Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 34


__ADS_3

Lima tahun telah berlalu, Violet sudah sembuh dari depresinya, Violet telah melahirkan seorang anak laki-laki yang kini telah duduk di bangku paud. Violet masih menjadi mahasiswi kebidanan, Violet maupun keluarga lainnya menyayangi anaknya Violet, namun mereka masih tetap berpisah, Swasti dengan penuh kasih merawat Violet dan cucunya tetap di kota yang sama seperti lima tahun yang lalu. Abyas dan Widuri serta anaknya yang bolak-balik datang menjenguk Swasti dan Violet.


Violet sudah kembali menjadi seorang wanita yang periang, Violet sangat menyayangi anaknya, karena kepintarannya Violet bisa menyelesaikan kuliahnya hanya dalam waktu tiga tahun saja.


"Assalamu'alaikum Ma," sapa Violet saat masuk rumah.


"Wa'alaikum salam, Lingga, mama sudah pulang tuh." sahut Swasti, langsung menolehke pintu, Swasti sedang menemani Lingga mewarnai di ruang tamu, sedang Gayatri berada di dapur untuk menyiapkan makan siangnya.


"Mama!" seru Lingga yang langsung menghampiri dan memeluk Violet, Violet meraih Lingga, penuh kasih.


"Mama, cuci tangan dan ganti baju dulu, habis itu kita makan bersama." ucap Violet, tersenyum pada Lingga.


Lingga mengangguk dan melepas pelukannya, Violet segera masuk rumah mencuci tangan mengganti baju, sebelum kembali menemani Lingga bermain.


"Anak mama sedang ngapain?" tanya Violet sambil memeluk Lingga yang sudah kembali sibuk dengan kertas dan pensil warnanya.


"Ma, Ngga bikin lumah buuuesal." Ingga memamerkan gambaran rumah yang tisak beraturan.


"Indah sekali sayang, " Violet memuji Lingga "Rumahnya untuk saiap sayang?" tanya Violet.

__ADS_1


"Lumahnya untuk Ngga, Mama, dan Uti," sahut Lingga, masih denagn kepolosannya.


"Sudah sangat siang kita makan dulu yuk!" ajak Swasti.


"Iya oma ayuk, kita makan dulu sayang," ajak Violet pada Lingga "Kita cuci tangan lalau makan siang.


Swasti, Violet, Lingga dan Gayatri melakukan makan siang bersama selama empat tahun ini mereka berempat selalu bersama-sama. Selesai makan siang Violet menidirkan Lingga, Swasti beristirahat di kamarnya, setelah Lingga tidur Violet, menemui Swasti, yang sedang susuk santai di kamarnya.


"Ma, boleh masuk!" ucap Violet yang susah berdiri di depan pintu kamar Swasti.


"Masuk sayang, duduk sini." Swasti menyambut hangat kedatangan Violet.


Violet segera masuk dan duduk di atas ranjang berdampingan dengan Swasti.


"Iya Ma," sahut Violet singkat.


"Katakan Vi." pinta Swasti lembut.


"Ma, setelah selesai pendidikan Vi, mendapat tawaran untuk menjadi bidan desa, namun tempat tersebut sangat jauh dari rumah Ayah, dan lokasinya di desa pelosok, Vi berniat untuk mengambil kesempatan itu," ucap Violet menjelaskan keinginannya.

__ADS_1


"Mama akan mengikuti kalian kemanapun kalian pergi." ucao Swasti lembut dan dengan senyum binarnya.


"Tapi, Ma, Vi, mau berangkat sendiri dengan Lingga, mama tinggal saja dengan Ayah mbak Wid." Violet berusaha menolak jeikut sertaaan Swasti.


"Sampai kapanpun Mama akan selalu mendampingi kalian." jawab Swasti, jawaban itu sudah selaku Violet dengar sejak beberapa tahun yang lalu.


"Ma, Vi, mau belajar mandiri, sudah terlalu lama mama menjaga kami." ucap Violet


"Seorang ibu akan selalu menjaga anak-anaknya sampai akir hayatnya, kalian nyawa mama kemanapun kamu dan Lingga pergi mama akan selalu bersama dengan kalian." ucap Swasti menegaskan.


"Tapi, Ma, Vi, ingin sekali mandiri, mama istirahat bersama dengan Ayah dan mbak Wid." Violet berusaha menolak keinginan Swasti.


Namun sekeras apapun Violet, meminta agar bisa hidup berdua saja dengan Lingga Swasti tetap pada pendiriannya, Swasti memilih hidup dan menjaga Violet dan Lingga.


"Kapan kita akan berangkat ke desa tersebut, mama akan minta ayah untuk mengurus tempat tinggal kita nanti, kemapun Vi dan Lingga berada mama akan selalu bersama dengan kalian." ucap Swasti meyakinkan Violet.


"Kasihan ayah Ma," ucap Violet.


"Kasihan kenapa kan ada mbakmu dan Arda." ucap Swasti santai.

__ADS_1


(Baca juga yuk novel kak Santi Suki, seru lo ceritanya bikin nagih)



__ADS_2