Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 25 Perut Widuri kram


__ADS_3

Abyas dan Widuri duduk bersebelahan sedang Dewandaru, duduk di depannya, Widuri, menatap bingung karena wajah Dewandaru sangat mirip dengan Abyas, Dewandaru, sangat canggung saat berhadapan dengan Widuri dan Abyas, rasa bersalah sudah menguasai hati Dewandaru.


"Bund, Ayah tahu jika bunda bingung dan penasaran, dia orang yang menculik Violet, dia putraku Dewandaru." ucap Abyas berusaha tenang.


Dewandaru terlihat semakin cemas, melihat ekpresi wajah Widuri, yang langsung berubah. Widuri sangat terkejut hingga Widuri, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, Widuri hanya bisa mematung hingga beberapa saat, Abyas, berusaha tetap melindungi Widuri, apalagi Widuri, dalam keadaan hamil muda.


"Maafkan Ndaru, Yah, maafkan kesalahanku, Bu... Bu... Bunda." ucap Dewandaru, gagap dan mulut begetar, air mata jatuh, sorot matanya memancarkan sebuah penyesalan yang mendalam.


Widuri masih diam dengan keterkejutannya sehingga tidak bisa mendengar ucapan dari Dewandaru, Widuri, menggelengkan kepala tanpa bersuara namun airmatanya sudah jatuh tumpah ruah hati Widuri, sangat bergemuruh tidak karuan hingga menyebabkan Widuri, meringis kesakitan karena perutnya tiba-tiba kram.


"Sa... sak...sakit." rintih Widuri, langsung memegangi perutnya.


Abiyas langsung meraih tubuh Widuri, seorang polisi yang melihat kejadian itu segera memberi pertolongan, Abyas mengendong Widuri, menuju klinik kecil yang ada di kantor polisi tersebut. Dewandaru hanya bisa diam mematung melihat kejadian barusan.


"Pak, apa boleh saya mengikuti orang tua saya." pinta Dewandaru, mengiba.


"Maaf, anda harus tetap berada di sini." jawab polisi tegas.

__ADS_1


"Tolong pak, mereka orang tua saya, saya ingin melihatnya." pinta Dewandaru, terus mengiba.


Dewandaru, sangat lemas sekali karena hanya dalam waktu belum sampai satu jam dua orang wanita yang notabennya istri ayahnya telah berjatuhan.


Di saat Dewandaru sedang kacau, bayangan wajah Violet, yang begitu kacau terus berputar-putar di pikirannya. Dewandaru termenung beberapa saat hingga datang seorang polisi memberi perintah jika Dewandaru, harus ke rumah sakit sebab permintaan Swasti sang ibu. Dewandaru bisa pergi ke rumah sakit tentu dengan pengawalan ketat, dan atas persetujuan dari Manggar, selaku pimpinan di kantor polisi tersebut.


Widuri masih merasakan nyeri, setelah pertolongan sementara tidak membuahkan hasil Widuri, segera dibawa ke rumah sakit, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sesampainya di rumah sakit Widuri, segera dibawa ke dokter sepeliasis kandungan, Abyas, terlihat sangat cemas melihat Widuri, menahan sakit dan keringat dingin bercucuran. Widuri, langsung mendapatkan perawatan intensive, dokter segera bekerja keras untuk menyelamatkan Widuri dan bayi dalam kandungannya.


Abyas menunggu di luar kamar di mana Widuri, menjalani perawatan, hati dan perasaan Abyas sangat gusar Abyas merasa sangat rapuh dan butuh bantuan, Abyas segera menghubungi Suro, untuk menemaninya tanpa memberi penjelasan secara terperinci. Tidak sampai satu jam Suro, sudah sampai di rumah sakit dengan hati cemas.


"Assalamu'alaikum, apa yang terjadi Bos?" tanya Suro yang belum paham duduk perkaranya.


"Bos, tenangkan dulu sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Suro, penasaran.


Abyas menceritakan semua tentang kejadian yang menimpa keluarganya saat ini, Suro juga sangat terkejut setelah mendengar semua cerita dari Abyas.


"Tidak ada karma dalam hidup ini, Bos, setiap manusia sudah memiliki jalan hidup masing-masing, tinggal kita bagaimana menyikapinya." nasehat Suro berusaha bijak.

__ADS_1


Abyas hanya diam dan mengangguk, berusaha untuk berdamai dengan keadaan sekarang ini.


Seorang dokter dan suster keluar dari ruangan yang di tempati oleh Widuri.


"Keluarga ibu Widuri?" tanya dokter sopan dan ramah.


"Ya Dok saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya dan kandungannya?" tanya Abyas, cemas.


"Alhamdulillah, anak dan istri bapak selamat, namun mereka masih harus dalam perawatan karena untuk saat ini kondisi kandungnya sedikit lemah," jawab dokter.


"Baik, Dok terima kasih." sahut Abyas dan Suro.


"Ibu, sekarang masih tidur bapak jangan masuk dulu biarkan ibu istirahat dan jangan biarkan ibu Widuri, setres, jika ibu setres sangat berpengaruh pada bayinya." nasehat dokter lagi.


Dokter telah pergi meninggalkan Abyas dan Suro yang masih tetap berada di tempatnya.


(Hai teman -teman jangan lupa baca juga novel Jerat Hasrat Sang Calon Duda )

__ADS_1



__ADS_2