Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 66


__ADS_3

Violet memilih membiarkan Lingga tidur dengan Dewandaru, sebagai seorang ibu yang selalu bersama dengan putranya, Violet malam ini tidak bisa tidur dengan nyenyak, pertama karena tidak tidur dengan Lingga, kedua sebab Violet takut Lingga banyak tingkah saat tidur dan malah mencelakai Dewandaru. Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Violet masih belum bisa memejamkan mata, Violet beranjak dari kasur lantainya Violet menuju kamarnya yang telah di huni oleh Dewandaru dan Lingga.


Lingga tampak tenang dan nyenyak berada dalam dekapan Dewandaru, sedangkan Dewandaru juga mengalami hal yang sama keduanya tidur nyenyak sekali dan posisi tidur mereka itu juga mengalami kemiripan.


"Maafkan mama sayang, mama belum bisa memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya pada kamu, maafkan keegoisan mama." batin Violet sambil membelai lembut Lingga.


Violet memandangi sesaat dua laki-laki dalam hidupnya, hingga beberapa saat setelah puas Violet pergi dari kamarnya sendiri.


Malam ini Violet memilih tidur di kasur lantai yang ada di ruang santai Violet, tidak mungkin tidur sekamar dengan suami dan anaknya karena hati Violet yang masih belum bisa menerima kehadiran Dewandaru dalam hidupnya, dengan bersusah payah akirnya Violet bisa memejamkan mata walau beberapa saat saja adzan subuh berkumandang.


Violet bangun, Violet memilih untuk mimeriksa keadaan Dewandaru, Dewandaru sudah bangun hanya saja dia tidak bisa melakukan sendiri kegiatan paginya, Dewandaru mau teriak minta tolong takutnya mengganggu yang lain. Violet dengan wajah kusamnya dia masuk ke kamarnya, Violet tahu apa yang harus di kerjakan untuk membantu Dewandaru.


"Vi Tolong antar aku ke toilet, badanku Serasa sakit semua. "pinta Dewandaru penuh harap.


Violet masih dengan wajah dingin Violet tetap membantu Dewandaru, dengan pelan-pelan Violet menuntun Dewandaru menuju kamar mandi.


Selesai dari kamar mandi Dewandaru berusaha ramah pada Violet, bahkan Dewandaru menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal, termasuk menceritakan tentang kebersamaannya dengan Lingga walau Violet tetap diam dan dingin Dewandaru sama sekali tidak marah dengan Violet.


"Terima kasih, Vi."


Violet tidak menjawab, Violet membelai lembut Lingga sebelum Violet pergi meninggalkan kamarnya.


"Kakak," sapa Lingga pada Dewandaru ramah dan juga mengeluarkan jurus manjanya khas anak baru bangun tidur.


"Adik, ayo sini sayang." Dewandaru membelai lembut Lingga.


"Mama!" seru Lingga memanggil Violet, yang berada didekat ranjangnya.


Violet mendengar panggilan dari Lingga Violet bergegas menuju kamar yang di tempati Lingga.


"Anak mama sudah bangun." sapa Violet lembut "Ayo mandi dulu."


Violet mengulurkan tangannya pada Lingga, Lingga segera menghampiri Violet.


Violet menggendong Lingga, Violet membawa Lingga untuk ke kamar mandi. Violet membantu Lingga untuk gosok gigi, selesai membersihkan diri di kamar mandi Violet, memandikan Lingga dan mengganti pakaian setelah Lingga seleai, Violet ingin mengajak Lingga bermain di luar rumah namun lingga menolak dengan halus .

__ADS_1


Lingga memilih berada di kamarnya sendiri menemani Dewandaru, Violet berusaha mencegah namun Lingga bersikukuh ingin bersama Dewandaru.


Violet mengalah, akirnya Violet membiarkan Lingga bersama dengan Dewandaru di dalam kamar.


"Pagi kakak." sapa Lingga bahagia.


"Hai, sayang." sapa balik Dewandaru bersemangat.


"Lingga tidak boleh melukai kakak ya." pesan Violet lembut.


"OK." sahut Lingga, girang.


"Bu bidan jangan khawatir, Lingga anak yang sangat baik." tutur Dewandaru, penuh keyakinan .


Violet meninggalkan kamar, dia kembali Pada aktifitasnya, sebagai seorang tenaga medis.


Abyas Sangat girang sekali setelah dari kemarin dia melihat Dewandaru sedang tidur Bersama dengan Lingga. Abyas hari ini baru saja dapat tiket pesawat untuk menuju tempat Violet bertugas.


"Ma, assalamu'alaikum." seru Abyas dari luar rumah.


"Ayah sudah pulang?"


"Ma, lusa kita nyusul Vi dan Lingga, Ayah sudah membeli tiket untuk kita semua." seru Abyas bahagia sekali.


"Ayah mendadak sekali!" seru Swasti, terkejut.


"Mau ke mana mbak ?" tanya Widuri yang baru saja menghampiri sambil membawa sepiring buah pepaya yang siap untuk di makan.


"Ayah, mau ngajak kita semua menjenguk Vi dan Lingga, mbak senang sekali masalahnya ini sangat mendadak, mau menjenguk anak dan cucu masa tanpa persiapan." gerutu Swasti, bahaigak campur kesal.


Sebenarnya Swaati sudah sejak dua bulan lalu merengek pada Abyas untuk menjenguk menantu dan cucunya, apalagi dari cerita Lingga, ada Aziz yang menyayangi Lingga, membuat Swasti sedikit kawatir, takut Violet tertarik dengan laki-laki lain.


"Memanga di sana gak ada mall besar, tenanh saja di sana ada mall besar, gak usah bawa oleh-oleh terlalu banyak, kita bawa mereka jalan-jalan di sana." sahut Abyas, acuh.


"Ya Begini laki-laki kalau mau jenguk cucu, gak mikir oleh-oleh." gerutu Swasti.

__ADS_1


"Mbak Aya, tolong ke sini !" Abyas memanggil Gayatri yang tengah bermain dengan Arda.


"Ya, pak." sahut Gayatri dari tempat bermain.


"Arda sini, Ayja pulang gak di sambut sih." gerutu Abyas.


"Ayah!" seru Arda.


Seperti biasa Abyas setiap pulang dari kerja selalu mencari Arda, mereka selalu berpelukan.


"Arda sudah kangen dik Lingga kan?" tanya Abyas pada Arda yang berada di gendongannya.


"Tentu Ayah!" sahut Arda semangat.


"Kita akan segera ke sana." tutur Abyas.


"Yeah.... " Arda sangat bahagia sekali.


"Mbak, mendadak sekali?" tanya Widuri yerkejud.


"Iya, bu mendadak sekali?" Gayatri ikut menimpali.


"Aku sendiri saja terkejut apalagi kalian." sahut Swasti.


"Kita kemas-kemas, mbak aya juga ikut, sekalian kita liburan." ucap Abyas nampak sekali dengan air muak bahagia "Oh ya, besok kita beli oleh-oleh buat mereka." tutur Abyas.


"Yah, bagaimana dengan sekolah Arda?" tanya Widuri.


"Libur saja toh, masih paud, gak masuk gak masalah, mumpung Ayah punya banyak waktu, kurang lebih dua minggu kita akan tinggal di sana, Ayah sudah kangen sekali dengan jagoan kecil Ayah." tutur Abyas benar-benar bahagia.


Abyas membawa Arda, pergi ke taman belakang untuk bermain, sedangkan para wanita saling tatap tidak mengerti dengan ulah Abyas yang mengajaknya secara mendadak.


Widuri dan Swasti bergegas menuju kamar Swasti untuk membantu Swasti berkemas, sedangkan Gayatri juga di suruh untuk segera berkemas mengingya sudah tidak banyak waktu.


Kehidupan yang di jalani Widuri dan Swasti tergolong keluarga yang unik, karena istri muda dan istri tua tinggal dalam satu atap. Widuri sebagai istri muda dia sangat paham dengan posisinya Widuri, sangat menghormati Swasti selaku istri pertama sedangkan seabliknya Swasti sangat menyayangi Widuri dengan tulus.

__ADS_1


Widuri dengan cekatan mengemas kebutuhan yang diperlukan oleh Swasti dan Abyas, Widuri Juga tidak lupa membawa obat kusus buat Swasti. Semakin lama hubungan antara Widuri dan Swasti bak kakak dan adik, mereka sangat harmonis sekali Abyas sebagai kepala keluarga dua juga bisa adik dengan kedua istrinya.


__ADS_2