Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 71


__ADS_3

Sebuah mobil  berwarna hitam metalic meluncur ke kota dengan tenangnya, Aziz yang menjadi sopir mereka hari ini Kirai, Lingga dan Arda sangat bahagia sekali' apalagi Lingga selama ikut Violet, baru dua kali jalan-jalan ke kota karena kesibukan Violet, yang sullit ada waktu. Nyanyian serta tawa riang gembira mewarnai perjalanan kali ini. Setelah menempuh waktu kurang lebih empat puluh lima menit mereka memasuki kawasan pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut, mereka semua langsung menuju zona bermain anak. Semua naka-anak snagt riang gembira terutama Kirai, Kirai sengat mengagumi tempat tersebut sebagaimana anak desa pada umumnya yang jarang pergi ke kota apalagi ke tempat pusat perbelanjaan yang begitu mewah dan megah.


Utari dan Widuri segera membayar di loket untujk mereka bermain, Kirai benar-benar kagum melihat semua permainan yang ada di sana, untuk Lingga dan Arda sudah tidak asing dengan semua pemainan itu karena mereka berduasebelumnya sering diajak bermain di zona bermain anak.


''Kak Ut, itu mobilnya kecil kok bisa jalan sendiri?'' tanya Kirai heran.


''Kita naik yuk ,kakak temani.'' ajak Utari.


''Takut.''


Utari tidak menghiraukan penolakan Kirai dia terus menggandeng Kirai, KIrai dan Utari menaiki kereta mini sedangkan Lingga dan Arda assyik bermain mobil-mobilan dengan di temani oleh Widuri, sedangkan Violet dan Aziz betuga sebagai pendokumentasian.


''Kirai kelihatanya sangat suka dengan Utari, Da, lihat mereka berdua sangatb cocok sekali.'' celetuk Violet sambil mengarahkan kameranyan pada mereka yang sedang bermain.


''Aku rasa bukan hanya pada bu polisi saja dengan bu bidan Kirai juga sangat akrab.'' sahut Aziz cuek.


''Kenapa Uda sekarang ketus banget sama utari padahal menurut Kirai dan Utari waktundin sekolahan dulu tidak begitu,'' protes Violet setelah mendengarkan keluhan Kirai dan Utari tentang sikap Aziz pada Utari, kemarin malam.


''Di sekolah dan di rumah tentu beda Bu, kita harus profesional gak mungkin saya ketus dengan tamu saat di tempat kerja.'' sahut Aziz asal.

__ADS_1


''Oooo... ku kira, gak pingin nikah Da, ibu sudah pingin banget punya menantu dan punya cucu dari Uda,'' goda Violet.


''Belum ketemu jodohnya, lagian orang yang aku inginkan sudah milik orang lain kalau tidak ingat dosa sudah aku rebut dia dari suaminya.''


''Gila! uda.''


''Aku tak sekejam itu kali Bu, lagian tak mudah untuk mendapatkan wanita seperti yang aku inginkan secara aku hanya sebgai guru honorer siapa yang mau menikah denganku,'' sahut Aziz merendah.


''Kak Utari yang mau menikah dengan Uda,'' celetuk Kirai yang tiba-tiba sudah berada di dekat Aziz dan Violet.


''Kiki!'' seru Aziz ,melotot pada Kirai sedangkan Kirai menjulurkan lidahnya dan pergi lagi.


''bu bidan boleh aku bertanya sesuatu pada Bu Bidan?''


"Silakan jika saya bisa menjawab akan saya jawab.''


''maaf sebelumnya jika jatuhnay aku jadi kepo.'' ucap Aziz sambil menoleh pada Violet yang berdiri di sebelahnya.


''Langsung saja Uda tanyanya.''

__ADS_1


''Tentang Bu Bidan , Lingga dan pak Ndaru, seperti ada yang janggal pada kalian, apa benar kalian pasangan suami istri?'' tanya Aziz merasa kurang yakin dengan pengakuan Violet dan Dewandaru.


''Kalau gak benar saya juga tidak memiliki buku nikah denagan pak Ndaru Da,''


''Lalu kenapa Lingga memanggil pak Ndaru dengan sebutan kakak, terus sejak beberapa bulan yang lalu pak Ndaru sudah sering datang ke desa ini namun sekalipun tidak pernah menemui kalian, dan Bu Bidan sendiri bersikap ketus pada pak Ndaru waktu pertama kalli melihatnya, kalian bertengkar atau gimana, maaf jika aku terlalu kepo.'' ungkap Aziz mengungkapakan rasa pensarannya selama ini.


''Uda mau mendengarnya?'' Violet balik tanya.


''Jika Bu bidan tidak keberatan.''


''Pernikahan kami memang karena sebuah kecelakaan dan hubungan kami sangat rumit,'' ucap Violet , tenang.


Violet dengan tenang dan gamblang menceritakan garis besar dari kejadian beberapa tahun yang lalu, beruntungnya waktu itu kasus Violet dan Dewandaru, tidak sampai menyebar luas sampai penjuru pelosok Indonesai sehingga tidak semua orang tahu akan kasus yang di hadapi oleh Dewandaru  dan Violet. Aziz sama sekali tidak mennyangka dengan peristiwa yang di alami oleh keluarga Violet, karena jika di lihat dari luar nampaknya mereka keluarga yang harmonis seperti keluarga yang tidak memilii masalah besar padahal mereka hidup dalam keluarga yang sedang berpoligami.


Mereka bermain dengan riangnya hingag lupa waktu, jam satu sinag anak-anak diminta untuk berhenti bermain selain untuk makan siang juga di minta untuk melaksanakan sholat duhur, semua sangat bahagia tidak terkecuali. selesai istirahat mereka menuju mall untuk belanja barang kebutuhan yang tidak ada di desa, Kirai tentu sangat antusias apalagi mendapat traktiran dari Utari, anak-anak di bawa ke toko sepatu dan tas kusus anak-anak, semua boleh memilih dua buah tas dan dua buah sepatu maupun sandal.


Aziz dengan sabar menunggu para anak-anak dan para wanita belanja, karena toko tersebut hanya menyediakan keperluan anak-anak maka aziz hanya duduk sambil memainkan hand phonnya.Satu setengah jam mereka belanja setiap anaksudah mendapatkan apa yang diinginkannya, sekrang meraka menuju toko yang menyediakan pakaian dan sepatu dewasa, wanita dan pria, semua waniat antusia memilih apa yang di inginkannya namuan tidak dengan Aziz, Aziz teap asik dengan hand phonnya tanpa mau memilih apappun akrena Azzi memang tidak berniat belanja, apalagi melihat harga di mall membuat Aziz hanya bisa melongo.


Jam empat mereka semua menyudahi belanjanya seblum kembali keb rumah mereka melaksanakan sholat asyar dulu takut kehabisan waktu asyar karena jarak mall dan rumah lumayan jauh, mobil yang tadinya hanya diisi oleh para manusia sekrang mobil tersebut sudah penuh dengan barang belanjaan. Di dalam mobil sepi tidak ada canda tawa anak-anak karena semua anak-anak sudah tertidur karena kecapek-an, Aziz menyetir dengan santai sambil menikmati sejuinya udara sore, lama kelamaan bukan  hanya anak-anak yang tidur Utari yang duduk di sebelah Aziz juga sudah tidur.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam perjalanan mereka sudah kemabli ke rumah dengan selamat, anak-anak masih terlelap dalam tidurnya sehingga anak-anak di gendong dan di pindah ke tempat tidur, yang menjadi masalah sekarang Utari, berkali-kali di bangunkan Utari tetap tidak bangun, Violet dan Widuri mau memindahkan Utari namun tidak kuat maka dengan terpaksa Aziz yang menggendong Utari untuk di tidurkan di kamar yang semalam di tempati oleh Utari, dengan di ikuti oleh bu lurah, begitu di turunkan di ranjang Utari malah memeluk erat Aziz, sehingga Aziz kehilangan keseimbangan dan jatuh menindih utari, namu begitu Utari tetap terlelap dalam tidurnya, bu lurah hanya tersenyum melihat kejadian barusan.


__ADS_2