
"Bund, Ayah minta maaf atas musibah yang terjadi sekarang," ucap Abyas duduk di tepi ranjang Widuri.
"Yah, apa ini karma yang harus aku tanggung?" tanya Widuri, putus asa.
"Tidak Bunda, ini semua takdir." jawab Abyas menenangkan Widuri.
"Masa depan Vi, sudah hancur aku tidak bisa menjaganya." Widuri, menangis sedih, meratapi nasib Violet.
"Bund, maafkan Ayah dan Ndaru, nanti siang Ayah, ada janji dengan psikolog handal di kota ini, untuk Ndaru, ayah dan mama tidak akan meminta keringanan hukuman, biar dia jalani hukumannya sesuai dengan perbuatan nya." Abyas, merasa sangat bersalah pada Widuri dan keluarganya.
"Bagaimana dengan Vi, aku takut Vi... " Widuri menangis tidak lagi melanjutkan ucapannya.
"Ndaru, akan menikahi Vi," potong Abyas.
"Apa ayah memaksa Ndaru?" tanya Widuri "Bunda masih bingung harus bagaimana, apakah Vi, bisa melihat dunia lagi, apakah aku masih bisa melihat senyum Vi, lagi." ucap Widuri, yang di selimut rasa kalut dan putus asa.
"Tidak, antara ayah dan mama tidak ada yang memaksa Ndaru, semua ini keputusan Ndaru sendiri Ayah harap Bunda, memberi restu sebenarnya ini juga bukan waktu yang tepat namun demi, kebaikan kita semua kita harus tetap bisa berpikir secara rasional, agar tidak menyesal nantinya." ucap Abyas, berusaha tenang.
"Bunda, capek Yah, maaf kemarin Bunda terlalu kaged sampai hampir kehilangan anak kita." ucap Widuri, Widuri benar-benar lelah lahir maupun batinnya.
__ADS_1
"Bunda istirahat saja, tapi sarapan dulu, inshaallah semua akan baik-baik saja." ucap Abyas, berusaha setenang mungkin.
Di saat Abyas menyuapi Widuri, pintu kamar di buka Swasti dengan di bantu suster mengunjungi Widuri yang masih terlihat sangat lemah. Swasti menghampiri Widuri, dengan tatapan penuh kekawatiran.
"Mbak." tangis Widuri kembali pecah saat Swasti memeluknya.
"Maafkan mbak Wid, tolong maafkan semua kesalahan kami." pinta Swasti, tulus diantara isak tangisnya.
"Apa dosa saya mbak, sampai Vi, mendapat hukuman seberat ini." keluh Widuri.
"Wid, kita harus iklas ya, kita cari jalan yang terbaik, kita jalani semua ini bersama-sama, kita harus kuat." nasehat Swasti, walau sebenarnya haru Swasti juga hancur, dengan kejadian ini.
"Ayah, akan ke rumah sakit, menjemput kakek, kalian di sini istirahat dulu, mbak Aya, juga sudah dalam perjalanan menuju ke sini, selesai mengurusi kakek, Ayah akan jumpa dokter, setelah itu ke kantur polisi, setelah semua selesai baru Ayah, datang ke sini." Abyas pamit pada dua istrinya.
Abyas segera menuju rumah sakit, tempat kakek di rawat, sesampainya di rumah sakit Abyas segera mengurus segala keperluan kakek termasuk administrasi persyaratan kakek keluar dari rumah sakit.
"Kek, hari ini kakek sudah boleh pulang, Aby antar kek." ucap kakek sambil membantu kakek pindah di kursi roda.
"Vi, dan Wid?" tanya kakek.
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja, Wid, kecapek an jadi harus istirahat, untuk Vi, juga masih di rawat dokter, nanti Aby ceritakan, kita pulang dulu ya Kek." pinta Abys lembut.
"Aku percayakan kedua cucuku padamu, aku tahu sebenarnya ada hal besar yang menimpa cucuku." ucap kakek, bersungguh-sungguh.
"Maaf kan Aby, Kek, Aby belum bisa menjaga Vi dan Wid, dengan baik." ucap Abyas.
"Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini By, kita lanjutkan pembicraan kita di rumah," pinta Kakek.
Abyas menuruti permintaan kakek, Abyas mengantar kakek pulang masih dengan terang yang di bayar kusus oleh Abyas, untuk merawat kakek selama Widuri dan Violet, beluk bisa merawat kembali kakek. Selama dalam perjalan pulang antara kakek dan Abyas tidak banyak bicara.
Sesampainya di rumah Widuri, Abyas membantu kakek untuk turun dari mobil. Kakek sangat bahagia melihat tingkah laku Abys, dalam memperlakukan keluarganya.
"Yas, tolong ceritakan ke kakek agar kakek bisa tenang." pinta Kakek pada Abyas penuh harap.
Abyas meminta maaf pada kakek sebelum memulai ceritanya, hampir dua jam Abyas menceritakan semua peristiwa yang menimpa kekuarganya.
"Kakek pribadi setuju jika anakmu, mau menikahi Violet, minimal aku bisa tenang, pesanku apapun yang terjadi tetap jaga kedua cucuku, segera laksanakan peenikhannya." ucap kakek tulus.
"Baik, kek, akan segera aku laksanakan semua permintaan Kakek." ucap Abyas senang karena mendapat dukungan penuh dari kakek.
__ADS_1
(Hai teman jangan lupa baca juga novel di bawah ini )