju ruangan di mana Violet sedang beristirahat, karena visum sudah selesai. Violet, mengalami depresi berat sehingga pihak polisi hanya melakukan visum saja tanpa melakukan introgasi pada Violet, sebab Violet, belum nyambung saat di tanya.


"Kami terpaksa memberi obat penenang, karena pasien mengalami goncangam jiwa yang hebat." ucap seorang suster yang berjaga di ruangan tersebut.


Melihat Violet, tidak berdaya Widuri menangis dan memeluk Violet, erat-erat" Vi, ini mbak, jangan tinggalin mbak mbak." suara Widuri, lembut hati Widuri, sangat hancur melihat keadaan Violet.


Swasti dan Abyas tak kalah hancur, melihat Violet, yang terbaring tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit begitu juga Utari, sebagai seorang sahabat baiknya Utari, juga menitikan air mata kepedihan.


"Bu, siapa yang melakukan ini? bisa kah kami bertemu dengan pelaku." tanya Abyas pada Manggar.

__ADS_1


"Setelah pihak penyidik selesai mengintrogasi pelaku, kalian bisa menemui, pelaku namun saya harap kalian siapkan hati kalian, kalian harus bisa menahan emosi, apapun yang kalian temuai nanti kalian harus tetap tenang." ucap Manggar, pada Abyas dan Swasti.


Manggar, sudah tahu jika Dewandaru anaknya Abyas dan Swasti, setelah menyocokkan data-data dan foto anak Abyas, yang di laporkan kemarin.


"Akan kami ingat pesan bu Manggar, kami harap pelaku mendapatkan ganjaran yang setimpal sesuai dengan perbuatannya," ucap Swasti berapi-api, di penuhi amarah.


"Bagaimana hasil dari visumnya Bu-" tanya Abyas.


"Sekarang, dalam proses sebentar lagi hasil visum bisa keluar." jawab Manggar.


"Bu, boleh saya berbicara dengam ibu sebentar, mengenai laporan saya kemarin." pinta Abyas, pada Manggar.


"Soal, kemarin kita bicarakan nanti, saya mau mengurus kasus Violet dulu bapak yang tenang, pihak kami pasti memberikan pelayanan terbaik bagi para pelapor." ucap Manggar, berusaha untuk tidak menjawab secara langsung tentang Dewandaru.


Setelah berbicara beberapa saat dan memberi pengarahan pada mereka dan seluruh polisi yang jaga ruangan Violet, Manggar pergi meninggalkan mereka.


(Hai, aku bawa novel bagus lo kak, baca yuk cerita seru sekali, novel :Cewek Tomboy Jadi Ratu)


__ADS_1


__ADS_2