
Abyas berangkat sendiri menuju tempat pilihan Violet, Abyas memastikan keamanan dan kenyamanannya desa yang aakan di tempati oleh Violet dan Lingga, Violet bersikukuh untuk hidup berdua dengan Lingga, tanpa mau ada yang lain.
''Vi, hati-hat, mama akan selalu merindukan kalian.'' pesan Swasti saat melepas Violet dan Lingga yang akan tolak ke pulau tujuannya .
''Mama jaga kesehatan Vi, pasti kembali dengan Lingga dalam keadaan sehat, terima kasih mama sudah menjaga kami dengan baik,'' ucap Vi.
"Vi, jaga diri baik-baik maaf mbak gak bisa menjaga kalian.'' ucap Widuri sedih.
''Mbak jaga mama dengan baik, Vi pasti kembali ,Vi masih butuh waktu untuk berdamai dengan semua ini.'' pesan Violet pada Widuri.
''Kami akan tetap merindukan kalian,'' Widuri memeluk erat Violet sebab selam ini mereka tidak pernah berpisah sejauh ini.
''Ayah tereima kasih untuk semuanya, terima kasih sudah menerima kami dengan iklas, tolong jaga mama Vi, pasti kembali .'' pesan Violat pada Abyas.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan melepas kepergian Violet, derai air mata menghiasi kepergian Violet dan Lingga, Lingga belum paham dengan apa yang terjadi sekarang, selama ini Lingga juga tidak pernah bertanya tentang ayahnya selam ini Lingga memanggil Abyas jga dengan sebutan ayah, jadi yang lingga tahu Abyaslah ayahnya.
''Ma, kita beldua saja , ayah, bunda , kak alda , mami?'' tanya Linnga polos .
''Mami sedang sakit jadi tidak bisa bersama kita,'' jelas Violat sambil menggandeng putranya menuju ruang tunggu pesawat.
selesai mengantar Violet mereka kemabli ke rumah, dengan perasaan tidak menentu kasrean meleppas Violet dan Lingga tanpan penjagaan.
Dewandarau sudah menyelesaikan hukumannya selama lima tahun, Dewandaru di jemput oleh kang Suro karena semua telah pergi ke luar kota mengantar Violet, Dewandaru sudah tahu itu Dewandaru sama sekali tidak protes dengan semua itu yan g terpenting bagi Dewandaru keselamataan Violet.
''Wa'alaikum salam, alahamdulillah sudah kembali.'' sambut Suro dengan senyum kebahagiaan.
Dewandaru menyalami dan memeluk kang Suro, begitu juga kang Suro memeluk kembali Dewandaru. Mereka berdua melepas rindu sejanak air mata kebahagiaan jatuh dari pelupuk mata mereka berdua. Setelah melepas rindu mereka berdua pulang dengan mengendarai mobil Avansa, di sopiri oleh kang Suro sendiri. Mobil yang mereka tumpangi memecah padatnya jalan raya kota, selam dalam perjalanan Dewandaru tidak banyak bicara dia terus memandang ke arah luar jendela mobil. Lima belas menit telah berlalu mobil yang mereka tumpangi telah memasuki halaman rumah Abyas, rumah tersebut sedikit bereubah di taman depan sudah terdapat sebuah ayunan dan juga bunga tertata rapi menambah indahnya taman depan.
__ADS_1
''Lima tahun tidak melihat tempat ini De,'' ucap DEwandaru.
''Sekarang kamubtelah kembali, semua akan baik -baik saja, nanti malam mereka akan samapai ruymah.'' ucap kang Suro.
Dewandaru melangkah masuk rumah di pintu sudah di sambut oleh pekerja yang seusia Swasti, Dewamndaru tahu jika pekerja rumah tangganya telah di ganti oleh orang tuanya. Dewandaru terus masuk di runag tamu Dewandaru di sambut dengan sebuah foto besar dua anak kecil yang sedang bercengkerama, Dewandaru menghampiri foto tersebut dan meraba foto Lingga, tanpa Dewandaru sadari airmatanya telah jatuh.
''De, kemana anak dan istriku pergi, De Suro tahu gak?'' tanya DEwandaru sedih pasalnya Dewandaru tidak diberi tahu tentang lokasi yang di piih oleh Violet.
''Tepatntya aku tidak tahu, sebab ayahmu juga tidak memberitahu padaku, sebaiknya kamunistirahat dulu Ru, de tahu jika itu sangat berat buatmu,'' nasehat kang Suro.
''De, kembali ke bengekel atau ke mana?'' tanya Dewamndaru.
''Aku kembali ke bengkel karena hari ini bengkel juga lagi rame, istirahtalah aku kembali ke bengkel jangan lupa selalu doakan anak dan istrimu, kamu harus lebuh banyak bersabar untuk menhadapi semua ini, kalai ingin tahu tentang anak dan istrimu orang tuamu yang lebih tahu.'' nasehat kang Suro.
__ADS_1
''Terima kasih De, De hati-hati.'' pesan Dewandaru pada kang Suro.
Suro pergi meninggalkan Dewandaru yang masih memandangi foto Lingga dan Arda yang terpampang besar di ruang tamu, di ruang tamu Dewandaru sama sekali tidak menemukan foto dirinya, yang ada malah foto-foto Violet bersama dengan Abyas, Swasti Widuri maupun dengan Lingga dan Arda. Gurat penyesalan dan kesedihan masih terus merundung jiwa Dewandaru.