
Pagi-pagi sekali Abyas Swasti, Widuri serta Arda kembali menuju kota tempat tinggalnya setelah sekian tahun hidup berpisah di kota yang berbeda mereka akan hidup bersama dalam satu atap. Perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu kurang lebih empat jam. Sebuah mobil Avanza telah memasuki rumah Abyas, rumah itu masih tetap sama dengan beberapa tahun lalu hanya beda di cat saja. Dewandaru menyambut kedatangan kedua orang tuanya dengan perasaan bahagia, Dewandaru dengan cekatan membantu Swasti yang turun dari mobilnya begitu juga Abyas juga ikut membantu Swasti, Widuri menggendong Arda yang terlelap dalam mimpimya.
Widuri segera membawa Arda masuk ke dalam kamarnya untuk ditidurkan, sedangkan Dewandaru memeluk penuh kerinduan, Dewandaru membawa Swasti ke kamar Swasti, Dewandaru membantu Swasti penuh kasih, tanpa rasa canggung, semua masih sama seperti beberapa htahun lalu, Abyas menurunkan barang bawaannya dan memasukkan ke rumah langsung menaruhnya ke kamar masing-masing.
''Ma, Ndaru kangen sekali dengan mama, maafkan kesalahan Ndaru ma.'' ucap DEwandaru memelas
Swasti membelai lembut putranya seperti biasanya''Mama juga sayang, maafakn kami.'' ucap Swasti lembut.
''Mama mau istirahat , Ndaru temani.'' Dewandaru menawarkan diri.
''Bagaimana kabar kamu sayang?'' tanya Swasti.
''Seperti yang Mama lihat sekarang, bagaimana dengan anak istriku Ma?'' tanya Dewandaru yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Swasti.
''Alhamdulillah semua baik anak dan istrimu.'' jawab Swasti dengan senyum penuh kasih.
"Mereka ada di mana Ma?'' tanya Dewandaru penasaran.
__ADS_1
''Mama tidak bisa menjawab kemana mereka pergi yang pasti anak dan itruku sudah berada jauh dari kita dan di desa yang terpencil, biarakan istrimu mandiri.'' jelas Swasti.
"Kasih tahu Ndaru Ma.'' pinta Dewandaru mengiba pada Swasti.
''Kalau kamu masih mengingnkan istri dan anakmu, perjuangkan mereka.'' nasehat Swasti.lembut.
"Ma, tolong Ndaru.'' Dewandaru semakin merengek ke Swasti.
''Ini baru langkah awal Ndar, pesen Mama perjuangankan anak dan istrimu sebelum istrimu berubah pikiran.'' nasehat Swasrti lembut '' Namun untuk keberadaan mereka kamu harsu bisa mencari sendiri, bagaimanapun Mama dan Ayah tidak akan membantu kamu.'' jelas Swasti '
''Kamu harus bisa membuktikannya, cari mereka karena kami tidak akan memberitahukan padamu.'' jelas Abyas tegas.
Swasti dan Abyas tetap pada pendiriannya tidak memberitahu tentang anak dan istrinya, Dewandaru mengalah karena mereka baru saja sampai rumah setelah melakukan perjalanan selama kurang-lebih enam jam.
Dewandaru tidak berhasil merayu kedua orang tuanya, Dewandaru memilih keluar dari kamar Swasti, Dewandaru memberi ruang pada kedua orang tuanya, Dewandaru ke luar rumah, Dewandaru memilih duduk di taman sambil memainkan gawainya.
Widuri yang sudah selesai menidurkan Arda, dia memilih untuk keluar dari kamar, Widuri membantu pekerjanya untuk melakukan pekerjaan lainnya.
__ADS_1
"Bunda." sapa Dewandaru saat masuk ke dapur.
"Eh, sehat Nda?" sahut Widuri.
Dewandaru duduk di meja makan yang ada di ruang makan.
"Bund, Arda masih tidur?" tanya Dewandaru.
"Masih dia terhat sangat capek." sahut Widuri "Maaf kami tidak bisa menyambutmu." ucap Widuri jujur.
"Bunda bisa bantuin Ndaru?" tanya Dewandaru cemas.
"Jika bisa Bunda bantuin, akan bunda bantu." tutur Widuri.
"Ini tentang anak dan istriku." sahut Dewandaru ragu.
"Kalau soal itu Bunda hanya bisa mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.
__ADS_1