
Acara wisuda Violet berjalan lanacar, Violet memakai kebya warna peach anggota keluarga yang lain memakai waran senada, Violet sangat anggun dan cantik dengan balutan kebaya muslim moderen begitu pula Swasti maupun Widuri, tidak ketinggalan Ardajuga memakai warna senada model dan bahan berbeda sedangakan Abyas dan LIngga memakai batik denagn warna dan model yang sama. Abyas sangat gagah dengan batik corak parang, begitu pula Linnga dia menjadi sangat gagah dan imut.
Swasti memeluk haru Violet, atas keberhasilan yang di raih oleh Violet, apaplagi Violet lulus dengan nilai cumlaod dan hanya di tempuh selama tiga tahun saja, sebenarnya Violet juga mendapat bea siswa untuk melanjutkan pendidikannya ke s2, namun Violet tidak mengambilmya malah Violet memilih mengabdi di desa yang masih terpencil .
''Alhamdulillah Vi, mbak sangat senang sekali ,'' Widuri memberi ucapan selamat ke Violet.
''Terima kasih mbak.'' sahut Violet haru.
Rasa bahagia juga di tunjukkan oleh Abyas, kebahagiaan yang pernah sirna karena gagal melihat dan mendampingi Dewandaru, memakai baju kebesaran saat acara wisuda. Setelah selesai acra Wisuda dan selesai sesi foto mereka langsung kembali ke rumah mengingat ada dua balita yaang sangat ngantuk dan lelah. sesampainya di rumah Violet segera menidurkan Lingga, begitu juga Widuri menidurkan Arda, sedangkan SWasti dan Abyas mereka melilih kembali keluar rumah untuk jalan-jalan sore.
__ADS_1
Abyas memilih mengajak Swasti menikmati sejuk dan indahnya senja di pinggir pantai , kebetulan tempat tinggal mereka dengan pantai hanya berjarak kurang lebih tiga puluh menit. Abyas benar-benar tidak menyia-nyiakan waktu kebersamaannya dengan Swasti , perlakuan Abyas pada Swasti tetap sama tidak berubah sama sekali, Abyas duduk berdampingan dengan Swasti di atas pasir banyak sekali burung camar yang sedang menyanyikan lagu kebesarannya. Swasti menitikkan airmata, memandang lepas ke lautan luas, gelombang bergoyang-goyang dengan tenangnya seolah ingin menghibur kekalutan hati dua insan yang sedang duduk di bibir pantai.
''Yah, rasanya seperti mimpi.'' ucap Swasti.
''Kita gagal melihat dan mendampingi putra kita, bersyukur sekarang kita bisa mendampingi dan mengantar menantu kita sampai ke titik ini, sebenaranya Ayah ingin melihat Vi, melanjutkan pendidikannya.'' ucap Abyas.
''Bagaimanapun hari ini kebalikannya lima tahun lalu, jika ingat waktu itu dada mama terasa sesak, Yah sebelum pergi ke luar pulau Mama ingin bertemu dengan Dewandaru.'' pinta Swasti.
''Kalau untuk membawa Lingga mama gak yakin Vi, mengijinkan, kita harus tetep sabar dalam hal ini, mama harap Ndaru bisa memahami situasi ini, bagaimanapun kita tetap harus menghormati keputusan Vi, yang terornting sekarang tidak ada perceraian antara Vi dan Ndaru.''
__ADS_1
''Ya Ma,itu yang penting semoga dengan seiringnya waktu mereka bisa hidup bersama dan rukun, Linnga dapat memiliki keluarga yang utuh.'' sahut Abyas.
''Aamiin, semoga bisa segeravterwujud agar kita bisa lebih tenang dalam menikmati masa tua kita,'' ucap Swasti.
''Ayah tidak pernah menyangka jika kita bisa memiiki anak dan cucu yang memiliki usia sama.'' ucap Abyas lagi.
Kesedihan Swasti sirna seketika ketika mendengar ucapan dari Abyas tentang anak dan cucunya yang lahir di tahun yang sama bahkan memiliki wajah yang sangat mirip. Matahari semakin tenggelam Abyas mengajak Swasti untuk makan malam di luar berdua saja, Swasti juga menyetujuinya.
(Hai readerku tersayang baca yuk novel kak Indah Wulandari, seru banget lo ceritanya)
__ADS_1